3 mnt baca (561 kata)
| |
INDUSTRI IT 11 August 2026, 02:19 WIB

5G Bakal Dibangun Habis-habisan di Penjuru RI Demi AI

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
5G Bakal Dibangun Habis-habisan di Penjuru RI Demi AI
5G Bakal Dibangun Habis-habisan di Penjuru RI Demi AI

Kementerian Komunikasi dan Digital percepat roadmap 5G untuk mendukung ekonomi digital berbasis AI.

Iklan Sponsor / Advertisement
Sekretaris Jenderal Kementerian Komdigi Ismail memberikan arahan saat Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan kemkomdigi, Jakarta, Rabu (29/07/2026). (Anhar/Komdigi)
Foto: (Anhar/Komdigi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mempercepat roadmap jaringan 5G untuk menopang kebutuhan ekonomi digital berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Pemerintah menargetkan cakupan layanan 5G mendekati cakupan nasional pada 2029.

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital Ismail mengatakan perkembangan AI telah mengubah arah pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Menurutnya, konektivitas kini tidak lagi sekadar menjadi sarana komunikasi, tetapi menjadi fondasi produktivitas, inovasi, dan daya saing nasional.

"Roadmap 5G harus kita percepat. Kita berharap pada 2029 cakupan 5G di Indonesia terus berkembang sampai ke pelosok-pelosok tanah air. Ini penting karena dunia sedang bergerak menuju ekonomi berbasis AI, sehingga infrastruktur digital harus mampu mengimbangi kebutuhan tersebut," ujar Ismail dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (11/8/2026).

Ismail mengatakan Indonesia telah memiliki fondasi infrastruktur digital yang kuat. Jaringan serat optik nasional telah membentang lebih dari satu juta kilometer, termasuk kabel bawah laut yang menghubungkan berbagai pulau di Indonesia.

Menurutnya, pembangunan berikutnya difokuskan pada peningkatan kapasitas, kualitas, dan ketahanan jaringan agar mampu mendukung layanan digital generasi baru.

"Tantangan kita bukan lagi sekadar memperluas jaringan dasar. Yang kita bangun sekarang adalah infrastruktur yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital berbasis AI," katanya.

Ia menjelaskan perkembangan AI juga mengubah cara industri telekomunikasi membangun jaringan.

Jika sebelumnya operator berfokus menyediakan kapasitas bandwidth, kini jaringan harus mampu mendukung layanan AI cloud, komputasi berkinerja tinggi, Internet of Things (IoT), serta berbagai aplikasi digital yang meningkatkan produktivitas masyarakat dan dunia usaha.

"Dulu operator menjual bandwidth. Sekarang infrastruktur harus mampu mendukung layanan AI cloud dan berbagai aplikasi produktif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan industri," ujarnya.

Untuk mempercepat implementasi roadmap 5G, pemerintah terus menyiapkan kebijakan yang memberikan kepastian investasi bagi operator telekomunikasi. Salah satunya melalui penyediaan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dengan skema biaya yang lebih terjangkau.

"Kami baru saja merilis spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz dengan biaya yang lebih terjangkau dibanding sebelumnya. Pemerintah harus hadir memberikan ruang agar investasi infrastruktur digital dapat tumbuh lebih cepat," jelas Ismail.

Selain penyediaan spektrum, pemerintah juga menyiapkan regulasi yang memberikan kepastian bagi investasi jangka panjang.

Iklan Sponsor / Advertisement

Menurut Ismail, kepastian regulasi menjadi faktor penting agar industri telekomunikasi dapat terus memperluas jaringan sekaligus mengembangkan berbagai layanan digital baru.

Ia juga mendorong operator telekomunikasi melakukan transformasi model bisnis. Infrastruktur digital, kata dia, tidak lagi hanya menyediakan konektivitas, tetapi juga harus menjadi penggerak solusi digital di berbagai sektor strategis, seperti pertanian, pertambangan, manufaktur, kesehatan, pendidikan, hingga sektor keuangan.

"Kita ingin operator tidak hanya menyediakan jaringan, tetapi juga menghadirkan solusi yang menciptakan nilai tambah bagi berbagai sektor ekonomi," katanya.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia juga mengembangkan pendekatan konektivitas yang memadukan jaringan terrestrial dan satelit melalui nonterrestrial network. Integrasi tersebut diperlukan agar layanan digital berkecepatan tinggi dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebih efisien dan merata.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article Lelet Masuk 5G, Ini Alasan RI Harus Mulai Pindah ke 6G
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

5G Bakal Dibangun Habis-habisan di Penjuru RI Demi AI. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Apa yang Terjadi Saat Keluar dari Area Coverage 5G?
TEKNOLOGI & IT

Apa yang Terjadi Saat Keluar dari Area Coverage 5G?

Untuk saat ini cakupan jaringan 5G belum menyeluruh, sehingga koneksinya bisa berpindah secara otomatis ke 4G. Bagaimana bisa itu terjadi dan cara mengatasinya?

Baca Selengkapnya →
Perusahaan AI Hancurkan Jutaan Buku Fisik, Ini Tujuannya
CYBER SECURITY

Perusahaan AI Hancurkan Jutaan Buku Fisik, Ini Tujuannya

Perusahaan AI, termasuk Anthropic, memusnahkan jutaan buku bekas untuk melatih model mereka. Praktik ini memicu kontroversi dan kekhawatiran citra publik.

Baca Selengkapnya →
3 Game Pokemon Langka Laku Rp 35,6 Miliar, Jadi Transaksi Terbesar Kedua
TEKNOLOGI & IT

3 Game Pokemon Langka Laku Rp 35,6 Miliar, Jadi Transaksi Terbesar Kedua

Tiga game Pokemon edisi cetakan pertama telah terjual sekitar Rp 35,6 miliar dan menjadikannya transaksi game fisik terbesar kedua di dunia.

Baca Selengkapnya →