3 mnt baca (479 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 05 August 2026, 22:45 WIB

Air Terjun Darah di Antartika Ternyata Penuh dengan Kehidupan

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Air Terjun Darah di Antartika Ternyata Penuh dengan Kehidupan
Air Terjun Darah di Antartika Ternyata Penuh dengan Kehidupan
Iklan Sponsor / Advertisement
Ringkasan editorial DevNetCUK: bagian inti berita bersumber dari DetikInet Teknologi, lalu dilengkapi dengan konteks teknis dan rekomendasi langkah tindak lanjut untuk praktisi infrastruktur IT.

Terletak di tepi timur Gletser Taylor di McMurdo Dry Valleys, Antartika, aliran air merah pekat yang dramatis ini terjun ke Danau Bonney.

Konten asli dari DetikInet Teknologi


Jakarta -

Ada air terjun darah yang memukau di benua Antartika. Terletak di tepi timur Gletser Taylor di McMurdo Dry Valleys, Antartika, aliran air merah pekat yang dramatis ini terjun ke Danau Bonney.

Warna khasnya berasal dari air garam kaya zat besi yang mengalir deras menuruni tebing batu, tapi dari mana tepatnya asal air tersebut masih belum jelas. Kini ada satu hal yang jelas, air asin tersebut penuh dengan kehidupan laut, meskipun jaraknya berkilo-kilo meter dari samudra.

Menurut studi di jurnal Nature Geoscience, air yang mengalir melalui Blood Falls mengandung komunitas organisme laut yang khas. Keberadaan organisme khusus air asin ini menunjukkan bahwa sistem air di bawah gletser tersebut berasal dari laut.

"Menemukan sesuatu yang pada dasarnya merupakan oasis laut yang tumbuh subur di gurun kutub lebih dari 32 km dari samudra adalah luar biasa," kata Andrew E. Allen, salah satu penulis studi sekaligus ekolog mikroba di University of California, San Diego.

"Komunitas mikroba beragam yang kami temukan tetap mempertahankan koneksi biologis dengan lingkungan laut purba, sekaligus menunjukkan ketahanan dan kemampuan adaptasi kehidupan yang luar biasa," paparnya seperti dikutip detikINET dari Popular Science.

Studi geokimia sebelumnya di area tersebut menunjukkan sumber air yang mengaliri Blood Falls kemungkinan berasal dari air laut yang membanjiri Lembah Taylor selama periode hangat di masa lalu. Sumber air tersebut kemudian terisolasi di bawah Gletser Taylor yang terus meluas ketika permukaan air laut surut.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang asal-usul mikroba di Gletser Taylor dan Blood Falls, tim peneliti menganalisis 167 sampel air, sedimen, dan udara. Mereka menggunakan beberapa teknik genetik untuk mengidentifikasi mikroorganisme dalam setiap sampel.

Mereka menemukan bahwa mikroorganisme dalam es merah, sedimen, dan lumpur pada tepi terendah gletser hampir sepenuhnya terkait lingkungan laut. Sementara lokasi-lokasi di sekitarnya didominasi oleh organisme yang biasa ditemukan di air tawar dan daratan.

"Aktivitas biologis yang kami amati dari analisis mRNA menunjukkan komunitas laut purba ini tidak sekadar membeku dimakan waktu, tetapi entah bagaimana mampu bertahan meskipun terjadi perubahan lingkungan yang sangat drastis," jelas Allen.

Video: Demi DNA Purba, Peneliti RI Ini Jalani Hari 'Tanpa Malam' di Antartika


Tinjauan Infrastruktur IT — Redaksi DevNetCUK

BAGIAN INI BUKAN ISI BERITA ASLI DARI DetikInet Teknologi  |  Opini subyektif editorial untuk praktisi IT

Iklan Sponsor / Advertisement

Berita Air Terjun Darah di Antartika Ternyata Penuh dengan Kehidupan yang dilaporkan oleh DetikInet Teknologi di sektor Teknologi & IT dapat menjadi momentum evaluasi untuk operasional IT di organisasi Anda.

Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Ingin mendalami topik sejenis melalui tutorial & lab hands-on? Kunjungi halaman Pusat Tutorial Jaringan & Infrastruktur IT, atau pelajari penawaran layanan profesional DevNetCUK di halaman Solusi Enterprise kami.

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →
Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!
INDUSTRI IT

Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!

Terdakwa perkara tudingan ijazah palsu Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa menyatakan hijrah dari urusan ijazah Jokowi. Sebenarnya dia sudah...

Baca Selengkapnya →
Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
INDUSTRI IT

Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,69% dalam sepekan hingga ditutup pada level Rp17.897 per dolar AS pada Jumat (7/8/2026).

Baca Selengkapnya →
Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol
INDUSTRI IT

Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melaksanakan apel kebangsaan bertajuk Jaga Jakarta untuk Indonesia di Monas, Jakarta Pus...

Baca Selengkapnya →