3 mnt baca (432 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 06 August 2026, 11:40 WIB

Banyak Perusahaan Indonesia Sudah Pakai AI, Tapi Belum Punya Strategi

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Banyak Perusahaan Indonesia Sudah Pakai AI, Tapi Belum Punya Strategi
Banyak Perusahaan Indonesia Sudah Pakai AI, Tapi Belum Punya Strategi
Iklan Sponsor / Advertisement
Ringkasan editorial DevNetCUK: bagian inti berita bersumber dari DetikInet Teknologi, lalu dilengkapi dengan konteks teknis dan rekomendasi langkah tindak lanjut untuk praktisi infrastruktur IT.

Perusahaan di Indonesia dinilai termasuk yang paling agresif mengadopsi kecerdasan buatan (AI).

Konten asli dari DetikInet Teknologi


Jakarta -

Perusahaan di Indonesia dinilai termasuk yang paling agresif mengadopsi kecerdasan buatan (AI). Namun di balik tingginya adopsi tersebut, Amazon Web Services (AWS) melihat masih banyak organisasi yang belum memiliki fondasi tata kelola AI yang memadai.

Nandini Ramani, Vice President Governance and Compliance AWS, mengatakan sekitar 40% perusahaan di Indonesia telah mengadopsi AI. Namun, hanya 24% yang sudah memiliki strategi AI formal dan sekitar 21% yang menerapkan tata kelola data (data governance).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan karena AI tidak lagi sekadar proyek teknologi, melainkan sudah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan.

"Jika tidak memiliki strategi, data governance, dan keamanan sejak awal, Anda hanya akan mempercepat masalah yang sudah ada," ujar Nandini dalam wawancara eksklusif dengan sejumlah media di sela AWS Summit Jakarta di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Ia menilai banyak organisasi masih berlomba menjadi yang tercepat mengadopsi AI. Padahal, tanpa guardrails atau pagar pengaman yang jelas, kecepatan justru dapat meningkatkan risiko keamanan.

Menurut Nandini, perusahaan sebaiknya membangun observability, data governance, serta mekanisme keamanan sejak awal pengembangan aplikasi AI, bukan setelah aplikasi digunakan.

Ia menambahkan, AI saat ini berkembang jauh lebih cepat dibanding siklus teknologi sebelumnya. Karena itu, pendekatan keamanan juga harus berubah.

Meski mengingatkan pentingnya tata kelola AI, Nandini justru memuji keberanian perusahaan Indonesia dalam mengadopsi teknologi tersebut.
Menurutnya, perusahaan di Indonesia termasuk yang paling progresif dibanding banyak negara lain.

"Saya terkesan melihat perusahaan Indonesia berani membangun ulang sistem mereka menggunakan AI. Bahkan sektor yang sangat teregulasi seperti perbankan dan kesehatan sudah melangkah lebih cepat. Itu menunjukkan Indonesia berada di depan dibanding banyak negara lain dalam adopsi AI," ujarnya.

Namun, ia mengingatkan langkah berikutnya bukan sekadar memperluas penggunaan AI, melainkan memastikan setiap implementasi memiliki strategi bisnis, tata kelola data, dan keamanan yang kuat agar manfaat AI dapat berkelanjutan.

Iklan Sponsor / Advertisement

Video Pesan Wapres Gibran untuk Generasi Muda: Gunakan AI untuk Belajar


Tinjauan Infrastruktur IT — Redaksi DevNetCUK

BAGIAN INI BUKAN ISI BERITA ASLI DARI DetikInet Teknologi  |  Opini subyektif editorial untuk praktisi IT

Berita Banyak Perusahaan Indonesia Sudah Pakai AI, Tapi Belum Punya Strategi yang dilaporkan oleh DetikInet Teknologi di sektor Teknologi & IT dapat menjadi momentum evaluasi untuk operasional IT di organisasi Anda.

Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Ingin mendalami topik sejenis melalui tutorial & lab hands-on? Kunjungi halaman Pusat Tutorial Jaringan & Infrastruktur IT, atau pelajari penawaran layanan profesional DevNetCUK di halaman Solusi Enterprise kami.

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →
Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!
INDUSTRI IT

Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!

Terdakwa perkara tudingan ijazah palsu Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa menyatakan hijrah dari urusan ijazah Jokowi. Sebenarnya dia sudah...

Baca Selengkapnya →
Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
INDUSTRI IT

Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,69% dalam sepekan hingga ditutup pada level Rp17.897 per dolar AS pada Jumat (7/8/2026).

Baca Selengkapnya →
Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol
INDUSTRI IT

Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melaksanakan apel kebangsaan bertajuk Jaga Jakarta untuk Indonesia di Monas, Jakarta Pus...

Baca Selengkapnya →