4 mnt baca (651 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 07 August 2026, 12:43 WIB

Belajar AI Lewat Sepak Bola, Ternyata Ini Rasanya Jadi Pelatih Tim

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Belajar AI Lewat Sepak Bola, Ternyata Ini Rasanya Jadi Pelatih Tim
Belajar AI Lewat Sepak Bola, Ternyata Ini Rasanya Jadi Pelatih Tim
Iklan Sponsor / Advertisement
Ringkasan editorial DevNetCUK: bagian inti berita bersumber dari DetikInet Teknologi, lalu dilengkapi dengan konteks teknis dan rekomendasi langkah tindak lanjut untuk praktisi infrastruktur IT.

Pengalaman berbeda dirasakan para peserta AWS Summit Jakarta 2026. Di sana, para peserta, termasuk detikINET diajak belajar AI dengan jadi pelatih sepak bola.

Konten asli dari DetikInet Teknologi


Jakarta -

Belajar kecerdasan buatan (AI) biasanya identik dengan menulis kode pemrograman atau memahami teori yang rumit. Namun, pengalaman berbeda dirasakan para peserta AWS Summit Jakarta 2026. Di sana, para peserta, termasuk detikINET diajak menjadi pelatih sepak bola.

Tentu saja bukan melatih pemain sungguhan, melainkan lima AI agent yang bertanding di lapangan virtual. Tugas kami bukan menyusun formasi atau memberi instruksi dari pinggir lapangan, melainkan merangkai sejumlah prompt agar para pemain AI bisa bekerja sama, menyerang, bertahan, hingga mengambil keputusan sendiri saat pertandingan berlangsung.

Pengalaman itu detikINET rasakan saat menjajal Agentic Football Cup (AFC), workshop berbasis game yang baru diluncurkan Amazon Web Services (AWS) untuk mengajarkan konsep AI agent kepada para pengembang.

Di awal sesi, peserta diminta membentuk sebuah tim yang terdiri dari lima AI agent. Masing-masing memiliki peran, perilaku, dan kemampuan pengambilan keputusan yang berbeda. Layaknya seorang pelatih, kami harus menyusun strategi lewat instruksi atau prompt yang akan menjadi 'otak' para pemain AI tersebut.

Menariknya, hasil pertandingan sangat bergantung pada kualitas instruksi yang diberikan. Mengubah satu prompt saja bisa mengubah cara tim bermain, mulai dari pola menyerang, bertahan, hingga cara setiap AI berkoordinasi dengan rekan setimnya.

Alih-alih membaca teori tentang multi-agent AI, kami bisa melihat langsung bagaimana beberapa AI saling berkomunikasi dan mengambil keputusan secara mandiri untuk mencapai tujuan yang sama.

Head of Technology, Singapore Enterprise AWS ASEAN, Joel Garcia, mengatakan pendekatan tersebut sengaja dibuat agar konsep AI agent yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami.

"AI agentik kini beralih dari tahap prototipe ke tahap produksi, dan para pengembang perlu mempelajari cara mengelola beberapa agen yang bekerja sama. Agentic Football Cup memberi mereka kesempatan untuk melakukannya secara hands-on dengan membentuk tim yang terdiri dari lima agen AI, melatih mereka, dan bersaing dengan tim lain," ujar Joel.

Menurut Joel, pembelajaran berbasis permainan juga membantu peserta memahami bagaimana AI agent akan digunakan di dunia nyata. "Ini adalah cara belajar berbasis permainan untuk memahami bagaimana agen-agen tersebut bekerja, serta keterampilan apa saja yang dibutuhkan untuk mengarahkan dan melatih mereka di tahap produksi," lanjutnya.

Belajar AI Lewat Pertandingan

Agentic Football Cup merupakan kompetisi global yang menggunakan Amazon Bedrock AgentCore sebagai fondasi untuk membangun sistem multi-agent AI.

Dalam workshop ini, peserta belajar bagaimana beberapa AI agent dapat saling memahami konteks, berkomunikasi, serta bekerja sama menyelesaikan tujuan yang sama-konsep yang kini mulai banyak diterapkan dalam berbagai aplikasi AI modern.

Setelah tim selesai dibangun, peserta dapat mengadu strategi melawan tim lain. Bukan kemampuan bermain bola yang menentukan kemenangan, melainkan bagaimana setiap AI agent diberi instruksi agar mampu bekerja sebagai satu kesatuan.

Kompetisi ini juga membuka kesempatan bagi para peserta untuk melaju ke grand final yang akan digelar di ajang AWS re:Invent 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat. Juara utama akan membawa pulang hadiah sebesar USD 50 ribu atau sekitar Rp 900 juta.

Iklan Sponsor / Advertisement

AWS menyebut pendekatan belajar berbasis game bukan hal baru. Sejak 2018, lebih dari 560 ribu pengembang telah mengikuti berbagai kompetisi AI dan machine learning seperti AWS DeepRacer dan AWS AI League. Kini, konsep tersebut diperluas untuk membantu para pengembang memahami era baru AI agent melalui pengalaman langsung.

Video AI Bikin Konsumsi Air Dunia Melejit: Dampaknya Bisa Kekeringan!

ins>

Tinjauan Infrastruktur IT — Redaksi DevNetCUK

BAGIAN INI BUKAN ISI BERITA ASLI DARI DetikInet Teknologi  |  Opini subyektif editorial untuk praktisi IT

Berita Belajar AI Lewat Sepak Bola, Ternyata Ini Rasanya Jadi Pelatih Tim yang dilaporkan oleh DetikInet Teknologi di sektor Teknologi & IT dapat menjadi momentum evaluasi untuk operasional IT di organisasi Anda.

Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Ingin mendalami topik sejenis melalui tutorial & lab hands-on? Kunjungi halaman Pusat Tutorial Jaringan & Infrastruktur IT, atau pelajari penawaran layanan profesional DevNetCUK di halaman Solusi Enterprise kami.

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →
Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!
INDUSTRI IT

Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!

Terdakwa perkara tudingan ijazah palsu Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa menyatakan hijrah dari urusan ijazah Jokowi. Sebenarnya dia sudah...

Baca Selengkapnya →
Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
INDUSTRI IT

Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,69% dalam sepekan hingga ditutup pada level Rp17.897 per dolar AS pada Jumat (7/8/2026).

Baca Selengkapnya →
Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol
INDUSTRI IT

Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melaksanakan apel kebangsaan bertajuk Jaga Jakarta untuk Indonesia di Monas, Jakarta Pus...

Baca Selengkapnya →