4 mnt baca (671 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 07 August 2026, 00:45 WIB

Belum Reda Kasus Nakes Nirempati, Postingan 'BPJS Cuma 1%' Bikin Murka

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Belum Reda Kasus Nakes Nirempati, Postingan 'BPJS Cuma 1%' Bikin Murka
Belum Reda Kasus Nakes Nirempati, Postingan 'BPJS Cuma 1%' Bikin Murka
Iklan Sponsor / Advertisement
Ringkasan editorial DevNetCUK: bagian inti berita bersumber dari DetikInet Teknologi, lalu dilengkapi dengan konteks teknis dan rekomendasi langkah tindak lanjut untuk praktisi infrastruktur IT.

Belum reda kasus nakes nirempati, postingan soal iuran BPJS cuma 1% kembali memicu kemarahan dan kritik tajam warganet.

Konten asli dari DetikInet Teknologi


Jakarta -

Belum reda polemik komentar nirempati tenaga kesehatan (nakes) terhadap postingan Yurizal, media sosial kembali diramaikan unggahan terkait pelayanan kesehatan. Kali ini, postingan yang menyinggung iuran BPJS Kesehatan dan potongan gaji peserta menuai kemarahan warganet.

Unggahan tersebut berasal dari akun Nakesindo di Threads. Dalam postingannya, akun tersebut menyoroti peserta BPJS Kesehatan yang merasa telah membayar iuran melalui potongan gaji.

"Buat yang selalu bilang, BPJS kami bayar, dipotong gaji. Halo... berapa sih yang dipotong gajimu? Cuma 1 persen. Artinya gajimu Rp 5 juta cuma dipotong Rp 50 ribu," tulis akun tersebut.

Postingan itu kemudian membandingkan nominal tersebut dengan biaya makan di kafe. Disebutkan bahwa uang Rp 50 ribu bahkan belum tentu cukup untuk makan lima orang di kafe, sementara iuran BPJS dapat memberikan perlindungan kesehatan bagi peserta dan keluarganya.

Akun tersebut turut menyinggung biaya pengobatan yang dapat ditanggung BPJS Kesehatan, termasuk cuci darah yang membutuhkan biaya besar.

"Jangan merasa hebat kali gaji dipotong," tulisnya.

Unggahan tersebut juga menyebut peserta BPJS, baik PBI, pekerja penerima upah, ASN, TNI-Polri maupun pejabat, tetap harus mengikuti prosedur dan aturan pelayanan yang berlaku, termasuk mekanisme rujukan.

View on Threads

Postingan BPJS Cuma 1% Bikin Warganet Murka

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan dan menuai kritik warganet, baik di Thread maupun X. Nada yang digunakan dalam postingan dinilai meremehkan peserta BPJS yang membayar iuran melalui pemotongan gaji.

Kontroversi semakin menjadi perhatian karena muncul ketika publik masih menyoroti kasus komentar nirempati sejumlah nakes terhadap pasien di media sosial.

Sejumlah warganet mengingatkan agar diskusi mengenai BPJS Kesehatan tidak justru membenturkan tenaga kesehatan dengan pasien.

Salah satunya akun @drg.mirza yang mempertanyakan waktu dan cara penyampaian postingan tersebut.

"Silakan membahas ini, tapi di waktu yang tepat dan TIDAK PERLU ada kalimat yang membenturkan antara medis/nakes dengan pasien. Saat ini kondisi sedang panas, apakah cukup bijak membuat utas dengan kalimat seperti itu? Coba dipikirkan kembali dengan logika yang sehat," tulisnya.

Kritik serupa bermunculan di kolom komentar. Sebagian warganet menilai persoalan iuran BPJS tidak bisa hanya dilihat dari besar persentase potongan gaji.

"Cuma mau bilang ke Warga thread akun ini sedikitpun tidak mewakili para nakes ya, gw sebagai dokter pun 'jijik' melihat utasnya," kata @4li_syahab.

"Nah ini dia pemikiran tolol. Yg namanya BPJS kan memang sistemnya subsidi silang. Jd mau yg dipotong juga cuma 0.1% pun udah jd hak setiap orang yg bayar BPJS. Kl mau complaint, ya complaint lah ke yg bikin regulation gmn sih," ujar @KhloellaDeVil.

"Lah si pekok, darimana itungannya cuma 50rb udah ngecover semuanya??? bpjs kelas 3 aja iurannya 35rb/orang. Kalo 1 KK ada 6 orang ya lu kali aja 35rb x 6 = 210rb. Belum bpjs kelas 2, kelas 1 kan beda iuran nya. Jangan asal ngebacot. Berobat pun disamain sama ke cafe, sakit lu!" ucap @nadyadelia.

Iklan Sponsor / Advertisement

Banyak warganet turut menyinggung pengalaman peserta ketika menggunakan BPJS Kesehatan, mulai dari antrean hingga prosedur rujukan yang harus dilalui. Karena itu, banyak yang menilai pemilihan kata dan cara menyampaikan kritik menjadi penting, terlebih isu pelayanan kesehatan sedang menjadi perhatian publik.

"Oohh udah ketauan arahnya. Nyenggol konflik horizontal ya, biar nakes dan tendik pada jadi musuh bersama masyarakat, biar mereka tetap digaji kecil. Masyarakat uangnya diperas, nakes dan tendik gaji tetap kecil, yang kaya pejabat2nya dan komisaris2nya (apalagi pejabat bpjs nya)," kata @J0YCELLINE.

Video Catatan Dewas: 58,32 Juta Kepesertaan BPJS Tercatat Nonaktif

ins>

Tinjauan Infrastruktur IT — Redaksi DevNetCUK

BAGIAN INI BUKAN ISI BERITA ASLI DARI DetikInet Teknologi  |  Opini subyektif editorial untuk praktisi IT

Berita Belum Reda Kasus Nakes Nirempati, Postingan 'BPJS Cuma 1%' Bikin Murka yang dilaporkan oleh DetikInet Teknologi di sektor Teknologi & IT dapat menjadi momentum evaluasi untuk operasional IT di organisasi Anda.

Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Ingin mendalami topik sejenis melalui tutorial & lab hands-on? Kunjungi halaman Pusat Tutorial Jaringan & Infrastruktur IT, atau pelajari penawaran layanan profesional DevNetCUK di halaman Solusi Enterprise kami.

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →
Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!
INDUSTRI IT

Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!

Terdakwa perkara tudingan ijazah palsu Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa menyatakan hijrah dari urusan ijazah Jokowi. Sebenarnya dia sudah...

Baca Selengkapnya →
Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
INDUSTRI IT

Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,69% dalam sepekan hingga ditutup pada level Rp17.897 per dolar AS pada Jumat (7/8/2026).

Baca Selengkapnya →
Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol
INDUSTRI IT

Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melaksanakan apel kebangsaan bertajuk Jaga Jakarta untuk Indonesia di Monas, Jakarta Pus...

Baca Selengkapnya →