
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) hanya akan berfokus pada operasional site yang telah tersedia. Sementara itu, belum ada rencana membangun BTS baru dalam waktu dekat.
"Kalau 2026 saat ini posisi bakti tetap untuk melakukan opex pada lokasi-lokasi eksisting, belum ada rencana untuk pembangunan baru, hanya untuk relokasi aja," kata Direktur Utama Bakti Kementerian Komdigi, Fadhilah Mathar, saat acara Bakti Media Connect 2026, di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Dia menambahkan pembangunan BTS telah selesai 2025. Karena tahun 2026 juga sudah akan selesai, pembangunan baru tidak akan terkejar.
"Kalau kita paksa dengan saat ini sudah bulan misalnya Agustus, Oktober, nanti awalnya tidak terkejar, apalagi suasana di Papua kan on-off," ucapnya.
Menurutnya membangun BTS tidak terlalu mudah. Selain itu, pembangunan juga membutuhkan sumber daya yang dibutuhkan terdiri dari banyak sisi termasuk keuangan negara dan juga waktu.
Fadhilah juga kembali merujuk pada sumber daya saat ditanya apakah akan mulai membangun BTS tahun 2027 mendatang.
"Kita lihat resources dulu," ujarnya.
Sejauh ini, 83 ribu desa sudah tercover oleh jaringan 4G. Sekitar 2.000 desa atau wilayah permukiman belum tercover jaringan.
Menurutnya, desa yang masih blankspot tersebar di berbagai provinsi Indonesia. Namun sebagian besar berada di Papua.
Sebelumnya BAKTI hampir membangun 100-an site. Namun kendala keamanan membuat proses pembangunan sulit dilakukan padahal semua alat dan towernya sudah berada di lokasi.
"Tapi karena proses sangat sulit dan masalah keamanan akhirnya ada beberapa puluh situs yang kita akhirnya tidak bisa melanjutkan," kata Fadhilah.
[Gambas:Video CNBC]