4 mnt baca (676 kata)
| |
INDUSTRI IT 12 August 2026, 01:15 WIB

China Balas Dendam, Respons Amerika Tidak Terduga

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
China Balas Dendam, Respons Amerika Tidak Terduga
China Balas Dendam, Respons Amerika Tidak Terduga

China membalas pembatasan teknologi AS. FCC melarang impor perangkat dari China, sedangkan Beijing merespons dengan kontrol ekspor.

Iklan Sponsor / Advertisement
Foto kolase bendera Amerika Serikat dan China. IREUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Foto: Foto kolase bendera Amerika Serikat dan China. IREUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - China mulai membalas serangkaian pembatasan teknologi yang dilakukan Amerika Serikat. Namun, Washington tidak sedikitpun melakukan pelonggaran. Mereka malah diperkirakan akan terus meningkatkan tekanan terhadap rantai pasok teknologi China.

Dalam beberapa bulan terakhir, lembaga yang selama ini lebih dikenal mengurus lelang spektrum dan perizinan stasiun televisi, yakni Federal Communications Commission (FCC), muncul sebagai ujung tombak kebijakan paling agresif pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap China.

Di bawah kepemimpinan Brendan Carr, sekutu Trump, FCC mengambil berbagai langkah untuk menekan apa yang dipandang AS sebagai risiko terhadap rantai pasok dan keamanan nasional.

Mengutip laporan Reuters, FCC melarang impor model baru drone, router, inverter, dan robot asal China. Lembaga itu juga memulai proses untuk memblokir seluruh laboratorium China dari pengujian perangkat elektronik seperti smartphone, kamera, dan komputer yang akan dipasarkan di AS.

Bahkan, FCC kini sedang menyusun aturan yang dapat melarang impor model baru komponen data center asal China. Langkah ini ditujukan untuk melindungi infrastruktur teknologi yang menopang ledakan industri kecerdasan buatan (AI) di Amerika.

Menurut pejabat AS, kebijakan tersebut mendapat dukungan Gedung Putih. Menariknya, FCC disebut berusaha menghindari konfrontasi langsung dengan Beijing dengan menyusun aturan yang menargetkan teknologi tertentu tanpa secara eksplisit menyebut China. Namun, strategi itu kini memicu respons dari Beijing.

Sebelumnya, pada Rabu lalu, China mengumumkan pengetatan kontrol ekspor drone dan teknologi yang ditujukan ke Amerika Serikat. Beijing juga menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan pengujian dan sertifikasi asal AS sebagai respons atas langkah FCC dan kebijakan perdagangan Washington lainnya.

Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan pejabat China sempat berupaya menjalin komunikasi dengan FCC, tetapi upaya tersebut ditolak. FCC menolak berkomentar mengenai pendekatan dari pihak China, sementara Kedutaan Besar China di Washington tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Eskalasi ini terjadi menjelang rencana pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada September mendatang. Keduanya diperkirakan membahas upaya menstabilkan hubungan bilateral yang terguncang akibat perang tarif tahun lalu.

Meski biasanya ada tekanan untuk meredakan ketegangan menjelang pertemuan tingkat tinggi, para ahli keamanan nasional menilai tekanan AS terhadap China akan tetap berlanjut.

"Hanya karena China merespons bukan berarti semua ini tiba-tiba akan berhenti," kata Chris McGuire, mantan pejabat Gedung Putih era Presiden Joe Biden.

Ia menilai pemerintahan AS mulai frustasi karena Washington menganggap China tidak mematuhi kesepakatan-kesepakatan sebelumnya.

Kelanjutan perang tarif

Kementerian Perdagangan China tidak memberikan komentar kepada Reuters mengenai FCC. Sebelumnya, Beijing menentang langkah FCC dengan menyebut kebijakan tersebut bersifat diskriminatif terhadap perusahaan-perusahaan China dan berpotensi mengganggu rantai pasok global, serta berjanji akan mengambil tindakan balasan.

Iklan Sponsor / Advertisement

FCC dan Gedung Putih juga menolak berkomentar. Namun, seorang pejabat AS mengatakan langkah FCC tidak ditujukan kepada negara tertentu.

"Tindakan FCC belakangan ini bersifat global dan tidak menargetkan negara tertentu. Langkah-langkah ini dirancang untuk mendorong reindustrialisasi Amerika dan memastikan keamanan nasional kami," kata pejabat tersebut.

Langkah FCC justru berbeda dengan kebijakan Trump yang lebih luas terhadap China. Setelah perang tarif tahun lalu berakhir dengan gencatan yang rapuh, Trump mengambil beberapa langkah untuk meredakan ketegangan, termasuk melonggarkan pembatasan ekspor chip AI canggih ke China dan menunda persetujuan penjualan senjata senilai US$14 miliar ke Taiwan.

Pejabat dan analis AS menilai FCC menjadi cara Washington mempertahankan tekanan terhadap China tanpa merusak hubungan bilateral secara keseluruhan.

"Saya rasa tidak berlebihan jika mengatakan FCC telah menjadi pusat gravitasi tindakan kompetitif terhadap China pada masa pemerintahan Trump ini," kata Eric Sayers dari American Enterprise Institute.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article China Balas Dendam Makin Kejam, Amerika Sekarang Kena Batunya
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

China Balas Dendam, Respons Amerika Tidak Terduga. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Gemini Tembus 1 Miliar Pengguna, Pertumbuhan AI Google Melesat
TEKNOLOGI & IT

Gemini Tembus 1 Miliar Pengguna, Pertumbuhan AI Google Melesat

Google Gemini tembus 1 miliar pengguna aktif bulanan. Sebanyak 63% pengguna memakai suara dan Gemini menghasilkan lebih dari 150 juta gambar per hari.

Baca Selengkapnya →
Zuckerberg Bela AI dari Isu Kiamat Lapangan Kerja: Tak Perlu Takut
CYBER SECURITY

Zuckerberg Bela AI dari Isu Kiamat Lapangan Kerja: Tak Perlu Takut

CEO Meta Mark Zuckerberg membela pengembangan AI dalam sebuah esai panjang. Ia menekankan pentingnya distribusi teknologi untuk peluang ekonomi.

Baca Selengkapnya →
Bikin Melongo! Koleksi Orang-orang Ini Aneh tapi Bikin Kagum
TEKNOLOGI & IT

Bikin Melongo! Koleksi Orang-orang Ini Aneh tapi Bikin Kagum

Koleksi orang-orang ini dijamin bikin melongo. Barang yang tak biasa dan tak terpikirkan justru dikumpulkan dengan bangga. Intip potretnya!

Baca Selengkapnya →