3 mnt baca (590 kata)
| |
INDUSTRI IT 14 August 2026, 09:50 WIB

China dan Amerika Mendadak Bersatu Serbu Timur Tengah

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
China dan Amerika Mendadak Bersatu Serbu Timur Tengah
China dan Amerika Mendadak Bersatu Serbu Timur Tengah

Uber dan Pony.ai kolaborasi luncurkan 2.000 robotaxi di Eropa dan akan mengekspansi kerja sama ke Timur Tengah. Simak selengkapnya!

Iklan Sponsor / Advertisement
Mobil tanpa pengemudi oleh Apollo Go, layanan robotaxi Baidu, melaju di jalan di Wuhan, provinsi Hubei, Cina, 19 Juli 2024. (REUTERS/Sarah Wu)
Foto: Mobil tanpa pengemudi oleh Apollo Go, layanan robotaxi Baidu, melaju di jalan di Wuhan, provinsi Hubei, Cina, 19 Juli 2024. (REUTERS/Sarah Wu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Meskipun China dan Amerika Serikat (AS) terlibat konflik geopolitik, tetapi industri pengemudian otomatis keduanya ternyata 'rukun'. Hal ini terlihat dari kolaborasi raksasa ride-hailing asal AS, Uber, dengan pengembang sistem kendaraan otonom asal China, Pony.ai.

Uber dan Pony.ai mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran untuk menerjunkan 2.000 unit robotaxi di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Pengumuman yang dirilis pada Jumat (14/8) waktu setempat tersebut, menandai langkah agresif kedua perusahaan setelah sukses meluncurkan layanan robotaxi komersial pertama di Eropa, yakni di Zagreb, ibu kota Kroasia, pada akhir Maret lalu.

Melalui kemitraan teranyar ini, armada kendaraan otonom Pony.ai akan meluncur ke empat kota besar baru di Eropa. Meski begitu, kedua pihak masih merahasiakan daftar kota sasaran serta jadwal pasti peluncurannya.

Perang Ukuran Armada Demi Dominasi Pasar

Skala armada menjadi kunci vital dalam komersialisasi kendaraan otonom. Makin banyak unit yang mengaspal, makin melimpah data yang dapat dikumpulkan untuk membuktikan standar keselamatan kepada regulator, sekaligus memangkas biaya operasional.

Saat ini, Waymo yang merupakan anak usaha Alphabet, masih memimpin takhta robotaxi global dengan armada sekitar 5.000 kendaraan yang beroperasi dominan di AS.

Waymo kini mulai menguji coba layanan di London dan dilaporkan telah mendirikan entitas baru di empat negara anggota Uni Eropa. Tak hanya itu, Waymo juga membidik Tokyo untuk ekspansi globalnya.

Di sisi lain, pemain asal China seperti Baidu Apollo Go dan WeRide juga makin gencar menguji coba layanan otonom mereka di Benua Biru. Menariknya, Uber menjadi mitra strategis di balik ekspansi para raksasa China tersebut.

Sebelumnya, Uber dan WeRide telah berkolaborasi meluncurkan proyek pilot robotaxi pertama di Madrid, Spanyol, serta mengoperasikan layanan serupa di Abu Dhabi dan Dubai.

Tak berhenti di situ, anak usaha Uber di Jepang baru saja menandatangani kesepakatan dengan operator taksi lokal untuk menguji coba robotaxi di Tokyo pada akhir tahun ini.

Ambisi Uber Kuasai Data Otonom Global

Langkah Uber ini mempertegas arah bisnis perusahaan di bawah komando CEO Dara Khosrowshahi. Uber berambisi tidak hanya sekadar menjadi penyedia aplikasi ride-hailing, tetapi juga induk ekosistem kendaraan otonom dunia.

"Tujuan Uber adalah menjadi platform komersialisasi kendaraan otonom terdepan di dunia," tegas Khosrowshahi dalam laporan kinerja keuangan perusahaan.

Iklan Sponsor / Advertisement

Khosrowshahi menambahkan bahwa strategi utama Uber adalah mengumpulkan 'a super set of data', yakni kumpulan data berskala raksasa dari operasional armada globalnya. Data ini nantinya akan dibagikan kepada para mitra teknologi untuk mengakselerasi pengembangan kendaraan masa depan tersebut.

Sementara itu, pelaku pasar kini tengah mencermati laporan keuangan kuartalan Pony.ai yang dijadwalkan meluncur pada Selasa mendatang untuk melihat dampak finansial dari ekspansi agresif ini.

Kemajuan industri robotaxi ini memang merupakan inovasi canggih untuk menggenjot efisiensi dan produktivitas, tetapi juga mendatangkan dampak negatif bagi profesi driver online. Pasalnya, jika taksi-taksi sudah berjalan otomatis tanpa pengemudi, profesi itu tak lagi relevan di masa mendatang.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kiamat Driver Online Makin Dekat, Tandanya Muncul di AS
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

China dan Amerika Mendadak Bersatu Serbu Timur Tengah. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Sony FX5 Diresmikan di Indonesia, Harganya Mulai Rp 85 Juta
TEKNOLOGI & IT

Sony FX5 Diresmikan di Indonesia, Harganya Mulai Rp 85 Juta

Sony Indonesia meluncurkan kamera full-frame terbaru dari keluarga Cinema Line, yakni Sony FX5.

Baca Selengkapnya →
Smart Screen Bikin Siswa Happy, Prabowo Mau Tambah 3 di Semua Sekolah
INDUSTRI IT

Smart Screen Bikin Siswa Happy, Prabowo Mau Tambah 3 di Semua Sekolah

Presiden Prabowo Subianto menambah anggaran pendidikan, menyediakan 3 smart screen per sekolah.

Baca Selengkapnya →
Apa Itu Desil 1 sampai 10? Ini Kriteria dan Cara Cek Lewat Link Resmi
INDUSTRI IT

Apa Itu Desil 1 sampai 10? Ini Kriteria dan Cara Cek Lewat Link Resmi

Pemerintah siapkan pembatasan penyaluran BBM subsidi Pertalite untuk desil 9 dan 10.

Baca Selengkapnya →