4 mnt baca (698 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 13 August 2026, 13:33 WIB

Digitalisasi Bansos Diuji, Hak Masyarakat Mesti Diberi Secara Tepat

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Digitalisasi Bansos Diuji, Hak Masyarakat Mesti Diberi Secara Tepat
Digitalisasi Bansos Diuji, Hak Masyarakat Mesti Diberi Secara Tepat

Pemerintah uji coba digitalisasi perlindungan sosial untuk akurasi penyaluran bantuan. Integrasi data diharapkan mempermudah akses bagi masyarakat yang berhak.

Iklan Sponsor / Advertisement

Jakarta — Pemerintah mulai menguji pemanfaatan teknologi untuk memastikan penyaluran perlindungan sosial (Perlinsos) lebih tepat sasaran. Melalui integrasi data antarinstansi, warga yang berhak menerima bantuan diharapkan tidak lagi terlewat akibat persoalan data maupun proses verifikasi yang panjang.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meninjau langsung uji coba digitalisasi Perlinsos di Desa Donoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (13/8/2026).

Dalam sistem tersebut, Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) menjadi salah satu fondasi yang memungkinkan berbagai sistem elektronik pemerintah saling terhubung dan bertukar data secara aman.

"Teknologi pemerintah bukan sekadar membangun sistem. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi tersebut memudahkan masyarakat dan memastikan hak masyarakat dapat diberikan secara tepat," kata Meutya dikutip dari keterangan tertulis yang diterima detikINET, Kamis (13/8/2026).

Selama ini, salah satu tantangan dalam pelaksanaan perlindungan sosial adalah data yang tersebar di berbagai instansi. Selain belum sepenuhnya terhubung, data juga dapat mengalami perubahan sehingga membutuhkan pembaruan dan verifikasi.

Kondisi tersebut berpotensi membuat proses penyaluran bantuan menjadi panjang dan dalam kasus tertentu menyebabkan warga yang seharusnya menerima perlindungan sosial justru tidak terdata.

Digitalisasi Perlinsos dikembangkan untuk menjawab persoalan tersebut dengan menghubungkan berbagai sumber data pemerintah. Melalui Portal Perlindungan Sosial, masyarakat yang memiliki telepon seluler dan terbiasa menggunakan layanan digital dapat melakukan pendaftaran secara mandiri.

Namun, pemerintah tidak menerapkan pendekatan digital secara penuh tanpa mempertimbangkan kondisi masyarakat. Bagi warga yang belum terbiasa menggunakan layanan digital, pemerintah menyediakan agen Perlinsos untuk membantu proses pendaftaran.

"Jadi, digitalisasi bukan berarti semua harus dilakukan sendiri oleh masyarakat. Bagi yang belum terbiasa menggunakan layanan digital, tetap ada pendampingan," ujar Meutya.

Di balik Portal Perlindungan Sosial, SPLP berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai sistem dan sumber data pemerintah.

Melalui konektivitas tersebut, data dapat digunakan dan dipertukarkan sesuai kebutuhan serta kewenangan masing-masing instansi. Pemanfaatannya tetap harus memperhatikan prinsip pelindungan data pribadi.

Dengan data yang lebih terhubung, pemerintah berharap proses verifikasi kelayakan penerima perlindungan sosial dapat dilakukan secara lebih sederhana dan efisien.

Masyarakat juga tetap memiliki ruang untuk mengajukan permohonan maupun menyampaikan sanggah apabila hasil penilaian kelayakan dinilai belum sesuai. Artinya, digitalisasi tidak hanya mengubah proses administrasi dari manual menjadi elektronik, tetapi juga diarahkan untuk membuat mekanisme pelayanan dan koreksi data menjadi lebih mudah diakses.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meninjau langsung uji coba digitalisasi Perlinsos di Desa Donoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (13/8/2026).Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meninjau langsung uji coba digitalisasi Perlinsos di Desa Donoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Komdigi

Saat meninjau uji coba di Sleman, Meutya berdialog dengan warga mengenai pengalaman menggunakan layanan Perlinsos. Ia juga menyaksikan langsung proses pendaftaran warga yang sebelumnya belum terdaftar dengan bantuan agen Perlinsos.

Disampaikan Meutya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital pemerintah tidak cukup diukur dari keberadaan aplikasi atau sistem baru. Menurutnya, teknologi harus benar-benar diterjemahkan menjadi layanan yang mudah digunakan masyarakat.

"Tujuan akhirnya bukan sekadar membuat layanan bantuan sosial (bansos) menjadi digital. Masyarakat yang berhak tidak boleh terlewat, sedangkan masyarakat yang tidak memenuhi kriteria tidak lagi menerima bantuan," ungkapya.

Iklan Sponsor / Advertisement

Uji coba digitalisasi Perlinsos di Sleman disebutkan alami perkembangan yang cukup besar. Hingga minggu pertama Agustus 2026, sebanyak 61.112 keluarga telah terdaftar dalam Portal Perlindungan Sosial.

Angka tersebut sekaligus menunjukkan bahwa digitalisasi layanan sosial membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, perangkat hingga tingkat desa, agen Perlinsos, dan masyarakat memiliki peran dalam memastikan data yang digunakan tetap akurat.

Bagi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), pemanfaatan SPLP dalam Perlinsos juga menjadi bagian dari pembangunan ekosistem pemerintah digital yang lebih terintegrasi.

SPLP didukung oleh infrastruktur digital pemerintah, termasuk konektivitas, Pusat Data Nasional (PDN), dan Jaringan Intra Pemerintah (JIP). Ekosistem tersebut diharapkan membuat berbagai layanan pemerintah tidak lagi berjalan dalam sistem yang terpisah-pisah.

"Pada akhirnya, teknologi harus bekerja untuk masyarakat. Data yang terhubung harus berujung pada layanan yang lebih mudah, dan layanan yang lebih mudah harus memastikan hak masyarakat diberikan secara cepat, tepat, dan adil," pungkas Menkomdigi.

Video Luhut Beberkan Skema Baru Penyaluran Bansos

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

Digitalisasi Bansos Diuji, Hak Masyarakat Mesti Diberi Secara Tepat. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Orang Belanja 30% Lebih Banyak Saat Scrolling di IG, Facebook dan WA
TEKNOLOGI & IT

Orang Belanja 30% Lebih Banyak Saat Scrolling di IG, Facebook dan WA

Meta mengungkap fakta bahwa orang-orang 30% keluar lebih banyak uang saat scroll di platform Meta yakni Instagram, Facebook dan WhatsApp.

Baca Selengkapnya →
Laptop China Laku Keras Saat Krisis, Pendapatan Naik Drastis
INDUSTRI IT

Laptop China Laku Keras Saat Krisis, Pendapatan Naik Drastis

Lenovo mencatat pertumbuhan pendapatan 43% di tengah krisis chip global, berkat strategi penyesuaian harga dan fokus pada AI hardware.

Baca Selengkapnya →
Pengusaha Ungkap Kriteria Laptop Idaman, Bukan Cuma After-Sales
INDUSTRI IT

Pengusaha Ungkap Kriteria Laptop Idaman, Bukan Cuma After-Sales

Pelaku UKM ungkap alasan pilih laptop MacBook buatan Apple untuk menunjang operasional bisnis. Simak selengkapnya!

Baca Selengkapnya →