4 mnt baca (674 kata)
| |
INDUSTRI IT 12 August 2026, 00:05 WIB

Dikira Ngobrol dengan AI, Ternyata Cuma Satu Orang Balas Chat Seadanya

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
Dikira Ngobrol dengan AI, Ternyata Cuma Satu Orang Balas Chat Seadanya
Dikira Ngobrol dengan AI, Ternyata Cuma Satu Orang Balas Chat Seadanya

ChatTJB, layanan chatbot unik di San Francisco, dikelola oleh manusia, Tucker Bryant.

Iklan Sponsor / Advertisement
Ilustrasi chat. (Dok. Freepik/rawpixel.com / Ake). Sebuah chatbot AI ternyata hanya satu orang operator manusia.
Foto: Ilustrasi chat. (Dok. Freepik/rawpixel.com / Ake)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah layanan chatbot baru mencuri perhatian di San Francisco, Amerika Serikat. Namun, chatbot ini bukan didukung oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), melainkan oleh seorang manusia bernama Tucker Bryant.

Sebuah billboard besar di San Francisco mempromosikan layanan bernama ChatTJB dengan klaim sebagai "leading chatbot interface powered by AI" atau antarmuka chatbot terkemuka yang ditenagai oleh AI. Namun, dalam keterangan kecil di bagian bawah billboard yang sebagian tertutup, AI ternyata bukan berarti artificial intelligence, melainkan "average individual" atau "manusia biasa"

Artinya, setiap percakapan di ChatTJB sebenarnya dilakukan langsung dengan Tucker Bryant, seorang seniman sekaligus mantan karyawan Google.

"Saya baru saja membangun model bahasa besar (LLM) terburuk sepanjang masa, dan ini akan merevolusi segalanya," kata Bryant dalam sebuah video di media sosial, seperti dikutip Futurism, Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan konsep layanan tersebut sebagai "ChatGPT, tetapi di sisi lain hanya ada saya yang memberikan saran buruk. Secara manual."

Di halaman "About", ChatTJB digambarkan sebagai "artisanal intelligence, handcrafted by a single human being" atau kecerdasan buatan tangan yang dibuat oleh satu manusia. Alih-alih menggunakan LLM, layanan ini menyebut dirinya sebagai "single-operator large language experience" (LLE).

Situs tersebut menjelaskan bahwa setiap pertanyaan dijawab melalui proses berpikir biologis seorang manusia.

"Alih-alih mengambil sampel dari model probabilistik, setiap pertanyaan diselesaikan melalui substrat penalaran biologis eksklusif, sehingga menghasilkan jawaban yang sepenuhnya dapat dipahami, tidak sintetis, dan memiliki akuntabilitas pada sumbernya," tulis situs tersebut.

Dalam praktiknya, pengguna mengajukan pertanyaan, lalu Tucker membacanya, memikirkannya, dan membalas ketika sedang bangun dan memiliki motivasi.

Bryant mengatakan proyek ini muncul karena fenomena "cognitive surrender" atau "menyerahkan nalar" ke AI. Istilah tersebut berasal dari penelitian para peneliti di Wharton Business School, University of Pennsylvania, yang menggambarkan kecenderungan pengguna chatbot menyerahkan kemampuan berpikir kritis mereka kepada AI, bahkan ketika jawaban chatbot keliru atau menyesatkan.

"Sekarang kita sudah begitu terbiasa dengan jawaban AI yang terdengar percaya diri, cepat, dan pintar sehingga kita hampir berhenti mempertanyakannya," ujar Bryant.

Ia menegaskan bahwa dirinya bukan anti-AI.

"Yang jelas, saya bukan anti-AI, tetapi sebagian dari kita sudah terlalu jauh sehingga begitu masuk ke antarmuka gelap yang menenangkan itu, melihat animasi kecil saat AI berpikir, dan teks muncul huruf demi huruf, kemampuan berpikir kritis langsung hilang," katanya.

Bryant sengaja membuat ChatTJB menjadi jauh lebih lambat dan tidak nyaman digunakan agar pengguna kembali berpikir sendiri.

"Jawaban saya akan lambat. Kemungkinan besar tidak benar, atau mungkin bisa benar, tetapi akan sangat samar. Anda akan mendapatkan pengalaman yang buruk dengan ChatTJB," ujarnya.

Iklan Sponsor / Advertisement

Selain jawaban teks, ChatTJB juga merespons permintaan pembuatan gambar dengan ilustrasi yang digambar tangan. Situs tersebut juga mencantumkan peringatan bahwa layanan ini merupakan "karya satir dan proyek seni publik", bukan peluang investasi sungguhan.

Bagi pengguna yang ingin membantu Bryant membayar biaya billboard, layanan tersebut menawarkan langganan **Pro**. Bryant berharap pengalaman yang sengaja dibuat merepotkan itu dapat mengubah cara orang memandang chatbot AI.

"Saya ingin Anda mengalami pengalaman yang sangat tidak nyaman dengan sesuatu yang secara estetika terlihat seperti kecerdasan buatan sehingga ketika nanti sebuah LLM memberi jawaban yang terdengar masuk akal, Anda ingat saat ChatTJB menjawab pertanyaan pajak Anda dengan haiku tentang burung gagak," katanya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman itu diharapkan membuat orang lebih sering berhenti sejenak dan mengingat bahwa kemampuan chatbot menjawab dengan lancar bukan alasan untuk berhenti berpikir.

"Evolusi berikutnya dalam kecerdasan buatan adalah absurditas manusia," kata Bryant.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article Profesi Tercela Ini Terancam Punah, Penggantinya Jauh Lebih Jahat
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

Dikira Ngobrol dengan AI, Ternyata Cuma Satu Orang Balas Chat Seadanya. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Zuckerberg Bela AI dari Isu Kiamat Lapangan Kerja: Tak Perlu Takut
CYBER SECURITY

Zuckerberg Bela AI dari Isu Kiamat Lapangan Kerja: Tak Perlu Takut

CEO Meta Mark Zuckerberg membela pengembangan AI dalam sebuah esai panjang. Ia menekankan pentingnya distribusi teknologi untuk peluang ekonomi.

Baca Selengkapnya →
Bikin Melongo! Koleksi Orang-orang Ini Aneh tapi Bikin Kagum
TEKNOLOGI & IT

Bikin Melongo! Koleksi Orang-orang Ini Aneh tapi Bikin Kagum

Koleksi orang-orang ini dijamin bikin melongo. Barang yang tak biasa dan tak terpikirkan justru dikumpulkan dengan bangga. Intip potretnya!

Baca Selengkapnya →
China Balas Dendam, Respons Amerika Tidak Terduga
INDUSTRI IT

China Balas Dendam, Respons Amerika Tidak Terduga

China membalas pembatasan teknologi AS. FCC melarang impor perangkat dari China, sedangkan Beijing merespons dengan kontrol ekspor.

Baca Selengkapnya →