3 mnt baca (537 kata)
| |
INDUSTRI IT 14 August 2026, 14:00 WIB

Dunia Dihantam Krisis Besar, China Makin Tangguh Tendang Amerika

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
Dunia Dihantam Krisis Besar, China Makin Tangguh Tendang Amerika
Dunia Dihantam Krisis Besar, China Makin Tangguh Tendang Amerika

Produsen chip China, YMTC, raih rekor dengan mengalahkan Micron dalam pangsa pasar NAND flash global. Simak selengkapnya!

Iklan Sponsor / Advertisement
Bendera Tiongkok dan AS ditampilkan pada papan sirkuit cetak dengan chip semikonduktor. (REUTERS/Florence Lo//File Photo)
Foto: Bendera Tiongkok dan AS ditampilkan pada papan sirkuit cetak dengan chip semikonduktor. (REUTERS/Florence Lo//File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen chip memori asal China, Yangtze Memory Technologies Co. (YMTC), mencetak rekor sejarah di industri semikonduktor global. YMTC sukses menggusur raksasa asal Amerika Serikat (AS), Micron Technology, dari segi pangsa pasar (market share) NAND flash pada kuartal II-2026.

Kinerja moncer ini terjadi ketika dunia sedang menghadapi krisis kelangkaan chip memori, imbas lonjakan permintaan chip untuk kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Laporan Memory & Storage Tracker dari Counterpoint Research mencatat, YMTC berhasil menguasai 14% pangsa pasar NAND flash dunia. Angka ini membawa YMTC menembus posisi tiga besar dunia untuk pertama kalinya, sekaligus mengalahkan Micron dan menggeser Kioxia dengan selisih tipis, dikutip dari Toms Hardware, Jumat (14/8/2026).

Saat ini, posisi puncak masih dihuni Samsung dengan pangsa pasar 25%, disusul SK Hynix di posisi kedua sebesar 22%. Sementara itu, Micron harus rela terlempar mengisi posisi akhir di jajaran lima besar (Top 5).

China Manfaatkan Peluang Saat Krisis

Keberhasilan YMTC merebut market share terjadi di tengah pergeseran peta industri. Pesaing utama seperti Samsung memilih memangkas volume produksi NAND demi mengejar margin profit yang lebih tinggi di sektor DRAM. Di saat yang sama, Kioxia menghadapi penundaan pembelian dari konsumen akibat lonjakan harga.

Di tengah lonjakan harga kontrak NAND sebesar 75% hanya dalam satu kuartal, YMTC mengambil langkah agresif dengan mengguyur pasar konsumen lewat produk-produk berharga kompetitif.

Hasilnya, volume pengiriman (shipment) YMTC meroket 22% secara tahunan (year-on-year/YoY) dan naik 5% secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ). Penjualan ini didorong oleh keberhasilan produksi massal 3D NAND 267-layer berteknologi Xtacking, serta pengembangannya yang kini sudah mendatangi level 300 layer.

Eksistensi pabrikan China ini dipastikan kian tebal. Pabrik (fab) ketiga YMTC di Wuhan dilaporkan telah lolos ambang batas 50% penggunaan peralatan domestik yang ditetapkan Beijing, dan siap berproduksi secara penuh pada akhir tahun ini.

Iklan Sponsor / Advertisement

Terganjal Sanksi Amerika

Meski unggul telak dari segi volume pengiriman dan market share atas Micron, YMTC masih kalah dari sisi pendapatan (revenue). YMTC berada di peringkat kelima dalam hal nilai pendapatan karena mayoritas produknya mengalir ke segmen pasar konsumen ritel, yang harganya jauh lebih murah dibandingkan SSD kelas enterprise untuk server data.

Langkah YMTC mengeruk untung di pasar server global terhalang oleh kebijakan AS yang memasukkannya ke dalam Entity List sejak Desember 2022. Sanksi ini mengunci akses YMTC dari sertifikasi server negara-negara Barat.

Guna mempertahankan takhtanya di peringkat tiga besar, Counterpoint menyebut YMTC bakal mulai mengalihkan fokus ke produk eSSD (enterprise) pada paruh kedua tahun ini, yang disokong penuh oleh suntikan modal domestik China.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article Terigur Duit AI, Pabrik Toilet Sekarang Mau Bisnis Chip
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

Dunia Dihantam Krisis Besar, China Makin Tangguh Tendang Amerika. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
TTArtisan Rilis Lensa Neo Series: Unik Tanpa Ring Fokus
TEKNOLOGI & IT

TTArtisan Rilis Lensa Neo Series: Unik Tanpa Ring Fokus

TTArtisan resmi meluncurkan lini lensa autofocus terbarunya, Neo Series, untuk pasar Indonesia melalui distributor PT Denka Pratama Indonesia.

Baca Selengkapnya →
Onic Datangkan Pemain Free Fire Filipina, Ini Tanggapan RRQ dan Evos
TEKNOLOGI & IT

Onic Datangkan Pemain Free Fire Filipina, Ini Tanggapan RRQ dan Evos

Ada pemandangan menarik dari salah satu tim Free Fire asal Indonesia yang bermain di FFWS SEA 2026 Fall. Onic menjadi satu-satunya tim yang punya pemain asing.

Baca Selengkapnya →
Telkomsel dan Pemprov Bali Perkuat Numerasi dengan Teknologi AI
TEKNOLOGI & IT

Telkomsel dan Pemprov Bali Perkuat Numerasi dengan Teknologi AI

Telkomsel berkolaborasi dengan lembaga pendidikan di Bali untuk tingkatkan kemampuan numerasi guru dan siswa melalui teknologi AI dan ekosistem digital.

Baca Selengkapnya →