5 mnt baca (822 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 07 August 2026, 04:39 WIB

Ekosistem Digital Jadi Mesin Baru Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Ekosistem Digital Jadi Mesin Baru Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%
Ekosistem Digital Jadi Mesin Baru Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%
Iklan Sponsor / Advertisement
Ringkasan editorial DevNetCUK: bagian inti berita bersumber dari DetikInet Teknologi, lalu dilengkapi dengan konteks teknis dan rekomendasi langkah tindak lanjut untuk praktisi infrastruktur IT.

Pemerintah fokus pada penguatan ekosistem digital untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8%. Strategi mencakup talenta, investasi, dan keamanan siber.

Konten asli dari DetikInet Teknologi


Jakarta -

Pemerintah menegaskan penguatan ekosistem digital menjadi salah satu strategi utama untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur digital, tetapi juga mencakup pengembangan talenta, investasi teknologi, pusat data (data center), hingga penguatan keamanan siber.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembangunan ekosistem digital merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia memiliki fondasi ekonomi digital yang kuat sekaligus mampu bersaing di tingkat global.

Disampaikan Airlangga, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah ketersediaan sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur digital, tetapi juga memperkuat ekosistem talenta agar kebutuhan industri dapat dipenuhi oleh tenaga kerja dalam negeri.

"Karena tanpa ekosistem talenta, semikonduktor atau yang lainnya tidak akan jalan. Kita tidak ingin talenta yang akan mengisi digital harus outsource lagi dari luar negeri," kata Airlangga dikutip dari keterangan tertulis, seperti dilansir Jumat (7/8/2026).

Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah telah menggandeng salah satu perguruan tinggi terkemuka di India untuk membuka kampus di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pencetakan talenta digital yang dibutuhkan industri nasional.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong masuknya investasi teknologi yang tidak hanya membawa modal, tetapi juga transfer pengetahuan dan inovasi.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan penguatan ekosistem digital nasional dibangun melalui enam strategi utama. Strategi tersebut meliputi pemerataan konektivitas, pengembangan talenta digital, penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan investasi, penyempurnaan regulasi, serta penciptaan iklim usaha yang sehat.

"Kita butuh investasi yang bukan hanya kapital tetapi juga pengetahuan. Kita butuh teknologi yang inovatif, aman, dan bertanggung jawab. Semua investasi ini harus bermuara pada satu tujuan, yaitu memastikan teknologi tidak hanya menghubungkan Indonesia, tetapi juga melindungi hak masyarakat dan memperkuat masa depan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Sarwoto Atmosutarno, menilai Indonesia juga perlu melakukan lompatan teknologi agar tidak tertinggal dari negara lain. Menurutnya, percepatan implementasi jaringan 5G, pengembangan jaringan satelit berbasis non-terrestrial network (NTN), adopsi teknologi kriptografi kuantum, hingga peningkatan kapasitas data center menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi ditunda.

"Indonesia harus loncat segera ke 5G, loncat ke kripto kuantum, kemudian loncat juga ke satelit non-terrestrial network. Kita juga harus mempercepat penyediaan data center yang kapasitasnya memenuhi kebutuhan nasional," kata Sarwoto.

Penguatan ekosistem digital juga dinilai harus dibarengi dengan peningkatan keamanan siber. Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi, mengatakan ancaman siber kini semakin kompleks dan sebagian besar justru berasal dari kerentanan internal, seperti kebocoran kredensial, malware, hingga kesalahan manusia.

Menurutnya, penerapan teknologi harus dibangun dengan pendekatan security by design dan resilient by architecture, disertai kolaborasi antarlembaga dalam berbagi informasi ancaman siber.

Berbagai strategi tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 yang digelar pada 5-6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Mengusung tema "Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat", forum yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhakti Postel ke-81 itu mempertemukan pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, asosiasi, dan investor untuk membahas pengembangan ekosistem digital nasional.

Ketua Pelaksana Hari Bhakti Postel ke-81 Tahun 2026, Theodorus Wintoko, menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhakti Postel merupakan refleksi perjalanan panjang sektor pos dan telekomunikasi Indonesia sekaligus momentum untuk memperkuat peran teknologi dalam pembangunan nasional.

Khusus untuk kegiatan DTI-CX 2026 yang menjadi pembuka rangkaian kegiatan Hari Bhakti Postel ke-81, diharapkannya menjadi katalisator perkembangan ekosistem digital di Indonesia, melalui sinergi yang kuat antar-pemangku kepentingan. Event ini tidak hanya menjadi ajang konferensi dan pameran teknologi, tetapi juga menjadi ruang strategis yang mempertemukan para pelaku industri, inovator hingga pemerintah.

Iklan Sponsor / Advertisement

"Saya lihat event ini luar biasa, khususnya sambutan dari peserta dan juga concern dari pemerintah untuk mendukung kemajuan industri telekomunikasi ataupun industri telco di Indonesia. Terutama dukungan-dukungan dan insentif yang diberikan pada seluruh ekosistem telco di Indonesia. Opportunity for improvement untuk pelaku industri besar sekali, dan kita tidak terlepas dari competitiveness di regional maupun di global," ungkap pria yang biasa disapa Teddy tersebut.

Penyelenggara menargetkan lebih dari 13.000 peserta menghadiri DTI-CX 2026, dengan ratusan pembicara dari dalam dan luar negeri serta ratusan perusahaan teknologi yang memamerkan inovasi di bidang kecerdasan buatan (AI), cloud computing, data center, keamanan siber, hingga infrastruktur digital.

NeutraDC Raih Penghargaan Ekosistem Digital Detikcom Awards 2025 Berkat Inovasi Data Center


Tinjauan Infrastruktur IT — Redaksi DevNetCUK

BAGIAN INI BUKAN ISI BERITA ASLI DARI DetikInet Teknologi  |  Opini subyektif editorial untuk praktisi IT

Berita Ekosistem Digital Jadi Mesin Baru Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8% yang dilaporkan oleh DetikInet Teknologi di sektor Teknologi & IT dapat menjadi momentum evaluasi untuk operasional IT di organisasi Anda.

Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Ingin mendalami topik sejenis melalui tutorial & lab hands-on? Kunjungi halaman Pusat Tutorial Jaringan & Infrastruktur IT, atau pelajari penawaran layanan profesional DevNetCUK di halaman Solusi Enterprise kami.

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →
Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!
INDUSTRI IT

Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!

Terdakwa perkara tudingan ijazah palsu Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa menyatakan hijrah dari urusan ijazah Jokowi. Sebenarnya dia sudah...

Baca Selengkapnya →
Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
INDUSTRI IT

Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,69% dalam sepekan hingga ditutup pada level Rp17.897 per dolar AS pada Jumat (7/8/2026).

Baca Selengkapnya →
Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol
INDUSTRI IT

Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melaksanakan apel kebangsaan bertajuk Jaga Jakarta untuk Indonesia di Monas, Jakarta Pus...

Baca Selengkapnya →