3 mnt baca (527 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 06 August 2026, 14:20 WIB

Electronic Arts Resmi Diakusisi Arab Saudi Senilai Rp 985 Triliun

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Electronic Arts Resmi Diakusisi Arab Saudi Senilai Rp 985 Triliun
Electronic Arts Resmi Diakusisi Arab Saudi Senilai Rp 985 Triliun
Iklan Sponsor / Advertisement
Ringkasan editorial DevNetCUK: bagian inti berita bersumber dari DetikInet Teknologi, lalu dilengkapi dengan konteks teknis dan rekomendasi langkah tindak lanjut untuk praktisi infrastruktur IT.

Akuisisi yang dilakukan Arab Saudi terhadap Electronic Arts senilai Rp 985 triliun akhirnya rampung. Kini, pemilik mayoritasnya PIF.

Konten asli dari DetikInet Teknologi


Jakarta -

Akuisisi yang dilakukan oleh Arab Saudi terhadap Electronic Arts senilai USD 55 miliar atau sekitar 985 triliun akhirnya rampung. Kini, pemilik mayoritas raksasa video game pemilik EA Sports FC ini ialah Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF).

Setelah Electronic Arts diakuisisi, mereka tidak lagi diperdagangkan di Nasdaq. Hal ini mengingat, statusnya sekarang bukan lagi sebagai perusahaan publik, tetapi tertutup (private company).

Sang CEO, Andrew Wilson, pun melakukan sedikit perubahan pada posisi tinggi di perusahaannya. Dirinya telah menunjuk Cam Weber sebagai kepala divisi studio yang sebelumnya diisi Laura Miele. Lalu David Tinson dipercaya menjadi COO. Keduanya juga diangkat sebagai presiden perusahaan.

"Memimpin fase selanjutnya ini membutuhkan kreativitas yang berani dan eksekusi yang luar biasa. Kami memiliki tim kepemimpinan yang sangat berpengalaman di seluruh perusahaan, dan seiring dengan terus berkembangnya peluang kami, saya sangat antusias untuk bermitra dengan Cam dan David," tulis Wilson dalam memo kepada karyawan, dilansir Games Industry, Kamis (6/8/2026).

Menurut tWilson, kedua orang itu telah membantu EA melalui beberapa momen paling transformatif. Cam dan David dinilai memiliki pengalaman, kerendahan hari, dan komitmen yang dalam kepada tim serta para penggemar game besutan Electronic Arts.

"Saat kita memulai babak selanjutnya ini, saya lebih optimis dari sebelumnya tentang apa yang akan kita ciptakan bersama. Peluang di depan sangat luar biasa, dan akan diwujudkan oleh kreativitas, ambisi, dan keyakinan kita pada apa yang mungkin," tegas Wilson.

Sebenarnya kabar akuisisi yang dilakukan Arab Saudi terhadap Electronic Arts sudah diumumkan pada tanggal 29 September 2025. Prosesnya pembelian ini dipimpin oleh konsorsium investor, termasuk PIF Arab Saudi, Silver Lake, dan Affinity Partners. Sebulan setelahnya, para pemegang saham Electronic Arts menyetujui akuisisi tersebut.

"Sebagai investor minoritas di perusahaan ini selama lebih dari lima tahun, kami memiliki pemahaman mendalam tentang platform unik EA, waralaba olahraga dan game global yang besar, serta kekayaan intelektual (IP) yang ikonik," kata wakil gubernur PIF Arab Saudi dan kepala investasi internasional, Turqi Alnowaiser.

"Hiburan dan olahraga adalah area fokus strategis utama bagi PIF, dan termasuk di antara sektor yang paling cepat berkembang dan berevolusi di seluruh dunia. Bersama-sama, Konsorsium ini memiliki posisi unik untuk menjadi mitra jangka panjang bagi tim manajemen EA dalam mendorong pertumbuhan dan inovasi berkelanjutan bagi EA dan industri ini," tambahnya.

Sedikit informasi, PIF membeli saham Electronic Arts senilai lebih dari USD 3 miliar pada 2021. Dua tahun kemudian, tepatnya 2023, mereka meningkatkan kepemilikannya sebesar 55%.

Iklan Sponsor / Advertisement

Video Rencana Akuisisi Versace oleh Prada di Tengah Pelik Tarif Baru Trump


Tinjauan Infrastruktur IT — Redaksi DevNetCUK

BAGIAN INI BUKAN ISI BERITA ASLI DARI DetikInet Teknologi  |  Opini subyektif editorial untuk praktisi IT

Berita Electronic Arts Resmi Diakusisi Arab Saudi Senilai Rp 985 Triliun yang dilaporkan oleh DetikInet Teknologi di sektor Teknologi & IT dapat menjadi momentum evaluasi untuk operasional IT di organisasi Anda.

Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Ingin mendalami topik sejenis melalui tutorial & lab hands-on? Kunjungi halaman Pusat Tutorial Jaringan & Infrastruktur IT, atau pelajari penawaran layanan profesional DevNetCUK di halaman Solusi Enterprise kami.

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →
Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!
INDUSTRI IT

Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!

Terdakwa perkara tudingan ijazah palsu Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa menyatakan hijrah dari urusan ijazah Jokowi. Sebenarnya dia sudah...

Baca Selengkapnya →
Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
INDUSTRI IT

Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,69% dalam sepekan hingga ditutup pada level Rp17.897 per dolar AS pada Jumat (7/8/2026).

Baca Selengkapnya →
Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol
INDUSTRI IT

Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melaksanakan apel kebangsaan bertajuk Jaga Jakarta untuk Indonesia di Monas, Jakarta Pus...

Baca Selengkapnya →