3 mnt baca (498 kata)
| |
INDUSTRI IT 10 August 2026, 09:45 WIB

Gen Z Kompak Tinggalkan Smartphone, Kompak Pindah ke Penggantinya

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
Gen Z Kompak Tinggalkan Smartphone, Kompak Pindah ke Penggantinya
Gen Z Kompak Tinggalkan Smartphone, Kompak Pindah ke Penggantinya

Generasi Z mulai beralih dari smartphone ke ponsel jadul untuk mengurangi kecanduan media sosial. Simak selengkapnya!

Iklan Sponsor / Advertisement
Dumphone 2. (Dok. dumbwireless)
Foto: Dumphone 2. (Dok. dumbwireless)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebanyakan anak muda atau Generasi Z (Gen Z) mulai meninggalkan kecanggihan teknologi masa kini. Salah satunya, mereka menukar smartphone dengan ponsel jadul (dumbphone).

Fenomena ini terjadi karena para anak muda tersebut ingin menghentikan kebiasaan berlama-lama di media sosial. Aktivitas scrolling di platform digital kerap dihubungkan dengan dampak buruk pada kesehatan mental.

Kebiasaan tersebut juga terlihat dalam beberapa laporan. Pew Research, misalnya, mencatat setengah dari orang dewasa di AS mengakses platform seperti YouTube dan Facebook setidaknya sekali sehari pada tahun lalu. Sementara itu, American Psychological Association mencatat rata-rata remaja AS menghabiskan hampir lima jam sehari di media sosial.

Salah satu orang yang rela mengorbankan smartphone demi meninggalkan kebiasaan scrolling media sosial adalah Kendall Schrohe (23). Perempuan asal Washington D.C. itu mengaku telah melakukan banyak percobaan selama bertahun-tahun untuk mengurangi penggunaan ponselnya.

Ia mengaku butuh tindakan ekstrem untuk bisa melepas kebiasaan tersebut. Hingga akhirnya, ia mengikuti program dari perusahaan bernama Month Offline untuk meninggalkan smartphone selama 30 hari dan beralih ke kegiatan secara offline.

Kini, ia menggunakan ponsel lipat (flip phone) dari startup Dumb.co yang memiliki kemampuan berbeda dari smartphone. Hanya ada beberapa aplikasi dasar di dalamnya seperti Uber, peta, dan Spotify, tanpa ada aplikasi media sosial sama sekali.

Ia mengaku senang dengan keputusan tersebut, meskipun tetap mengakui betapa sulitnya menghentikan kebiasaan menggunakan media sosial.

"Sebagai anak muda yang tumbuh besar bersama platform-platform ini, sulit untuk membayangkan kehidupan tanpa rasa kecanduan, karena hal itu sudah menjadi norma sepanjang hidup kami," jelasnya, dikutip dari CBS News, Senin (10/8/2026).

Pihak Dumb.co sendiri mengklaim telah memiliki 5.000 pengguna aktif, dengan mayoritas pelanggan merupakan wanita berusia 24 tahun.

Penyedia ponsel jadul lainnya adalah The Light Phone, sementara perusahaan bernama Brick menyediakan perangkat pendamping ponsel yang berfungsi untuk memblokir akses media sosial.

Iklan Sponsor / Advertisement

Dampak buruk media sosial memang sudah menjadi perbincangan sejak lama. Dokter anak sekaligus profesor dari Universitas California, Jason Nagata, pernah melakukan penelitian mengenai dampak tersebut.

Hasil penelitiannya menemukan bahwa pola penggunaan media sosial mencerminkan karakteristik yang mirip dengan penyalahgunaan zat, mencakup gangguan kontrol diri hingga potensi untuk kumat (relapse).

Namun, manfaat positif langsung dirasakan oleh mereka yang berkomitmen mengurangi penggunaan media sosial. Nagata menemukan tingkat stres para partisipan berkurang secara keseluruhan.

"Dalam jangka panjang, banyak yang merasakan peningkatan kualitas tidur, konsentrasi yang lebih baik, dan berkurangnya stres secara keseluruhan," ucap Nagata.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ramai Gen Z Mulai Tinggalkan Smartphone, Penggantinya Tak Terduga
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

Gen Z Kompak Tinggalkan Smartphone, Kompak Pindah ke Penggantinya. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Rakyat Ngamuk, Ramai-Ramai Tolak Proyek Data Center Raksasa
INDUSTRI IT

Rakyat Ngamuk, Ramai-Ramai Tolak Proyek Data Center Raksasa

Lebih dari 500 yurisdiksi di AS menolak pembangunan data center karena kekhawatiran penggunaan sumber daya. Simak selengkapnya!

Baca Selengkapnya →
Telkom Pisahkan Aset Rp 49,9 Triliun, InfraNexia Siap Jadi Mesin Cuan Baru
TEKNOLOGI & IT

Telkom Pisahkan Aset Rp 49,9 Triliun, InfraNexia Siap Jadi Mesin Cuan Baru

Telkom lanjutkan transformasi bisnis dengan Spin-Off InfraCo Tahap 2 senilai Rp49,9 triliun, perkuat InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur digital wholesale

Baca Selengkapnya →
Menko Polkam: El Nino Percepat Kebakaran Hutan dan Lahan
CYBER SECURITY

Menko Polkam: El Nino Percepat Kebakaran Hutan dan Lahan

Menko Polkam Djamari Chaniago mengungkapkan bahwa fenomena El Nino mempercepat kebakaran hutan di Indonesia. Pemerintah siapkan berbagai upaya penanganan.

Baca Selengkapnya →