Jakarta — Pada Rabu malam waktu setempat, jutaan penduduk Eropa akan disuguhi fenomena langit menakjubkan, yaitu gerhana Matahari. Hamparan luas di wilayah utara dan tengah Spanyol, ditambah sebagian kecil Portugal serta beberapa wilayah Greenland dan Islandia, akan mengalami gerhana total yang langka.
Cahaya matahari terbenam juga akan hampir sepenuhnya tertutup di sebagian besar wilayah Eropa Barat, termasuk Inggris, Prancis, Belgia, Swiss, dan Italia bagian utara. Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan melintas tepat di antara Bumi dan Matahari, sehingga Bulan 'melemparkan' bayangannya ke Bumi.
Pengamat dapat melihat gerhana Matahari total ketika cahayanya sepenuhnya terhalang oleh Bulan di mana artinya mereka berada dalam umbra (bayangan inti) Bulan. Pengamat melihat gerhana Matahari sebagian ketika hanya sebagian cahaya terhalang, yang berarti mereka berada di penumbra (bayangan luar) Bulan.
"Bulan dan matahari harus berada pada posisi sejajar secara presisi agar Bulan dapat menutupi Matahari sepenuhnya dan Anda bisa melihat gerhana total," kata Dr. Megan Argo, ahli astrofisika di University of Lancashire.
Apakah pengamat akan melihat gerhana total, sebagian, atau tidak sama sekali bergantung pada lokasi mereka di permukaan Bumi. "Anda harus berada tepat di tengah bayangan untuk dapat melihat gerhana total dan itu merupakan jalur yang cukup sempit di permukaan Bumi," kata Argo.
Gerhana total ini akan menjadi yang pertama di daratan Eropa dalam dua dekade terakhir. Peristiwa serupa terakhir yang terlihat dari Inggris terjadi tahun 1999. Gerhana matahari total berikutnya yang dapat terlihat di Inggris baru akan terjadi tahun 2090.
Acara yang sangat dinantikan ini membuat toko-toko yang menjual kacamata pelindung diserbu pembeli. Beberapa hari terakhir, kacamata gerhana khusus ludes terjual di apotek-apotek dan toko-toko di Prancis. Beberapa gerai kehabisan stok, sementara yang lain melakukan pemesanan berulang.
"Kami sempat kehabisan stok selama tiga hari, namun pagi ini kami menerima persediaan yang cukup untuk bertahan hingga Rabu malam," jelas Aurelie Letavi, seorang asisten apoteker, kepada AFP yang dikutip detikINET.
Permintaan sangat tinggi karena kacamata pelindung ini mutlak diperlukan karena sangat vital untuk melindungi mata. Ahli sepakat menatap gerhana Matahari dengan mata telanjang dapat berdampak jangka panjang. Hanya dalam beberapa detik, sinar Matahari dapat membakar retina dan menyebabkan kerusakan mata permanen.
"Bahaya terletak di luka bakar retina. Karena kita cenderung menatap ke piringan Matahari, luka bakar terjadi pada area makula ataudi sebelahnya. Area ini amat kecil, berdiameter sekitar 500 mikron. Di sini sel kerucut dan sel batang berada. Ini zona yang memungkinkan Anda melihat warna serta penglihatan tajam dan detail. Jika terbakar, Anda akan kehilangan penglihatan presisi. Kerusakan ini bersifat permanen," peringatan Dr. Eric Frau, dokter mata dan spesialis retina.
Di sisi lain, wisatawan dilaporkan berbondong ke Islandia untuk menyaksikan gerhana langka ini, dengan ratusan pengunjung yang diperkirakan akan tiba di negara tersebut. Ini akan menjadi gerhana total pertama di Islandia dalam 72 tahun terakhir, dan yang pertama kali terlihat dari ibu kota Reykjavík sejak 1433.