3 mnt baca (564 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 05 August 2026, 03:15 WIB

Ide Gila Arab Saudi Tarik Gunung Es ke Gurun, Berhasil?

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Ide Gila Arab Saudi Tarik Gunung Es ke Gurun, Berhasil?
Ide Gila Arab Saudi Tarik Gunung Es ke Gurun, Berhasil?
Iklan Sponsor / Advertisement
Ringkasan editorial DevNetCUK: bagian inti berita bersumber dari DetikInet Teknologi, lalu dilengkapi dengan konteks teknis dan rekomendasi langkah tindak lanjut untuk praktisi infrastruktur IT.

Pada 1977, Arab Saudi mengusulkan sebuah ide yang terdengar mustahil, menarik gunung es raksasa dari Antarktika ke Semenanjung Arab.

Konten asli dari DetikInet Teknologi


Jakarta -

Pada 1977, Arab Saudi mengusulkan sebuah ide yang terdengar mustahil, menarik gunung es raksasa dari Antarktika ke Semenanjung Arab untuk dijadikan sumber air tawar. Gagasan ini bahkan sempat dibahas dalam konferensi ilmiah internasional dan didemonstrasikan dengan mengirim bongkahan gunung es dari Alaska ke Iowa, Amerika Serikat. Meski tak pernah terwujud, proyek tersebut menjadi salah satu eksperimen paling unik dalam sejarah rekayasa sumber daya air.

Untuk meyakinkan para ilmuwan, mereka membawa gunung es seberat sekitar dua ton dari Gletser Portage di Alaska ke Iowa State University menggunakan helikopter, pesawat, dan truk berpendingin. Bongkahan es itu dipamerkan dalam International Conference on Iceberg Utilization yang dihadiri sekitar 200 peneliti dari 18 negara.

Sebagai negara gurun dengan curah hujan yang sangat rendah, Arab Saudi telah lama menghadapi tantangan memenuhi kebutuhan air bersih. Pada 1970-an, negara itu mulai mengembangkan teknologi desalinasi, tetapi biaya produksinya masih sangat mahal.

Karena sekitar 70% cadangan air tawar dunia tersimpan dalam lapisan es Antarktika, muncul gagasan untuk memanfaatkan gunung es sebagai 'waduk terapung'. Pangeran Mohammed Al Faisal bahkan mengusulkan agar gunung es berukuran raksasa ditarik menggunakan kapal tunda menuju Laut Merah atau Teluk Arab, lalu dilelehkan secara bertahap sebagai sumber air minum.

"Arab Saudi mempertimbangkan penggunaan gunung es Antarktika sebagai sumber air tawar sekaligus cara memperbaiki iklim mikro di wilayah pesisirnya," tulis Pangeran Mohammed Al Faisal dalam makalah yang dipresentasikan pada konferensi tersebut, seperti dikutip dari Times of India.

Tantangan Ilmiah

Secara teori, gunung es memang mengandung air tawar dalam jumlah luar biasa besar. Namun, memindahkannya ribuan kilometer melintasi lautan menghadirkan tantangan yang sangat kompleks.

Para ilmuwan harus menghitung kecepatan pencairan selama perjalanan, pengaruh arus laut dan angin terhadap pergerakan gunung es, kebutuhan kapal penarik berkekuatan besar, hingga kemungkinan membungkus gunung es dengan bahan isolasi agar tidak cepat mencair. Dalam konferensi tersebut, sejumlah pakar juga menyampaikan keraguannya.

"Begitu Anda melewati khatulistiwa, kemungkinan yang tersisa hanyalah seutas tali di ujung kapal penarik," ujar Wilford Weeks dari U.S. Army Cold Regions Research and Engineering Laboratory, menggambarkan besarnya risiko gunung es mencair sebelum mencapai tujuan.

Selain itu, para peneliti mempertanyakan dampak lingkungan apabila gunung es raksasa ditambatkan di dekat pantai, termasuk perubahan suhu laut dan ekosistem setempat. Pada akhirnya, rencana tersebut tidak pernah diwujudkan. Biaya yang sangat besar, tantangan teknis, serta ketidakpastian lingkungan membuat proyek itu dianggap belum layak secara ekonomi.

Meski demikian, ide tersebut tidak sepenuhnya dilupakan. Di tengah meningkatnya krisis air dan perubahan iklim, konsep memanfaatkan gunung es sebagai sumber air tawar sesekali kembali dibahas, meski hingga kini belum ada proyek berskala besar yang berhasil direalisasikan.

Iklan Sponsor / Advertisement

Video Al Hilal Kandas di 16 Besar Liga Champions AFC Lewat Adu Penalti


Tinjauan Infrastruktur IT — Redaksi DevNetCUK

BAGIAN INI BUKAN ISI BERITA ASLI DARI DetikInet Teknologi  |  Opini subyektif editorial untuk praktisi IT

Berita Ide Gila Arab Saudi Tarik Gunung Es ke Gurun, Berhasil? yang dilaporkan oleh DetikInet Teknologi di sektor Teknologi & IT dapat menjadi momentum evaluasi untuk operasional IT di organisasi Anda.

Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Ingin mendalami topik sejenis melalui tutorial & lab hands-on? Kunjungi halaman Pusat Tutorial Jaringan & Infrastruktur IT, atau pelajari penawaran layanan profesional DevNetCUK di halaman Solusi Enterprise kami.

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →
Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!
INDUSTRI IT

Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!

Terdakwa perkara tudingan ijazah palsu Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa menyatakan hijrah dari urusan ijazah Jokowi. Sebenarnya dia sudah...

Baca Selengkapnya →
Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
INDUSTRI IT

Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,69% dalam sepekan hingga ditutup pada level Rp17.897 per dolar AS pada Jumat (7/8/2026).

Baca Selengkapnya →
Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol
INDUSTRI IT

Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melaksanakan apel kebangsaan bertajuk Jaga Jakarta untuk Indonesia di Monas, Jakarta Pus...

Baca Selengkapnya →