Jakarta — James Dacombe setelah perusahaan rintisannya mencapai valuasi 2,5 miliar pound sterling (USD 3,3 miliar atau Rp 60 triliun) dalam putaran pendanaan yang melipatgandakan nilainya hingga tiga kali lipat hanya dalam enam bulan.
Olix meraup 232 juta pound sterling dalam putaran pendanaan yang dipimpin Fundomo, perusahaan asal New York, dengan dukungan dari perancang chip asal Inggris Arm, salah satu pendiri Netflix Reed Hastings, serta Sovereign AI, yang merupakan sarana investasi kecerdasan buatan milik pemerintah Inggris.
Sebelum penggalangan dana, Dacombe punya 38,6% saham di Olix melalui perusahaan induknya, Bletchley Industries. Berdasarkan valuasi terbaru Olix, nilai kepemilikan saham tersebut diperkirakan mencapai sekitar 946 juta pound sterling (USD 1,27 miliar). Persentase pasti kepemilikannya setelah putaran pendanaan ini belum diungkap.
Didirikan tahun 2024, Olix mengembangkan chip inferensi AI, yakni semikonduktor khusus yang dirancang untuk menjalankan model kecerdasan buatan terlatih dengan lebih efisien dibanding chip konvensional. Perusahaan ini berencana merampungkan desain cip DX-1 tahun ini sebelum meningkatkan produksinya pada akhir 2027.
Dacombe tumbuh di Harrogate, Inggris utara dan belajar pemrograman komputer otodidak pada usia 13 tahun dengan membuat web dan aplikasi. Setelah keluar dari Ashville College, ia melanjutkan ke kampus St Aidan's and St John Fisher tahun 2017, tapi memutuskan berhenti setelah dua hari.
Tahun berikutnya, ia mendirikan CoMind, perusahaan teknologi medis yang mengembangkan perangkat pemantau otak non invasif guna membantu dokter memantau aktivitas otak tanpa perlu operasi.
Di 2022, Dacombe bergabung dengan Thiel Fellowship, program yang didirikan oleh salah satu pendiri PayPal Peter Thiel. Program ini memberikan pendanaan USD 100.000-yang kemudian dinaikkan menjadi USD 250.000 untuk peserta baru, serta bimbingan bagipengusaha muda yang memilih merintis bisnis alih-alih melanjutkan pendidikan tinggi.
Ia kemudian mendirikan Olix dua tahun setelahnya, yang awalnya bernama Flux, melalui perusahaan induknya Bletchley Industries, yang juga membawahi CoMind. Olix termasuk dalam kelompok startup semikonduktor dengan ambisi menantang Nvidia, yang GPU- nya mendominasi pasar pelatihan dan pengoperasian model AI tingkat lanjut.
Perusahaan tersebut menyatakan chip mereka tidak bergantung pada sejumlah komponen memori yang ketersediaannya saat ini terbatas. Ini memungkinkan sistem AI beroperasi dengan biaya lebih rendah sekaligus meningkatkan kinerjanya. Josephine Kant, Kepala Divisi Ventura di Sovereign AI, mendeskripsikan Dacombe sebagai salah satu pendiri terpenting di generasinya.