4 mnt baca (633 kata)
| |
CYBER SECURITY 12 August 2026, 05:25 WIB

Jelang Puncak El Nino, Indonesia Bakal Makin Kering

Sumber Resmi: CNN Indonesia Tekno
DevNetCUK Tech Digest
Jelang Puncak El Nino, Indonesia Bakal Makin Kering
Jelang Puncak El Nino, Indonesia Bakal Makin Kering

Fenomena El Nino mendekati puncak kuat, memicu kekeringan di 73,8% wilayah Indonesia. BMKG peringatkan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Iklan Sponsor / Advertisement
Jakarta, CNN Indonesia --

Fenomena El Nino semakin mendekati fase puncak, yang bakal masuk dengan kategori kuat, dan dampaknya bakal semakin terasa di wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap, kondisi iklim hingga akhir Juli 2026 menunjukkan kecenderungan atmosfer yang semakin mendukung kondisi kering di Indonesia. Fenomena El Nino kuat dan IOD yang cenderung positif masih menjadi faktor dominan yang berkontribusi terhadap berkurangnya suplai hujan di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Hal ini tercermin dari 73,8 persen wilayah Indonesia atau 516 Zona Musim (ZOM) yang sudah memasuki musim kemarau. Kondisi ini juga terlihat pada distribusi curah hujan Dasarian III Juli yang didominasi kategori rendah, dengan sekitar 76,3 persen wilayah mengalami sifat hujan bawah normal.

"Kondisi kering diperkirakan masih berlanjut pada awal Agustus dan meningkatkan potensi kekeringan meteorologis serta risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia," kata BMKG dalam keterangan di laman resminya, dikutip Selasa (11/8).

BMKG mengungkap nilai anomali suhu muka laut di wilayah Samudra Pasifik timur atau Nino3.4 di atas +2°C mengindikasikan bahwa intensitas El Nino berada pada kategori kuat.

Selain itu, anomali suhu muka laut di Samudra Hindia bagian barat dan timur (yang ditunjukkan oleh indeks Indian Ocean Dipole/IOD) juga masih pada rentang positif (+0,63) yang mengindikasikan suplai uap air cenderung bergerak dari Indonesia bagian barat menuju ke arah pesisir timur Afrika.

"Kombinasi kondisi tersebut menyebabkan musim kemarau di wilayah Indonesia menajdi lebih kering dari normalnya," ujar BMKG.

Menurut BMKG, hal ini sejalan dengan prakiraan Dasarian II Agustus 2026, di mana curah hujan kategori rendah diperkirakan mendominasi 95,62 persen wilayah Indonesia, sedangkan 4,38 persen lainnya berada pada kategori menengah.

El Nino kuat

BMKG sebelumnya memprediksi puncak fenomena El Nino berpotensi melebih level kategori kuat. Fenomena ini juga berpotensi bertahan hingga awal tahun 2027.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa kekuatan El Nino saat ini telah melebihi ambang batas atau threshold kategori kuat.

"Monitoring suhu permukaan laut di Pasifik telah menunjukkan indeks Nino 3.4,yang menyatakan kekuatan El Nino yang telah melebihi threshold kategori kuat, yaitu di atas 1,5°C, saat ini lebih dari 1,56°C," kata Ardhasena beberapa waktu lalu.

Di saat bersamaan, di Samudra Hindia menunjukkan indeks negatif, yakni -0,38. Hal ini menunjukkan bahwa ada ada peluang cukup siginfikan untuk terjadinya fenomena Indian Ocean Dipole, yang biasanya satu paket dengan El Nino untuk membuat dunia semakin panas.

Iklan Sponsor / Advertisement

Ardhasena menyatakan bahwa BMKG memprediksi puncak El Nino akan terjadi pada Desember 2026 atau Januari 2027. Menurutnya, fase puncak El Nino kali ini akan melewati batas kategori El Nino kuat.

"Saat ini prediksi BMKG menunjukkan bahwa terdapat peluang signifikan kondisi El Nino tahun ini dapat melebihi kategori El Nino kuat," paparnya.

Namun demikian, ia memastikan bahwa dampak El Nino di Indonesia hanya terjadi ketika bersamaan dengan musim kemarau. Sementara itu, BMKG memprediksi bahwa musim kemarau di Indonesia akan berakhir pada Oktober 2026.

"Dampak El Nino di Indonesia itu juga sangat bergantung dengan bagaimana kondisi panasnya laut di sekitar wilayah Indonesia.Jadi tidak serta-merta dampaknya akan persis sama dengan tahun-tahun sebelumnya," kata dia.

"Tidak ada satu kejadian El Nino yang selalu sama dengan El Nino tahun sebelumnya,maupun juga tidak ada dampak yang selalu sama dengan kejadian El Nino-El Nino selanjutnya," ujar dia melanjutkan.

(dmi)

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNN Indonesia Tekno. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNN Indonesia Tekno →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNN Indonesia Tekno

Jelang Puncak El Nino, Indonesia Bakal Makin Kering. — Dari sisi infrastruktur, kami menyarankan tim IT untuk segera memetakan aset kritis yang relevan dengan topik ini, memastikan patch level terkini, enable logging penuh pada perimeter security (firewall/SIEM), dan menjalankan uji runbook tanggap darurat (Incident Response tabletop) setidaknya satu kali per kuartal.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Telkom Hadirkan Inovasi OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026 AIcosy
INDUSTRI IT

Telkom Hadirkan Inovasi OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026 AIcosy

PT Telkom Indonesia tampil di DTI-CX 2026, memperkenalkan solusi digital seperti OCA untuk meningkatkan interaksi pelanggan dan efisiensi operasional.

Baca Selengkapnya →
Roket Kebanggaan China Meledak, Satu Pulau Diselimuti Asap Tebal
INDUSTRI IT

Roket Kebanggaan China Meledak, Satu Pulau Diselimuti Asap Tebal

Roket Long March 7A China meledak 85 detik setelah peluncuran, menghancurkan satelit ChinaSat 4B. Simak selengkapnya!

Baca Selengkapnya →
Gerhana Matahari Langka Hebohkan Eropa, Kacamata Ludes Dibeli
TEKNOLOGI & IT

Gerhana Matahari Langka Hebohkan Eropa, Kacamata Ludes Dibeli

Pada Rabu malam waktu setempat, jutaan penduduk Eropa akan disuguhi fenomena langit menakjubkan, yaitu gerhana Matahari.

Baca Selengkapnya →