4 mnt baca (796 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 13 August 2026, 12:01 WIB

Kok Tega Sih Bakar Burung Hantu? Hewan Ini Berjasa Besar untuk Lingkungan

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Kok Tega Sih Bakar Burung Hantu? Hewan Ini Berjasa Besar untuk Lingkungan
Kok Tega Sih Bakar Burung Hantu? Hewan Ini Berjasa Besar untuk Lingkungan

Tiga pria di NTT, ditangkap polisi setelah membakar seekor burung hantu. Secara ekologis, burung hantu memiliki peran yang justru menguntungkan manusia.

Iklan Sponsor / Advertisement
Jakarta -

Tiga pria di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditangkap polisi setelah menyiksa dan membakar hidup-hidup seekor burung hantu. Peristiwa yang terjadi pada 7 Agustus 2026 itu kemudian viral di media sosial dan menuai kecaman.

Kasus tersebut bermula ketika salah satu pelaku melihat burung hantu bertengger di tiang dapur. Burung itu kemudian ditangkap menggunakan tangan kosong dan dibawa ke depan sebuah kios.

Di sana, burung hantu tersebut disiksa sebelum dibakar. Polisi menyebut salah satu pelaku memegang kedua sayapnya, sementara pelaku lain memukul bagian kepalanya berulang kali. Burung hantu kemudian dibakar dalam kondisi masih hidup, sedangkan aksi tersebut direkam menggunakan telepon genggam. Ketiga pelaku kini ditahan di Polres Manggarai Barat untuk menjalani proses hukum.

Dari segi sains, ada satu hal yang penting untuk diketahui dari kasus ini, burung hantu memiliki peran krusial dalam ekosistem, terutama sebagai predator alami hewan pengerat. Burung hantu merupakan predator yang aktif berburu, terutama pada malam hari. Salah satu mangsa utamanya adalah hewan pengerat seperti tikus yang menjadi hama pertanian.

Si 'Pemburu' Tikus

Salah satu contoh yang banyak dipelajari adalah Barn Owl atau Serak Jawa dalam istilah yang umum digunakan di Indonesia. Dikutip dari laman BRIN, burung hantu Serak Jawa merupakan spesies burung hantu yang adaptif terhadap iklim tropis dan tidak agresif terhadap manusia.

Burung ini memiliki kemampuan memangsa tikus dalam jumlah signifikan di alam terbuka. Sebagai predator yang aktif pada malam hari, Serak Jawa berburu ketika tikus juga mulai aktif.

Seekor burung hantu dewasa bahkan dapat memangsa beberapa ekor tikus dalam satu malam. Karena kemampuan tersebut, burung hantu dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cara pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.

Artinya, keberadaan burung hantu di sekitar lahan pertanian justru bisa menjadi kabar baik bagi petani. Tikus merupakan salah satu hama yang dapat menyebabkan kerugian besar pada tanaman pangan. Ketika populasinya meningkat, tikus dapat merusak tanaman dan mengancam hasil panen.

Di sinilah predator alami Serak Jawa berperan. Pemanfaatan burung hantu merupakan bagian dari pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Alih-alih hanya mengandalkan racun atau pestisida, petani dapat memanfaatkan musuh alami hama untuk membantu menjaga populasinya tetap terkendali.

Tidak Cukup Atasi Ledakan Tikus

Meski punya kemampuan berburu yang mumpuni, bukan berarti burung hantu bisa sendirian mengatasi semua serangan tikus. Peneliti Ahli Madya sekaligus Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN Yudhistira Nugraha mengatakan predator alami tidak akan cukup efektif ketika terjadi ledakan populasi tikus atau outbreak.

Oleh karena itu, strategi pengendalian harus bersifat komprehensif dengan menggabungkan metode mekanik seperti grobyokan, pengemposan sarang, serta sistem trap barrier sebagai tindakan preventif.

"Pendekatan terpadu ini menjadi kunci agar populasi tikus bisa ditekan dengan cepat sebelum stabil kembali dengan bantuan predator alami," ujarnya seperti dikutip dari laman BRIN.

Jadi, fungsi burung hantu lebih tepat dipandang sebagai salah satu bagian dari sistem pengendalian hama, bukan solusi tunggal. Kalau burung hantu diburu atau terusir dari suatu wilayah, salah satu predator alami tikus ikut berkurang.

Dalam kondisi tertentu, berkurangnya predator dapat membuat keseimbangan ekosistem berubah. Bagi lahan pertanian, hilangnya predator alami juga berarti petani kehilangan salah satu pilihan untuk membantu mengendalikan hama secara biologis.

Karena itu, konservasi burung hantu tidak hanya soal menyelamatkan satu jenis satwa. Ada manfaat ekologis yang lebih luas di baliknya. BRIN bahkan menyebut pemanfaatan burung hantu sebagai predator alami dapat menjadi strategi pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.

Iklan Sponsor / Advertisement

Namun, keberhasilannya tetap membutuhkan pengelolaan habitat dan pemantauan populasi. Salah satu cara yang digunakan untuk mendukung keberadaan burung hantu di lahan pertanian adalah menyediakan rumah burung hantu atau rubuha.

Rubuha merupakan tempat bersarang buatan yang ditempatkan di sekitar lahan. Kehadirannya dapat membantu menyediakan tempat bagi burung hantu untuk berkembang biak dan beraktivitas di area pertanian.

Konsep ini sudah diterapkan di sejumlah wilayah pertanian sebagai bagian dari upaya pengendalian tikus secara hayati. Namun, menyediakan sarang saja tentu tidak cukup. Lingkungan tempat burung hantu mencari makan juga perlu dijaga agar tetap aman. Penggunaan racun tikus secara sembarangan, misalnya, berpotensi menjadi masalah bagi predator yang memangsa tikus tersebut.

Kembali ke kasus di Manggarai Barat, burung hantu tersebut awalnya hanya terlihat bertengger di tiang dapur sebelum ditangkap dan mengalami penyiksaan. Terlepas dari alasan mengapa satwa liar masuk ke sekitar rumah, menyiksa atau membunuhnya bukanlah cara yang tepat.

Apalagi, secara ekologis, burung hantu memiliki peran yang justru menguntungkan manusia. Mereka berburu pada malam hari, memangsa tikus dan hewan lainnya, serta menjadi bagian dari rantai makanan yang menjaga keseimbangan ekosistem.


Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

Kok Tega Sih Bakar Burung Hantu? Hewan Ini Berjasa Besar untuk Lingkungan. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Orang Belanja 30% Lebih Banyak Saat Scrolling di IG, Facebook dan WA
TEKNOLOGI & IT

Orang Belanja 30% Lebih Banyak Saat Scrolling di IG, Facebook dan WA

Meta mengungkap fakta bahwa orang-orang 30% keluar lebih banyak uang saat scroll di platform Meta yakni Instagram, Facebook dan WhatsApp.

Baca Selengkapnya →
Laptop China Laku Keras Saat Krisis, Pendapatan Naik Drastis
INDUSTRI IT

Laptop China Laku Keras Saat Krisis, Pendapatan Naik Drastis

Lenovo mencatat pertumbuhan pendapatan 43% di tengah krisis chip global, berkat strategi penyesuaian harga dan fokus pada AI hardware.

Baca Selengkapnya →
Pengusaha Ungkap Kriteria Laptop Idaman, Bukan Cuma After-Sales
INDUSTRI IT

Pengusaha Ungkap Kriteria Laptop Idaman, Bukan Cuma After-Sales

Pelaku UKM ungkap alasan pilih laptop MacBook buatan Apple untuk menunjang operasional bisnis. Simak selengkapnya!

Baca Selengkapnya →