3 mnt baca (416 kata)
| |
INDUSTRI IT 12 August 2026, 10:15 WIB

Mesin Uang Baru China Bernilai Rp 3.000 Triliun, Amerika Minggir Dulu

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
Mesin Uang Baru China Bernilai Rp 3.000 Triliun, Amerika Minggir Dulu
Mesin Uang Baru China Bernilai Rp 3.000 Triliun, Amerika Minggir Dulu

China memimpin pengembangan AI dengan nilai industri mencapai Rp 3.180 triliun pada 2025. Simak selengkapnya!

Iklan Sponsor / Advertisement
Presiden China Xi Jinping memperlihatkan suasana kompleks bersejarah Zhongnanhai kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai pembicaraan mengenai perdagangan, Taiwan, dan Iran, Jumat (15/5/2026). (REUTERS/Evan Vucci/Pool)
Foto: Presiden China Xi Jinping memperlihatkan suasana kompleks bersejarah Zhongnanhai kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai pembicaraan mengenai perdagangan, Taiwan, dan Iran, Jumat (15/5/2026). (REUTERS/Evan Vucci/Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - China terus menjadi salah satu negara terdepan dalam pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Nilai industrinya sendiri telah menembus Rp 3.000 triliun pada tahun lalu.

Laporan dari China Academy of Information and Communications Technology (CAICT) menyebutkan skala industri AI China melampaui 1,2 triliun yuan (sekitar Rp 3.180 triliun) pada 2025. Angka tersebut mencatatkan lonjakan hingga 40% secara tahunan (year-on-year), mengutip China Daily, Rabu (12/8/2026).

Laporan yang sama turut menyoroti populasi pelaku usaha di sektor ini. Saat ini terdapat lebih dari 6.600 perusahaan AI di China, yang menyumbang sekitar 15% dari total perusahaan AI di seluruh dunia.

China dinilai telah berhasil membangun ekosistem industri AI yang lengkap dan matang, mencakup infrastruktur dasar, kerangka kerja (framework) dan model AI, hingga aplikasi khusus untuk berbagai sektor domestik.

Dari seluruh rantai industri AI di Negeri Tirai Bambu, segmen aplikasi mendominasi dengan kontribusi 55% pada 2025 (naik 22% secara tahunan). Segmen infrastruktur menyumbang 38% dengan pertumbuhan 59%.

Sementara itu, segmen model dan kerangka kerja menyumbang 7%, meski mencatatkan laju pertumbuhan paling agresif mencapai 189% dalam setahun.

Kendati demikian, sebarannya masih terkonsentrasi di beberapa wilayah kunci saja, seperti Beijing, Guangdong, Shanghai, Zhejiang, dan Shandong.

Di sisi lain, inovasi pada model AI berskala besar (large language models), agen AI (AI agents), hingga chip AI terus menunjukkan penetrasi pesat. Berbagai produk AI baru makin beragam dan pemanfaatannya kian meluas ke beragam sektor industri lokal.

Iklan Sponsor / Advertisement

Guna menopang ekosistem ini, CAICT memimpin penyusunan dua standar industri terkait definisi sektor AI dan identifikasi perusahaan AI. Langkah ini diambil untuk memberikan standar terpadu dalam pengumpulan statistik industri, perumusan kebijakan pemerintah, maupun transaksi bisnis.

Pencapaian ini membuktikan ketangguhan China dalam mengembangkan teknologi canggih, ketika Amerika Serikat (AS) terus melancarkan sanksi dagang untuk menghambat pengembangan AI di negara kekuasaan Xi Jinping. 

[Gambas:Video CNBC]
Next Article AS-China Minggir, Muncul Calon Raja Baru AI-Mau Bangun 7 Gigafactory
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

Mesin Uang Baru China Bernilai Rp 3.000 Triliun, Amerika Minggir Dulu. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Dinasti Bisnis Presiden Mendadak Tumbang, Ternyata Ini Penyebabnya
INDUSTRI IT

Dinasti Bisnis Presiden Mendadak Tumbang, Ternyata Ini Penyebabnya

Trump Media and Technology Group (TMTG) alami kerugian US$238,1 juta di Q2 2026. Simak selengkapnya!

Baca Selengkapnya →
Sinyal Internet Jangkau 98% Populasi RI, Tapi Ada 2.000 Blankspot
TEKNOLOGI & IT

Sinyal Internet Jangkau 98% Populasi RI, Tapi Ada 2.000 Blankspot

Bakti Kementerian Komdigi laporkan 83% desa di Indonesia sudah terjangkau internet. Namun, 2.000 desa masih blankspot, perlu kerjasama pemerintah dan swasta.

Baca Selengkapnya →
Saat Warga Flores Timur Harus Taruh HP di Jendela Biar Dapat Sinyal
INDUSTRI IT

Saat Warga Flores Timur Harus Taruh HP di Jendela Biar Dapat Sinyal

Akses internet di Flores Timur kini lebih mudah dengan 6 BTS dan 262 titik akses. Dulu warga harus taruh HP di jendela. Simak!

Baca Selengkapnya →