4 mnt baca (612 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 08 August 2026, 04:45 WIB

Meta Didenda Rp 10,12 Triliun, Instagram & Facebook Dipaksa Batasi Remaja

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Meta Didenda Rp 10,12 Triliun, Instagram & Facebook Dipaksa Batasi Remaja
Meta Didenda Rp 10,12 Triliun, Instagram & Facebook Dipaksa Batasi Remaja
Iklan Sponsor / Advertisement
Ringkasan editorial DevNetCUK: bagian inti berita bersumber dari DetikInet Teknologi, lalu dilengkapi dengan konteks teknis dan rekomendasi langkah tindak lanjut untuk praktisi infrastruktur IT.

Meta didenda Rp 10,12 triliun dan diperintahkan membatasi penggunaan Instagram dan Facebook oleh remaja di New Mexico.

Konten asli dari DetikInet Teknologi


Jakarta -

Meta mendapat pukulan telak di Amerika Serikat. Pengadilan New Mexico memerintahkan induk Facebook dan Instagram itu membayar USD 567 juta atau sekitar Rp 10,12 triliun, sekaligus menerapkan sejumlah perubahan untuk melindungi pengguna remaja.

Putusan yang dijatuhkan Kamis (6/8/2026) itu merupakan tahap kedua dari perkara yang menuding Meta ikut menyebabkan kerugian terhadap kesehatan mental anak-anak melalui desain Facebook dan Instagram.

Sebelumnya, juri telah menjatuhkan hukuman USD 375 juta dalam tahap pertama kasus yang sama. Dengan demikian, total kewajiban finansial Meta dalam perkara tersebut mencapai USD 942 juta, atau sekitar Rp 16,8 triliun.

Namun bukan hanya besarnya denda yang menjadi sorotan. Pengadilan juga memerintahkan Meta mengubah sejumlah fitur Facebook dan Instagram bagi pengguna berusia di bawah 18 tahun di New Mexico.

Facebook dan Instagram Wajib Batasi Remaja

Salah satu ketentuan utama adalah pembatasan penggunaan Facebook dan Instagram oleh remaja menjadi maksimal 90 jam per bulan, atau rata-rata sekitar tiga jam sehari.

Meta juga diwajibkan membatasi push notification pada malam hari dan selama jam sekolah, memperbaiki sistem verifikasi usia, serta memperketat perlindungan anak dari kontak orang dewasa yang berpotensi membahayakan.

Pengadilan turut meminta Meta menggunakan sistem prediksi usia berbasis AI. Jika sebuah akun diperkirakan dimiliki pengguna di bawah umur dan usia pastinya tidak bisa ditentukan, Meta harus memperlakukannya sebagai akun anak sampai pengguna membuktikan usianya.

Perusahaan juga diminta bekerja sama dengan sekolah atau organisasi perlindungan anak untuk menyediakan mekanisme pelaporan akun yang diduga digunakan anak di bawah 13 tahun.

Selain itu, pengadilan memerintahkan Meta memperkuat perlindungan terhadap gambar telanjang serta membatasi interaksi berisiko antara pengguna muda dan orang dewasa. Sejumlah perlindungan juga mencakup interaksi anak dengan chatbot AI.

Jaksa Agung New Mexico Raúl Torrez menyambut keputusan tersebut. Ia menilai putusan pengadilan mengirim pesan tegas bahwa perusahaan teknologi dapat dimintai pertanggungjawaban jika desain produknya dinilai menempatkan anak-anak dalam risiko.

"Keputusan hari ini adalah kemenangan bagi setiap orang tua yang khawatir terhadap dampak media sosial pada anak mereka, dan bagi setiap anak yang berhak tumbuh dengan lebih aman di dunia online," kata Torrez dikutip dari The Washington Post.

Menurut Torrez, perkara tersebut sejak awal bertujuan melindungi anak dan keluarga sekaligus memastikan perusahaan teknologi besar tidak dapat meraup keuntungan dari praktik yang membahayakan pengguna muda tanpa konsekuensi.

Dari USD 567 juta yang diperintahkan pengadilan, sekitar USD 420 juta akan digunakan untuk layanan perawatan bagi anak muda. Sisanya dialokasikan untuk program pencegahan, peningkatan kesadaran, pemeriksaan, serta pelaksanaan program selama lima tahun.

Meta Bakal Banding

Meta menyatakan tidak menerima keputusan tersebut dan memastikan akan mengajukan banding.

"Kami bekerja keras untuk menjaga keamanan pengguna di platform kami dan selama ini terbuka mengenai tantangan dalam mengidentifikasi serta menghapus pelaku jahat dan konten berbahaya," kata Meta.

Iklan Sponsor / Advertisement

Perusahaan juga menyatakan tetap yakin dengan berbagai perlindungan yang telah dibangun untuk remaja dan akan terus membela diri dalam proses hukum.

Untuk saat ini, berbagai perubahan yang diperintahkan pengadilan tersebut hanya berlaku bagi Facebook dan Instagram di New Mexico, bukan secara otomatis di seluruh Amerika Serikat maupun negara lain.

Namun kasus ini berpotensi menjadi preseden penting. Meta masih menghadapi berbagai gugatan lain terkait dampak media sosial terhadap anak dan remaja.

Karena Meta akan mengajukan banding, baik kewajiban pembayaran maupun sejumlah perubahan pada Facebook dan Instagram tersebut masih dapat berubah selama proses hukum berlangsung.

Video: Instagram, Facebook, sampai WhatsApp Nggak Full Gratis Lagi?

ins>

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

Meta Didenda Rp 10,12 Triliun, Instagram & Facebook Dipaksa Batasi Remaja. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →
Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
MHU Perkuat Reputasi Bisnis melalui Komunikasi Korporat Berkelanjutan
INDUSTRI IT

MHU Perkuat Reputasi Bisnis melalui Komunikasi Korporat Berkelanjutan

PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMS Group Indonesia (MMSGI), meraih penghargaan PR Popular Companies Awards 2026 untuk kategori perusahaan pertambangan batubara.

Baca Selengkapnya →
Kronologi Tasyi Athasyia Ditipu Karyawan Selama Setahun, 12 Barang Branded Dijual Online
INDUSTRI IT

Kronologi Tasyi Athasyia Ditipu Karyawan Selama Setahun, 12 Barang Branded Dijual Online

nfluencer Tasyi Athasyia mengungkap pengalaman kurang menyenangkan yang dialaminya. Ia mendapati karyawannya sendiri diduga mencuri sejumlah barang miliknya selama kurang lebih sat...

Baca Selengkapnya →
Komisi III DPR Bakal Panggil Polda Sumatera Utara soal Kasus Kematian Mantan Istri Polisi di Medan
INDUSTRI IT

Komisi III DPR Bakal Panggil Polda Sumatera Utara soal Kasus Kematian Mantan Istri Polisi di Medan

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntasa kasus tewasnya istri anggota polisi di Medan, Winda Lorenza Gowasa (WL).

Baca Selengkapnya →