3 mnt baca (539 kata)
| |
INDUSTRI IT 13 August 2026, 05:17 WIB

Mobil Listrik Digenjot Sampai Bebas Pajak, Listriknya Tidak Cukup

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
Mobil Listrik Digenjot Sampai Bebas Pajak, Listriknya Tidak Cukup
Mobil Listrik Digenjot Sampai Bebas Pajak, Listriknya Tidak Cukup

Nigeria membebaskan pajak 0% untuk 4.000 kendaraan listrik demi dorong adopsi EV. Namun, listriknya masih empot-empotan.

Iklan Sponsor / Advertisement
Mobil-mobil baru, termasuk kendaraan listrik buatan China dari perusahaan BYD. REUTERS/Yves Herman/File Photo
Foto: Mobil-mobil baru, termasuk kendaraan listrik buatan China dari perusahaan BYD. REUTERS/Yves Herman/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Nigeria resmi membebaskan pajak untuk hampir 4.000 unit kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sepanjang paruh pertama tahun ini. Langkah agresif ini diambil demi menggenjot adopsi armada ramah lingkungan.

Pajak untuk EV yang ditetapkan sebesar 5% pada 2024, kini menjadi 0%. Berdasarkan data pemerintah yang dirilis Reuters, pembebasan pajak ini merupakan bagian dari program anyar pemerintah Nigeria untuk memacu transisi transportasi hijau melalui insentif fiskal dan lokalisasi perakitan.

Tak tanggung-tanggung, lewat Rencana Transisi Energi 2022, negara berpenduduk terpadat di Afrika ini menargetkan porsi EV mencapai 60% dari total kendaraan di jalan raya pada 2050 mendatang.

Target tersebut tergolong sangat ambisius. Pasalnya, populasi EV saat ini diperkirakan masih di bawah 1% atau hanya berkisar puluhan ribu unit dari total kendaraan yang beroperasi.

Sektor Listrik Empot-Empotan, EV Tetap Digeber

Kebijakan pembebasan pajak EV disambut positif masyarakat, terlebih lonjakan harga BBM pasca-pencabutan subsidi bensin pada 2023 membuat pamor motor dan mobil listrik kian melejit.

Kendati demikian, ada tantangan besar di depan mata. Nigeria sedang menghadapi krisis pasokan listrik. Dengan kapasitas jaringan listrik yang hanya 4.000 megawatt untuk melayani lebih dari 200 juta penduduk, tingkat ketersediaan listrik per kapita Nigeria menjadi salah satu yang terendah di antara negara ekonomi utama dunia.

Dampaknya, pelaku usaha hingga stasiun pengisian daya (charging station) terpaksa bergantung pada genset diesel agar operasional tetap berjalan.

"Jika kita harus menunggu pasokan listrik sempurna sebelum mengadopsi EV, kita akan tertinggal dari negara lain," ujar Eksekutif Saglev, Bolanle Boboye, dikutip dari Reuters, Kamis (13/8/2026).

"Bahkan jika diisi dengan listrik dari genset diesel, EV tetap berkontribusi mengurangi total emisi," ia menambahkan.

Hingga akhir 2025, infrastruktur pengisian daya umum di Nigeria baru mencakup 48 stasiun, mayoritas terkonsentrasi di Lagos dan Abuja. Angka ini kalah jauh dibanding Afrika Selatan yang sudah memiliki lebih dari 500 titik SPKLU.

Pabrikan China Lakukan Penyesuaian, Motor Listrik Jadi Primadona

Menghadapi persoalan keandalan listrik, preferensi konsumen pun bergeser. Mobil listrik berteknologi Extended-Range EV (EREV) yang dilengkapi mesin pembakaran kecil sebagai penambah jarak tempuh, mencatatkan lonjakan penjualan hingga dua kali lipat tahun ini.

Iklan Sponsor / Advertisement

Pabrikan asal China seperti BYD dan Geely juga gencar memboyong model hybrid yang dinilai lebih adaptif dengan kondisi pasokan listrik setempat.

Di sisi lain, kendaraan roda dua dan roda tiga diprediksi menjadi penggerak utama elektrifikasi dalam jangka pendek. Dengan populasi lebih dari 15 juta unit motor di Nigeria, efisiensi biaya menjadi daya tarik utama bagi para pengendara.

Startup mobilitas seperti MAX dan Spiro merespons peluang ini dengan membangun jaringan penukaran baterai (battery swapping). Skema ini memungkinkan pengemudi menukar baterai dalam hitungan menit tanpa perlu mengantre pengisian daya sekaligus menekan ketergantungan pada jaringan listrik negara.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article Heboh Transaksi Kripto Kena Pajak, Negara Lagi Butuh Uang
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

Mobil Listrik Digenjot Sampai Bebas Pajak, Listriknya Tidak Cukup. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Amerika Berubah 180 Derajat, Akhirnya Menyerah Ikut Cara China
INDUSTRI IT

Amerika Berubah 180 Derajat, Akhirnya Menyerah Ikut Cara China

Meta dan Nvidia luncurkan model AI open-source gratis untuk pengembang, bersaing dengan model asal China. Simak selengkapnya!

Baca Selengkapnya →
Syarat Monetisasi Kreator YouTube Makin Berat, Cek Daftarnya
CYBER SECURITY

Syarat Monetisasi Kreator YouTube Makin Berat, Cek Daftarnya

YouTube mengubah aturan monetisasi dalam YouTube Partner Program (YPP), termasuk syarat baru untuk kreator dan pendapatan dari Shorts.

Baca Selengkapnya →
Kampung Go Green yang Mendunia, Lele di Selokan Jadi Sorotan
TEKNOLOGI & IT

Kampung Go Green yang Mendunia, Lele di Selokan Jadi Sorotan

detikINET berkunjung ke RT 08 Malaka Jaya, Jakarta, yang viral berkat inovasi Taufiq dalam pengelolaan lingkungan, salah satunya lewat budidaya lele di selokan.

Baca Selengkapnya →