3 mnt baca (539 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 09 August 2026, 01:20 WIB

Mumi Cile Buktikan Bangsa Eropa Bawa Cacar Mematikan ke Amerika

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Mumi Cile Buktikan Bangsa Eropa Bawa Cacar Mematikan ke Amerika
Mumi Cile Buktikan Bangsa Eropa Bawa Cacar Mematikan ke Amerika

Dua mumi dari Cile memberikan ilmuwan genom cacar tertua yang pernah ditemukan di benua Amerika, berasal antara tahun 1492 hingga 1631.

Iklan Sponsor / Advertisement

Jakarta — Dua mumi dari Cile memberikan ilmuwan genom cacar tertua yang pernah ditemukan di benua Amerika, berasal antara tahun 1492 hingga 1631. Genom tersebut adalah bukti DNA pertama yang membuktikan kolonisasi Eropa membawa penyakit cacar (smallpox) ke benua Amerika, menurut penelitian di jurnal Science.

Cacar, penyakit infeksi akibat virus variola, adalah salah satu penyakit paling mematikan hingga berhasil diberantas tahun 1980. Meski penyakit ini ditemukan pada mumi Mesir berusia 3.000 tahun, wabah pertama di benua Amerika terjadi tahun 1518, saat penaklukan Spanyol. Virus itu menyebar ke seluruh Amerika Tengah dan Selatan.

Cacar diperkirakan menyebabkan kematian tiga hingga empat juta masyarakat adat yang tak punya kekebalan terhadap penyakit itu. Kombinasi cacar, kekerasan, perbudakan, dan penyakit lainnya memusnahkan sekitar 90% penduduk asli benua Amerika jelang tahun 1600.

Kisah penyebaran cacar terutama berasal dari catatan sejarah kolonis Eropa, sehingga tak merekam utuh penularan di masyarakat adat. Ada banyak hal belum diketahui tentang strain virus spesifik yang bertanggung jawab atas pandemi ini akibat kurangnya bukti DNA cacar kuno di Amerika.

Dalam studi baru, peneliti mengidentifikasi DNA virus cacar kuno dari tulang dua individu Inca asli yang dimumikan dari Cile utara. Mereka perempuan dan lelaki dewasa yang hidup antara 1492 hingga 1631.

"Tak satu pun dari kami menyangka akan menemukan DNA virus variola dari sampel yang mereka kumpulkan, jadi ini sungguh kejutan," kata penulis studi Shigeki Nakagome, ahli genetika Trinity College Dublin.

Tim sebenarnya tak mengincar patogen kuno, melainkan berusaha memahami sejarah populasi manusia di sana. Analisis dua genom virus kuno tersebut menunjukkan keduanya hampir identik, mengindikasikan kedua individu kemungkinan terinfeksi selama wabah yang sama atau oleh strain yang sama.

Dengan membandingkan genom virus variola kuno dan modern, genom tersebut cocok dengan garis keturunan yang telah punah yang terpisah dari strain Eropa lainnya sekitar tahun 1296, tapi muncul lebih dulu sebelum strain modern.

Artinya, virus variola yang ditemukan pada mumi merupakan tahap evolusi antara strain Eropa abad pertengahan dan strain modern, yang membuktikan orang Eropa membawa cacar ke Amerika. "Kami memberikan bukti molekuler pertama mengenai masuknya cacar ke benua Amerika melalui kolonisasi," ujar Nakagome.

"Makalah ini sangat bagus karena kita tahu dari catatan sejarah bahwa cacar berdampak sangat besar pada populasi adat di benua Amerika. Makalah ini memberi gambaran pertama tentang patogen tersebut selama periode kolonial," kata Anne Stone, antropolog Arizona State University yang tidak terlibat dalam studi.

Iklan Sponsor / Advertisement

Genom tersebut juga menunjukkan bahwa melalui serangkaian mutasi, gen yang memungkinkan variola menginfeksi spesies selain manusia menjadi tidak aktif. Seiring waktu, strain variola kuno jadi kurang mampu menginfeksi hewan.

"Karenanya, variola mulai fokus hanya menarget manusia," kata kata Bruno Romero Gonzalez, ahli biologi komputasi Trinity College Dublin, dikutip detikINET dari Live Science. Peneliti berharap lebih banyak sampel virus variola kuno ditemukan di benua Amerika, guna melengkapi gambaran evolusi dan penyebaran penyakit cacar.

Video: Baku Tembak Dekat Festival di Ohio, 12 Orang Jadi Korban

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

Mumi Cile Buktikan Bangsa Eropa Bawa Cacar Mematikan ke Amerika. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Mesin Cuci Banting Harga di Transmart Full Day Sale
TEKNOLOGI & IT

Mesin Cuci Banting Harga di Transmart Full Day Sale

Transmart Full Day Sale kembali hadir Minggu, 9 Agustus 2026. Berbagai promosi menarik hadir untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan setia Transmart.

Baca Selengkapnya →
Nvidia Suntik Firmus, Pabrik AI 170.000 GPU di Batam Dikebut
TEKNOLOGI & IT

Nvidia Suntik Firmus, Pabrik AI 170.000 GPU di Batam Dikebut

Firmus mendapatkan pendanaan USD 2 miliar untuk mempercepat pembangunan AI factory di Australia dan Batam, Indonesia.

Baca Selengkapnya →
Harga Miring AC Split 1 PK Polytron di Transmart Full Day Sale
TEKNOLOGI & IT

Harga Miring AC Split 1 PK Polytron di Transmart Full Day Sale

Transmart Full Day Sale kembali digelar pada hari ini, Minggu 9 Agustus 2026. Gelaran diskon ini akan berlangsung dari toko buka hingga tutup pukul 22.00.

Baca Selengkapnya →