3 mnt baca (492 kata)
| |
INDUSTRI IT 13 August 2026, 13:20 WIB

NASA Ungkap Fakta Gravitasi Bumi yang Menghilang

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
NASA Ungkap Fakta Gravitasi Bumi yang Menghilang
NASA Ungkap Fakta Gravitasi Bumi yang Menghilang

Teori hilangnya gravitasi Bumi pada 12 Agustus 2026 viral di media sosial.

Iklan Sponsor / Advertisement
Penampakan bumi dari Luar Angkasa (Astro_Megan via Space_Station)
Foto: Penampakan bumi dari Luar Angkasa (Astro_Megan via Space_Station)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah teori menghebohkan yang menyatakan gravitasi Bumi akan hilang secara tiba-tiba sempat menyebar luas di media sosial. Teori itu bahkan menetapkan waktu kejadiannya, namun NASA akhirnya memberikan penjelasan tegas untuk meluruskan kekhawatiran tersebut, dikutip dari laporan Snopes dan berbagai sumber resmi.

Teori yang beredar menyebutkan bahwa pada Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 21.33 WIB, gravitasi Bumi akan lenyap selama tujuh detik penuh. Konon akibatnya, segala sesuatu yang tidak tertanam kuat di tanah, termasuk manusia, hewan, air laut, hingga Bulan akan terlempar ke udara setinggi 20 meter sebelum jatuh kembali dengan dahsyat saat gravitasi kembali bekerja.

Kabar itu disertai tuduhan adanya proyek rahasia bernama "Proyek Jangkar" senilai Rp 1.300 triliun yang disiapkan pemerintah Amerika Serikat untuk menyelamatkan sebagian penduduk dari bencana tersebut. Tak heran, pencarian kata kunci terkait "gravitasi" di Google melonjak 60 persen dalam sekejap.

Menanggapi kekhawatiran yang meluas, NASA memberikan pernyataan tegas kepada situs pengecek fakta Snopes. Menurut lembaga antariksa tersebut, gravitasi Bumi terikat erat dengan massa Bumi. Selama jumlah materi penyusun Bumi tidak berubah secara mendasar, gravitasi tidak akan pernah hilang.

"Gravitasi Bumi ditentukan oleh massanya. Satu-satunya cara agar Bumi kehilangan gravitasi adalah jika Bumi kehilangan sebagian besar massanya. Hal itu tidak akan terjadi pada 12 Agustus 2026," tegas NASA.

Penyelusuran menelusuri asal usul kabar itu ternyata bermula dari satu unggahan di Instagram pada Desember 2025 yang dikenal menyebarkan cerita rekayasa buatan kecerdasan buatan. Dari sana, kabar itu menyebar ke TikTok, X, dan platform lain lalu berkembang menjadi teori konspirasi yang makin lama makin diada-adakan.

Kebetulan pada tanggal 12 Agustus memang terjadi sejumlah peristiwa langit seperti gerhana matahari total, susunan planet, dan puncak hujan meteorit Perseid. Para penyebar kabar bohong lalu menyambung-sambungkan peristiwa langit tersebut dengan isu hilangnya gravitasi agar terlihat seolah-olah ada hubungannya.

Iklan Sponsor / Advertisement

NASA pun meluruskan hal itu, "Gerhana matahari tidak memiliki pengaruh apa pun terhadap gravitasi Bumi. Tarikan gravitasi Matahari dan Bulan memang memengaruhi pasang surut air laut, tetapi hal itu sudah dipahami dengan baik dan dapat diprediksi ratusan tahun sebelumnya."

Tidak ada bukti adanya proyek rahasia, tidak ada gelombang gravitasi yang akan menghantam, dan tidak ada tujuh detik tanpa gravitasi. Kabar itu hanyalah cerita fiksi yang disebarkan seolah-olah benar demi menarik perhatian dan menimbulkan kepanikan. Jadi, warga dunia bisa bernapas lega karena gravitasi Bumi tetap bekerja seperti biasa.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bulan Terus Menjauhi Bumi, Manusia Mulai Rasakan Dampaknya
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

NASA Ungkap Fakta Gravitasi Bumi yang Menghilang. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Pengusaha Ungkap Kriteria Laptop Idaman, Bukan Cuma After-Sales
INDUSTRI IT

Pengusaha Ungkap Kriteria Laptop Idaman, Bukan Cuma After-Sales

Pelaku UKM ungkap alasan pilih laptop MacBook buatan Apple untuk menunjang operasional bisnis. Simak selengkapnya!

Baca Selengkapnya →
Digitalisasi Bansos Diuji, Hak Masyarakat Mesti Diberi Secara Tepat
TEKNOLOGI & IT

Digitalisasi Bansos Diuji, Hak Masyarakat Mesti Diberi Secara Tepat

Pemerintah uji coba digitalisasi perlindungan sosial untuk akurasi penyaluran bantuan. Integrasi data diharapkan mempermudah akses bagi masyarakat yang berhak.

Baca Selengkapnya →
BAKTI Ungkap Ada 2.000 Blankspot Internet di RI, di Mana Terbanyak?
CYBER SECURITY

BAKTI Ungkap Ada 2.000 Blankspot Internet di RI, di Mana Terbanyak?

BAKTI Komdigi ungkap 98 persen wilayah Indonesia terjangkau internet, namun 2.000 desa masih blankspot, terutama di Papua.

Baca Selengkapnya →