6 mnt baca (1,020 kata)
| |
INDUSTRI IT 13 August 2026, 13:35 WIB

Pengusaha Ungkap Kriteria Laptop Idaman, Bukan Cuma After-Sales

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
Pengusaha Ungkap Kriteria Laptop Idaman, Bukan Cuma After-Sales
Pengusaha Ungkap Kriteria Laptop Idaman, Bukan Cuma After-Sales

Pelaku UKM ungkap alasan pilih laptop MacBook buatan Apple untuk menunjang operasional bisnis. Simak selengkapnya!

Iklan Sponsor / Advertisement
MacBook dan iPad. (CNBC INdonesia/Intan)
Foto: (CNBC INdonesia/Intan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) dengan mobilitas tinggi, keandalan laptop dilihat dari berbagai faktor. Salah satunya kemudahan layanan purna-jual (after-sales) global yang siap membantu di negara mana pun mereka berada.

Kemudahan servis dan penggantian unit di mana saja menjadi salah satu nilai tambah yang membuat Revano Satria, founder dan curator RSI Group dan Retired Space, memilih perangkat Apple sebagai 'alat tempur'-nya dalam menjalankan bisnis.

Menurut Revano, banyak pengguna di Indonesia belum menyadari bahwa servis perangkat Apple bisa dilakukan secara internasional tanpa proses yang rumit. Ia pun membagikan pengalamannya menggunakan laptop MacBook selama bertahun-tahun saat bekerja di berbagai negara.

"Yang banyak orang enggak sadar, saya sudah pakai dari lama, keliling dunia, dan bisa dengan mudah melakukan penggantian [unit atau komponen] di mana saja," kata Revano di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Ia menceritakan pernah membawa MacBook-nya ke Inggris ketika speaker mengalami kerusakan. Setelah diperiksa, perangkat tersebut langsung diganti tanpa proses yang berbelit.

"Ternyata enggak ada masalah. Saya beli dari [negara lain], saya bawa ke sana [untuk diservis]," ujar Revano.

Senada dengan itu, Co-Founder dan CEO Assemblr Group, Hasbi Asyadiq, menilai Apple membangun pengalaman pengguna secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada perangkat semata. Ia mengatakan perusahaan tersebut memikirkan seluruh proses secara detail, mulai dari pengalaman di Apple Store, layanan teknisi, hingga sistem internal.

"Apple tuh sangat holistik mikirin semuanya. Experience-nya tuh bener-bener beyond the device. Everything," kata Hasbi dalam kesempatan yang sama.

Menurut dia, kesederhanaan yang ditawarkan Apple justru menjadi pencapaian tertinggi karena dibangun melalui pendekatan end-to-end yang berorientasi pada pengalaman pengguna.

Perlu dicatat, Apple Store yang merupakan jaringan toko ritel resmi yang dimiliki dan dioperasikan langsung oleh Apple, belum tersedia di Indonesia. Penjualan perangkat Apple selama ini dilakukan melalui Apple Authorized Reseller seperti iBox dan Digimap.

Sementara itu, layanan purna-jual perangkat Apple dipercayakan melalui saluran seperti iBox Service Center, Digimap Service, dan mitraCare. Untuk beberapa kasus, perbaikan perangkat Apple bisa dilakukan di dalam negeri. Namun, ada kasus-kasus kerusakan yang lebih serius yang kerap mengharuskan perangkat dikirim ke luar negeri, sehingga membutuhkan waktu perbaikan lebih lama.

Kriteria Laptop Incaran Pelaku UKM

Selain layanan purna-jual, para pelaku usaha juga mengungkapkan kriteria utama saat memilih laptop dalam mendukung operasional bisnis.

Founder Massicot, Amanda Mitsuri, mengatakan desain dan kinerja menjadi faktor pertama yang ia pertimbangkan. Sebagai seorang desainer, ia membutuhkan perangkat yang stabil dan minim gangguan.

"Karena aku desainer juga, aku akan mencari satu desain yang baik. Dan itu semua ada di Apple. Se-simple itu. Karena visualnya lumayan besar ya. Dan gak pernah ada bugs, gak pernah ada hal-hal lain," ucap Amanda.

Sementara itu, Hasbi menempatkan reliabilitas sebagai faktor paling penting. Menurut dia, kualitas perangkat keras (hardware) , desain yang sederhana, serta akurasi layar sangat menentukan produktivitas, khususnya bagi pelaku industri kreatif.

"Buat saya, reliability. Hardware-nya berkualitas, desainnya sederhana, dan untuk kebutuhan kreatif, display-nya sangat dekat dengan warna asli. Sulit membandingkannya dengan ekosistem lain," ujarnya.

Di sisi lain, Revano justru mengaku ketertarikannya pada Apple bermula dari desain fisik produknya, bahkan sebelum memahami sistem operasinya. Ia mengatakan desain Apple terlihat berbeda dibanding laptop lain yang menurutnya dipenuhi sambungan, baut, dan komponen yang tidak perlu.

Menurut dia, Apple berani mengorbankan kemudahan produksi demi memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna. Dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah Apple mengembangkan chip buatannya sendiri, ia menilai lonjakan performa perangkat tersebut sudah sangat jauh dibanding kompetitor.

"Sudah jauh sekali performanya. The performance leap itu sudah enggak usah dibandingin, terlalu jauh. Jadi kalau dulu, sometimes when I met someone, kita debate lah, masih bisa debate lah," kata dia.

Fitur Terbaik di Ekosistem Apple Bagi Pelaku UKM

Fitur kolaborasi lintas perangkat dan iCloud menjadi dua kemampuan di ekosistem Apple yang paling dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha. Keduanya dinilai mampu mempercepat koordinasi tim, menyederhanakan alur kerja, hingga memudahkan pengelolaan data perusahaan.

Hasbi mengatakan fitur Collaboration menjadi yang paling berguna untuk mendukung pekerjaannya. Menurutnya, kemampuan bekerja secara bersama-sama di berbagai perangkat membuat proses kolaborasi antardivisi menjadi lebih efisien.

Iklan Sponsor / Advertisement

Ia menjelaskan bahwa timnya terdiri dari berbagai fungsi, mulai dari tim kreatif hingga copywriter. Dalam pekerjaan sederhana seperti membuat presentasi atau deck, seluruh anggota tim dapat mengerjakannya secara bersamaan tanpa hambatan.

"Kita bisa melakukannya seamless, kita bisa melakukannya di mana pun, dan syncing across devices. Saya pikir itu terdengar simpel, tapi itu sangat berguna," jelasnya.

Sementara itu, Amanda yang mengelola tim yang relatif kecil menilai fitur kolaborasi tetap menjadi elemen yang paling penting dalam operasional bisnis. Menurutnya, fitur tersebut membantu seluruh anggota tim mengikuti perkembangan pekerjaan sehingga tidak ada yang tertinggal.

"Kolaborasi itu membuat semua bisa catch up, tidak ada yang ketinggalan, dan tahu progres pekerjaan. Dalam bisnis, meski tim kecil, kekurangan komunikasi bisa berdampak besar. Kelihatannya sederhana, tapi sangat berdampak," kata Amanda.

Di sisi lain, Revano justru memilih iCloud sebagai fitur paling penting dalam ekosistem Apple. Ia mengatakan seluruh operasional kantornya bergantung pada iCloud karena semua data perusahaan tersimpan dalam satu akun yang digunakan bersama di lingkungan kerja.

"iCloud adalah segalanya untuk perusahaan saya. Semua data kantor ada di sana, dan seluruh tim menggunakan perangkat Apple," ujar Revano.

Menurutnya, sistem tersebut sangat memudahkan ketika ada anggota tim baru atau perangkat baru yang digunakan. Cukup dengan login menggunakan akun iCloud, seluruh data dan kebutuhan kerja langsung tersedia.

"Dengan satu iCloud, seluruh ekosistem kerja kami ada di sana. Semua data lengkap di situ. Saat ada orang baru, tinggal login iCloud dan semuanya langsung siap. Itu benar-benar menyelamatkan," ia memungkasi.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga Laptop Makin Mahal, Pedagang Ramai-Ramai Beralih ke Sini
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

Pengusaha Ungkap Kriteria Laptop Idaman, Bukan Cuma After-Sales. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Orang Belanja 30% Lebih Banyak Saat Scrolling di IG, Facebook dan WA
TEKNOLOGI & IT

Orang Belanja 30% Lebih Banyak Saat Scrolling di IG, Facebook dan WA

Meta mengungkap fakta bahwa orang-orang 30% keluar lebih banyak uang saat scroll di platform Meta yakni Instagram, Facebook dan WhatsApp.

Baca Selengkapnya →
Laptop China Laku Keras Saat Krisis, Pendapatan Naik Drastis
INDUSTRI IT

Laptop China Laku Keras Saat Krisis, Pendapatan Naik Drastis

Lenovo mencatat pertumbuhan pendapatan 43% di tengah krisis chip global, berkat strategi penyesuaian harga dan fokus pada AI hardware.

Baca Selengkapnya →
Digitalisasi Bansos Diuji, Hak Masyarakat Mesti Diberi Secara Tepat
TEKNOLOGI & IT

Digitalisasi Bansos Diuji, Hak Masyarakat Mesti Diberi Secara Tepat

Pemerintah uji coba digitalisasi perlindungan sosial untuk akurasi penyaluran bantuan. Integrasi data diharapkan mempermudah akses bagi masyarakat yang berhak.

Baca Selengkapnya →