Jakarta — Changpeng Zhao pendiri bursa mata uang kripto Binance pernah dipenjara, namun kini dia berhasil bangkit dan menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Bahkan mengalahkan Bill Gates.
Binance didirikan pada 2017, enam tahun kemudian setelah penyelidikan menyeluruh oleh pihak berwenang AS terhadap praktik kepatuhan perusahaan tersebut, ia mengaku bersalah. Zhao dianggap gagal menerapkan program anti-pencucian uang yang efektif. Zhao setuju untuk membayar denda sebesar USD 50 juta (terpisah dari kesepakatan penyelesaian senilai USD 4,3 miliar yang dibayarkan oleh Binance). Ia juga mundur dari jabatannya sebagai CEO dan menjalani hukuman empat bulan penjara di California.
Kurang dari satu setengah tahun setelah pembebasannya, Zhao kembali muncul sebagai sosok terkaya di dunia kripto. Selama 17 bulan terakhir, kekayaan bersihnya melonjak menjadi sekitar USD 110 miliar atau setara Rp 1.953 triliun. Angka ini naik USD 47 miliar, sekitar Rp 834 triliun, dari tahun sebelumnya, menurut data Forbes.
Lonjakan tersebut kini menempatkan Zhao sebagai orang terkaya ke-17 di dunia dan termasuk dalam kelompok kecil individu dengan kekayaan mencapai angka 12 digit. Ia bahkan telah melampaui Bill Gates, yang kekayaan bersihnya diperkirakan sekitar USD 108 miliar (sekitar Rp 1.918 triliun) setelah bertahun-tahun melakukan donasi filantropis besar-besaran dan perceraiannya dengan Melinda French Gates pada tahun 2021.
Melansir Inc, Gates kini menempati peringkat ke-19 dalam daftar orang terkaya dunia. Dia tertinggal dua peringkat dan sekitar USD 2 miliar di belakang Zhao.
Sebagian besar kekayaan Zhao terkait dengan kepemilikan sahamnya di Binance. Binance tetap menjadi bursa kripto terbesar di dunia. Perusahaan swasta ini yang berbasis di Uni Emirat Arab, tempat Zhao kini tinggal.
Binance tidak mengungkapkan laporan keuangan atau struktur kepemilikannya secara publik. Kendati demikian, kata Forbes, perbandingan industri dengan pesaing seperti Coinbase mengindikasikan bahwa nilai Binance bisa mencapai sekitar USD 100 miliar. Dokumen hukum dari penyelidikan di AS menunjukkan bahwa Zhao memiliki sekitar 90% saham perusahaan tersebut.
Meskipun terdapat volatilitas pada aset-aset Zhao yang lebih kecil (seperti kepemilikan sekitar 14.000 bitcoin yang nilainya turun sekitar 25% menjadi sekitar USD 100 juta bulan lalu) skala bisnis Binance terus menjadi pendorong utama kekayaannya. Bursa ini dilaporkan memproses volume perdagangan tahunan lebih dari USD 30 triliun di pasar spot dan derivatif.
"Binance menghasilkan pendapatan yang diperkirakan antara USD 16 miliar hingga USD 17 miliar (Rp 284-301 triliun) pada tahun 2024 dan 2025," ujar Zheng Jie Lim, seorang analis di penyedia data kripto Artemis.
Ia menambahkan bahwa pendapatan Binance kira-kira dua setengah kali lipat dari pendapatan Coinbase yang sebesar USD 6,6 miliar. Binance juga mengoperasikan ekosistem yang lebih luas yang terhubung dengan jaringan blockchain miliknya sendiri, serta program insentif yang mendistribusikan token kepada para pengguna.