4 mnt baca (717 kata)
| |
CYBER SECURITY 11 August 2026, 03:10 WIB

Perusahaan AI Hancurkan Jutaan Buku Fisik, Ini Tujuannya

Sumber Resmi: CNN Indonesia Tekno
DevNetCUK Tech Digest
Perusahaan AI Hancurkan Jutaan Buku Fisik, Ini Tujuannya
Perusahaan AI Hancurkan Jutaan Buku Fisik, Ini Tujuannya

Perusahaan AI, termasuk Anthropic, memusnahkan jutaan buku bekas untuk melatih model mereka. Praktik ini memicu kontroversi dan kekhawatiran citra publik.

Iklan Sponsor / Advertisement
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) memusnahkan jutaan buku, yang mereka beli secara bekas. Tren ini pun makin marak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan AI.

Salah satu yang melakukan hal ini adalah Anthropic, perusahaan pembuat Claude. Sebuah dokumen terbaru menunjukkan bahwa perusahaan sangat menyadari betapa buruknya citra mereka jika tindakan ini sampai tercium publik.

Inisiatif rahasia bertajuk Project Panama ini terungkap pada pertengahan tahun lalu lewat gugatan hukum yang diajukan oleh sekelompok penulis terhadap Anthropic. Kasus ini akhirnya disepakati untuk diselesaikan secara damai dengan nilai ganti rugi sebesar US$1,5 miliar pada Agustus tahun lalu.

Melansir Futurism pada Januari lalu, dokumen-dokumen tersebut mengungkap bagaimana jajaran pimpinan Anthropic menganggap buku sebagai elemen yang sangat penting untuk melatih model AI mereka. Salah satu pendiri bahkan menyatakan bahwa buku akan mengajari AI cara menulis dengan baik, bukannya meniru gaya bahasa internet berkualitas rendah.

Membeli, memindai, lalu menghancurkan jutaan buku bekas menjadi salah satu cara mewujudkannya. Metode ini dinilai murah dan dianggap sah secara hukum.

Praktik ini memanfaatkan celah hukum yang disebut sebagai doktrin penjualan pertama, yang mengizinkan pembeli memperlakukan barang belian mereka secara bebas tanpa campur tangan pemegang hak cipta.

Dengan mengubah format dari kertas ke digital, seorang hakim menilai tindakan tersebut dianggap sebagai transformati. Perusahaan dinilai tidak mencetak ulang atau mendistribusikan kembali buku fisik.

Hal ini dinilai cukup untuk dikategorikan sebagai penggunaan yang adil, dan secara keseluruhan, pemusnahan buku tersebut membuat Anthropic terhindar dari kewajiban membayar royalti kepada para penulis.

Perusahaan menggunakan mesin pemotong bertenaga hidraulik untuk memotong jutaan buku bekas dari pengecer secara rapi, lalu memindai halaman-halamannya menggunakan pemindai tingkat produksi berkecepatan tinggi. Setelah itu, perusahaan daur ulang akan dijadwalkan untuk mengambil sisa-sisa buku yang telah hancur, agar tidak terkesan membuang-buang limbah.

Anthropic sebetulnya cemas akan dampak dari praktik destruktif ini terhadap citra mereka, yang bisa menjadi simbol nyata dari pandangan publik bahwa teknologi AI sedang merusak dunia seni.

"Kami tidak ingin ada yang tahu bahwa kami sedang mengerjakan proyek ini," bunyi dokumen perencanaan internal dari tahun 2024 yang baru dibuka, seperti dikutip oleh The Washington Post.

Sebelum beralih ke buku fisik, Anthropic awalnya mengandalkan buku digital. Pada tahun 2021, salah satu pendiri Anthropic, Ben Mann, mengunduh jutaan buku dari LibGen, sebuah situs perpustakaan bayangan yang menyediakan teks bajakan secara gratis.

Perusahaan membantah menggunakan buku-buku bajakan tersebut untuk melatih model komersial mereka. Namun, meskipun tindakan menghancurkan buku bekas dinyatakan sah secara hukum, penggunaan buku bajakan merupakan tindakan ilegal, yang akhirnya berujung pada kesepakatan ganti rugi senilai US$1,5 miliar.

Anthropic bukan satu-satunya perusahaan yang merusak fisik buku demi data. Dalam gugatan penulis lainnya, dokumen terungkap menunjukkan bagaimana Meta milik Mark Zuckerberg juga mengambil jutaan buku dari perpustakaan bayangan seperti LibGen.

Iklan Sponsor / Advertisement

Makin meluas

Melansir Futurism, praktik tersebut makin marak hingga penjual buku berskala besar ikut mengambil keuntungan dari lonjakan tren AI. Salah satu platform bernama ISBNdb, yang mengklaim memiliki basis data buku terbesar di dunia, menyebutkan bahwa data pelatihan AI terbaik saat ini sebenarnya tersimpan di rak-rak buku.

Teks fisik dianggap steril dari paparan tulisan hasil AI berkualitas rendah yang sudah banyak mencemari internet.

ISBNdb menjelaskan di situs webnya bahwa buku cetak terbitan sebelum era LLM dijamin bersih dari kontaminasi tulisan AI modern, dan hal itu menjadi keunggulan yang sangat signifikan.

Platform yang dulunya berfokus membantu perpustakaan, distributor, dan toko buku ini sekarang justru memfasilitasi perusahaan AI untuk membeli buku secara borongan, mulai dari ribuan hingga satu juta eksemplar per pesanan.

Sebagai nilai tambah, ISBNdb juga berjanji menjaga kerahasiaan transaksi perusahaan AI tersebut agar tidak menjadi sorotan publik. Pihak ISBNdb menyadari bahwa narasi media seperti "Perusahaan AI Memusnahkan Jutaan Buku" tentu akan memicu kecaman publik.

(dmi)

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNN Indonesia Tekno. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNN Indonesia Tekno →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNN Indonesia Tekno

Perusahaan AI Hancurkan Jutaan Buku Fisik, Ini Tujuannya. — Dari sisi infrastruktur, kami menyarankan tim IT untuk segera memetakan aset kritis yang relevan dengan topik ini, memastikan patch level terkini, enable logging penuh pada perimeter security (firewall/SIEM), dan menjalankan uji runbook tanggap darurat (Incident Response tabletop) setidaknya satu kali per kuartal.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
8 Produk Apple Diprediksi Rilis September 2026, iPhone Lipat Jadi Bintang
TEKNOLOGI & IT

8 Produk Apple Diprediksi Rilis September 2026, iPhone Lipat Jadi Bintang

Apple dikabarkan menyiapkan hingga delapan produk baru untuk September 2026, termasuk iPhone 18 Pro, Apple Watch baru dan iPhone lipat pertama.

Baca Selengkapnya →
Apa yang Terjadi Saat Keluar dari Area Coverage 5G?
TEKNOLOGI & IT

Apa yang Terjadi Saat Keluar dari Area Coverage 5G?

Untuk saat ini cakupan jaringan 5G belum menyeluruh, sehingga koneksinya bisa berpindah secara otomatis ke 4G. Bagaimana bisa itu terjadi dan cara mengatasinya?

Baca Selengkapnya →
3 Game Pokemon Langka Laku Rp 35,6 Miliar, Jadi Transaksi Terbesar Kedua
TEKNOLOGI & IT

3 Game Pokemon Langka Laku Rp 35,6 Miliar, Jadi Transaksi Terbesar Kedua

Tiga game Pokemon edisi cetakan pertama telah terjual sekitar Rp 35,6 miliar dan menjadikannya transaksi game fisik terbesar kedua di dunia.

Baca Selengkapnya →