3 mnt baca (553 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 11 August 2026, 00:15 WIB

Piton Jumbo dari Asia Tenggara yang Jadi Mimpi Buruk di Florida

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Piton Jumbo dari Asia Tenggara yang Jadi Mimpi Buruk di Florida
Piton Jumbo dari Asia Tenggara yang Jadi Mimpi Buruk di Florida

Sejak 1980-an, rawa-rawa di Everglades, Florida Selatan, dibanjiri salah satu spesies invasif merusak: piton Burma.

Iklan Sponsor / Advertisement
Jakarta -

Sejak 1980-an, rawa-rawa di Everglades, Florida Selatan, dibanjiri salah satu spesies invasif merusak: piton Burma. Ular raksasa yang panjangnya bisa mencapai 5 meter atau lebih ini nyaris memusnahkan mamalia kecil dan menengah di sana.

Ekosistem tersebut, Everglades Florida, membentang sekitar 607 ribu hektar. Terkecuali beberapa jalan raya yang membelahnya, rawa subtropis terpencil ini terputus dari peradaban Amerika.

Dikutip detikINET dari History.com, karena piton betina bertelur 50 hingga 100 butir per tahun dan tak punya predator alami di wilayah tersebut, ancaman mereka terus meningkat.


Bagaimana Piton Burma Menguasai Florida

Sebagai hewan asli Asia Tenggara, piton awalnya dibawa ke AS sebagai peliharaan eksotis. Saat perdagangan hewan eksotis meledak tahun 1980-an, Miami menjadi rumah ribuan ular jenis ini. Nah, tidak dapat dihindari bahwa beberapa pemilik yang tidak bertanggung jawab melepaskannya ke alam liar.

Namun, sebagian besar pakar meyakini piton mulai membangun populasi di Everglades tak lama setelah Badai Andrew yang meluluhlantakkan negara bagian itu Agustus 1992. Selama badai, sebuah fasilitas penangkaran piton hancur, melepaskan ular tak terhitung ke rawa di dekatnya.

Saat ini, pihak berwenang tak tahu pasti jumlahnya karena Everglades sangat luas dan sulit dijangkau. Selain itu, ular cokelat ini berbaur sangat baik di lingkungan semak belukar tersebut. "Jumlahnya bisa puluhan ribu, bahkan ratusan ribu," kata Rory Feeney, kepala South Florida Water Management District (SFWMD).

Ancaman Ekologis Terbesar

Meski baru sebentar di Florida, piton Burma memusnahkan mamalia di Everglades dan mengancam keanekaragaman hayatinya. Antara 1997 hingga 2012 populasi rakun, oposum, dan kucing hutan di Everglades anjlok berturut-turut sebesar 99,3, 98,9, dan 87,5 persen. Sementara itu, kelinci rawa, kelinci ekor kapas, dan rubah menghilang.

Studi lain, yang memasang pemancar radio pada kelinci dan melepaskannya ke Everglades, menemukan bahwa 77 persen dari mereka yang mati dalam waktu setahun menemui ajalnya akibat lilitan piton. "Kami menemukan burung air di perut piton. Kami juga menemukan rusa," ujar Feeney.

Daniel Simberloff, ahli biologi University of Tennessee mendeskripsikan efektivitas piton Burma di Florida. "Habitat Everglades sempurna. Udaranya hangat, mereka dapat hidup sangat baik di habitat berlumpur dan berawa dan ada sumber makanan melimpah yang sama sekali belum beradaptasi menghadapi mereka. Tidak ada satu hal pun yang menghalangi mereka berkembang biak," katanya.

Otoritas negara bagian dan federal bekerja sama dalam upaya membasmi populasi reptil tersebut. Di 2010, negara bagian menjadikan kepemilikan piton sebagai hewan peliharaan adalah ilegal.

Iklan Sponsor / Advertisement

Di 2017, diperkenalkan Program Eliminasi Piton, yang mempekerjakan orang untuk berburu ular. Mereka dibayar upah minimum, ditambah biaya tambahan ukuran panjang ular yang ditangkap.

Lalu ada kompetisi tahunan berburu piton berhadiah. Program eliminasi ini menyingkirkan ribuan piton, tapi kemungkinan hanya sebagian kecil populasinya. Namun, ia optimis karena setengah ular tersebut adalah betina. Setiap ular betina yang disingkirkan menurutnya adalah langkah ke arah yang benar.

Taktik agresif juga dieksplorasi. Ilmuwan secara teoritis dapat memasukkan gen yang menyebabkan keturunan pejantan pembawa gen terlahir jantan atau menyebabkan keturunan betina mati. Namun, hingga teknologi semacam itu berhasil dikembangkan, piton Burma kemungkinan akan terus mengancam satwa Florida.

Saksikan Live DetikPagi:

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

Piton Jumbo dari Asia Tenggara yang Jadi Mimpi Buruk di Florida. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Makin Dipikir Makin Bingung, Foto-foto Ini Malah Bikin Ngakak
TEKNOLOGI & IT

Makin Dipikir Makin Bingung, Foto-foto Ini Malah Bikin Ngakak

Kumpulan foto absurd dan sulit dijelaskan ini bikin otak loading. Makin dipikir makin bingung, tapi justru kelucuannya bikin ngakak.

Baca Selengkapnya →
Ahli Jerman Ungkap Kesalahan Soal Danau Toba yang Sudah Lama Dipercaya
INDUSTRI IT

Ahli Jerman Ungkap Kesalahan Soal Danau Toba yang Sudah Lama Dipercaya

Penelitian terbaru menunjukkan letusan Gunung Toba 74.000 tahun lalu hanya menyebabkan pendinginan 0,5°C selama 18 bulan.

Baca Selengkapnya →
Pernah Dipenjara, Orang Ini Kini Lebih Kaya dari Bill Gates
TEKNOLOGI & IT

Pernah Dipenjara, Orang Ini Kini Lebih Kaya dari Bill Gates

Changpeng Zhao pendiri Binance pernah dipenjara, namun kini dia berhasil bangkit dan menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Bahkan mengalahkan Bill Gates.

Baca Selengkapnya →