3 mnt baca (543 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 07 August 2026, 02:45 WIB

Putusan Kuota Tak Hangus Dinilai Bisa Hilangkan Paket Internet Murah

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Putusan Kuota Tak Hangus Dinilai Bisa Hilangkan Paket Internet Murah
Putusan Kuota Tak Hangus Dinilai Bisa Hilangkan Paket Internet Murah
Iklan Sponsor / Advertisement
Ringkasan editorial DevNetCUK: bagian inti berita bersumber dari DetikInet Teknologi, lalu dilengkapi dengan konteks teknis dan rekomendasi langkah tindak lanjut untuk praktisi infrastruktur IT.

Putusan MK tentang kuota internet tak hangus berpotensi hilangkan paket murah. Pengamat minta pemerintah seimbangkan perlindungan konsumen dan industri.

Konten asli dari DetikInet Teknologi


Jakarta -

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus kuota internet tidak hangus dinilai berpotensi memicu konsekuensi baru bagi industri telekomunikasi. Salah satu dampak yang dikhawatirkan adalah hilangnya paket internet murah karena operator seluler harus menanggung beban biaya yang lebih besar.

Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansah menilai putusan tersebut memang memberikan perlindungan kepada konsumen. Namun di sisi lain, keberlangsungan bisnis operator telekomunikasi juga harus menjadi perhatian pemerintah.

"Artinya putusan itu memberi perlindungan kepada pengguna. Akan tetapi persoalannya itu bagaimana nanti operator-operator itu tetap dilindungi," kata Trubus saat dihubungi wartawan, Jumat (7/8/2026).

Disampaikannya, jika tidak ada kebijakan yang menyeimbangkan kepentingan konsumen dan pelaku industri, operator berpotensi melakukan penyesuaian bisnis untuk menjaga keberlanjutan usaha. Salah satu langkah yang mungkin diambil adalah mengurangi atau bahkan menghapus paket internet dengan harga sangat murah.

"Hari ini saja misalnya, yang selama ini berjalan kan ada kuota yang Rp5.000 sehari. Paket murah itu bisa saja hilang," ujar Guru Besar Universitas Trisakti ini.

Trubus menyebutkan pemerintah perlu segera menyusun kebijakan lanjutan agar dampak putusan MK tidak sepenuhnya dibebankan kepada operator seluler. Menurutnya, negara dapat memberikan berbagai bentuk insentif untuk menjaga kesehatan industri telekomunikasi.

Ia mencontohkan sejumlah opsi seperti pemberian keringanan pajak hingga kemudahan akses pembiayaan bagi operator.

"Lalu ada kebijakan-kebijakan lain mungkin dalam hal ini pinjam-pinjaman bank misalnya dikasih kemudahan," ungkapnya.

Selain itu, Trubus menilai implementasi putusan MK belum dapat dilakukan secara langsung karena masih memerlukan aturan teknis, terutama terkait mekanisme akumulasi atau roll over kuota internet.

Oleh karena itu, ia meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) segera menyusun Peraturan Menteri (Permen) sebagai aturan turunan yang mengatur mekanisme tersebut secara rinci.

Lebih lanjut, Trubus mengatakan, penyusunan regulasi sebaiknya melibatkan operator telekomunikasi, asosiasi industri, hingga masyarakat agar aturan yang dihasilkan tetap menjaga keseimbangan antara perlindungan konsumen dan keberlangsungan investasi sektor telekomunikasi.

Di sisi lain, Trubus juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan kuota internet secara bijak sesuai kebutuhan. Edukasi kepada pelanggan dinilai penting agar kebijakan kuota yang tidak lagi hangus tidak justru mendorong penumpukan kuota secara berlebihan.

"Edukasi ke masyarakat bahwa tidak boleh menumpuk-numpuk kuota dan tetap bijak dalam membelanjakan kuota internet yang sesuai dengan kebutuhan," imbuhnya.

Ia juga menyoroti peran pemerintah daerah yang diharapkan tidak menambah beban operator melalui berbagai pungutan dan retribusi. Menurut Trubus, dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah diperlukan agar iklim investasi telekomunikasi tetap kondusif di tengah implementasi putusan MK.

Iklan Sponsor / Advertisement

"Setidaknya memberikan pajak jangan kemudian mengejar-ngejar pajak terus, mengejar retribusi," pungkasnya.

Video Komisi Reformasi: Tak Ada Lagi Anggota Polri Jabat di Kementerian/Lembaga


Tinjauan Infrastruktur IT — Redaksi DevNetCUK

BAGIAN INI BUKAN ISI BERITA ASLI DARI DetikInet Teknologi  |  Opini subyektif editorial untuk praktisi IT

Berita Putusan Kuota Tak Hangus Dinilai Bisa Hilangkan Paket Internet Murah yang dilaporkan oleh DetikInet Teknologi di sektor Teknologi & IT dapat menjadi momentum evaluasi untuk operasional IT di organisasi Anda.

Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Ingin mendalami topik sejenis melalui tutorial & lab hands-on? Kunjungi halaman Pusat Tutorial Jaringan & Infrastruktur IT, atau pelajari penawaran layanan profesional DevNetCUK di halaman Solusi Enterprise kami.

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →
Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!
INDUSTRI IT

Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!

Terdakwa perkara tudingan ijazah palsu Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa menyatakan hijrah dari urusan ijazah Jokowi. Sebenarnya dia sudah...

Baca Selengkapnya →
Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
INDUSTRI IT

Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,69% dalam sepekan hingga ditutup pada level Rp17.897 per dolar AS pada Jumat (7/8/2026).

Baca Selengkapnya →
Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol
INDUSTRI IT

Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melaksanakan apel kebangsaan bertajuk Jaga Jakarta untuk Indonesia di Monas, Jakarta Pus...

Baca Selengkapnya →