3 mnt baca (528 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 07 August 2026, 13:20 WIB

Qwen3.8-Max, Alibaba Rilis AI Tercanggih dengan 2,4 Triliun Parameter

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Qwen3.8-Max, Alibaba Rilis AI Tercanggih dengan 2,4 Triliun Parameter
Qwen3.8-Max, Alibaba Rilis AI Tercanggih dengan 2,4 Triliun Parameter
Iklan Sponsor / Advertisement
Ringkasan editorial DevNetCUK: bagian inti berita bersumber dari DetikInet Teknologi, lalu dilengkapi dengan konteks teknis dan rekomendasi langkah tindak lanjut untuk praktisi infrastruktur IT.

Alibaba meluncurkan Qwen3.8-Max, model AI terbesar dengan 2,4 triliun parameter, context window 1 juta token, serta kemampuan coding, riset, analisis visual.

Konten asli dari DetikInet Teknologi


Jakarta -

Alibaba resmi meluncurkan Qwen3.8-Max, model kecerdasan buatan (AI) terbesar dan paling canggih dalam keluarga Qwen. Model ini membawa 2,4 triliun parameter dengan context window hingga 1 juta token, sehingga mampu menangani dokumen panjang dan tugas kompleks dengan lebih efisien.

Qwen3.8-Max kini tersedia melalui API di Alibaba Cloud Model Studio untuk developer di seluruh dunia. Sementara itu, model weights dijadwalkan dirilis pada pekan depan. Pengguna juga dapat mencobanya lewat QwenWork, platform AI agent all-in-one milik Alibaba.

Alibaba mengklaim Qwen3.8-Max menempati peringkat kelima di Text Arena dan peringkat kedua di Vision Arena, berkat kemampuannya dalam coding, riset, pekerjaan profesional, hingga analisis visual.

Efisien Meski Punya 2,4 Triliun Parameter

Qwen3.8-Max dibangun menggunakan arsitektur Sparse Mixture-of-Experts (MoE) yang dipadukan dengan hybrid attention. Meski memiliki 2,4 triliun parameter, model ini hanya mengaktifkan sekitar 95 miliar parameter saat digunakan. Pendekatan tersebut membuat proses inferensi lebih cepat sekaligus mengurangi kebutuhan komputasi dibandingkan model AI konvensional dengan ukuran serupa.

Alibaba menyebut model ini dirancang untuk menangani berbagai tugas yang membutuhkan penalaran kompleks, termasuk pengembangan perangkat lunak, analisis dokumen, riset ilmiah, hingga pekerjaan yang melibatkan banyak tahapan.

Dalam pengujian internal, Qwen3.8-Max berhasil menyelesaikan proyek rekayasa perangkat lunak selama 16 hari secara mandiri dan menghasilkan framework AI agent oh-my-cli yang kini telah tersedia sebagai proyek open source di GitHub. Model ini juga diklaim mengungguli peserta manusia pada ajang WWW2025 Multimodal Dialogue Intent Recognition Challenge dalam memahami transkrip layanan pelanggan.

Mampu Memahami Teks, Gambar, hingga Video

Sebagai model AI multimodal, Qwen3.8-Max tidak hanya memproses teks, tetapi juga mampu memahami gambar dan video. Alibaba mengatakan model ini dapat menganalisis dokumen ratusan halaman, serial televisi, hingga siaran langsung berdurasi 100 jam, kemudian mengubahnya menjadi basis pengetahuan yang interaktif.

Kemampuan visualnya memungkinkan AI ini membangun ulang antarmuka aplikasi hanya dari tangkapan layar, mengubah denah rumah 2D menjadi visualisasi 3D, membuat animasi dari perintah teks, hingga menghasilkan permainan interaktif menggunakan bahasa alami.

Untuk menunjukkan kemampuan tersebut, Alibaba memperkenalkan RecreationBench, benchmark yang menguji kemampuan AI merekonstruksi aplikasi tanpa akses internet maupun kode sumber. Menurut Alibaba, hasil pengujian menunjukkan Qwen3.8-Max mampu membangun ulang aplikasi hanya melalui interaksi dengan aplikasi yang sudah ada serta memanfaatkan umpan balik visual.

Dengan peluncuran Qwen3.8-Max, Alibaba semakin memperketat persaingan model AI global. Perusahaan menargetkan model ini menjadi AI agent yang tidak hanya mampu menjawab pertanyaan, tetapi juga membantu menyelesaikan pekerjaan kompleks secara mandiri.

Iklan Sponsor / Advertisement

Mengenal Aplikasi Copilot Buatan Microsoft


Tinjauan Infrastruktur IT — Redaksi DevNetCUK

BAGIAN INI BUKAN ISI BERITA ASLI DARI DetikInet Teknologi  |  Opini subyektif editorial untuk praktisi IT

Berita Qwen3.8-Max, Alibaba Rilis AI Tercanggih dengan 2,4 Triliun Parameter yang dilaporkan oleh DetikInet Teknologi di sektor Teknologi & IT dapat menjadi momentum evaluasi untuk operasional IT di organisasi Anda.

Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Ingin mendalami topik sejenis melalui tutorial & lab hands-on? Kunjungi halaman Pusat Tutorial Jaringan & Infrastruktur IT, atau pelajari penawaran layanan profesional DevNetCUK di halaman Solusi Enterprise kami.

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →
Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!
INDUSTRI IT

Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!

Terdakwa perkara tudingan ijazah palsu Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa menyatakan hijrah dari urusan ijazah Jokowi. Sebenarnya dia sudah...

Baca Selengkapnya →
Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
INDUSTRI IT

Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,69% dalam sepekan hingga ditutup pada level Rp17.897 per dolar AS pada Jumat (7/8/2026).

Baca Selengkapnya →
Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol
INDUSTRI IT

Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melaksanakan apel kebangsaan bertajuk Jaga Jakarta untuk Indonesia di Monas, Jakarta Pus...

Baca Selengkapnya →