3 mnt baca (506 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 05 August 2026, 14:32 WIB

Rahasia Pakaian Tetap Awet, Ternyata Tak Harus Selalu Dicuci Air

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Rahasia Pakaian Tetap Awet, Ternyata Tak Harus Selalu Dicuci Air
Rahasia Pakaian Tetap Awet, Ternyata Tak Harus Selalu Dicuci Air
Iklan Sponsor / Advertisement
Ringkasan editorial DevNetCUK: bagian inti berita bersumber dari DetikInet Teknologi, lalu dilengkapi dengan konteks teknis dan rekomendasi langkah tindak lanjut untuk praktisi infrastruktur IT.

Mengurangi frekuensi mencuci pakaian dapat memperpanjang umur kain. Modena hadirkan teknologi DryClean Ozone untuk menyegarkan pakaian tanpa air dan deterjen.

Konten asli dari DetikInet Teknologi


Jakarta -

Banyak orang terbiasa langsung mencuci pakaian menggunakan air dan deterjen setiap kali selesai dipakai. Padahal, kebiasaan tersebut belum tentu diperlukan dan justru bisa membuat pakaian lebih cepat rusak, terutama untuk bahan tertentu seperti jas, gaun, hingga kemeja berbahan halus.

Menurut Modena, terlalu sering mencuci pakaian secara konvensional dapat meningkatkan risiko serat kain menipis, warna memudar, dan bentuk pakaian menjadi longgar. Karena itu, ada kondisi tertentu ketika pakaian cukup disegarkan tanpa harus melalui proses pencucian menggunakan air.

Pakaian berbahan halus atau memiliki detail khusus, seperti jas, gaun pesta, dan kemeja, membutuhkan perawatan yang lebih hati-hati agar bentuk, warna, serta kualitas kain tetap terjaga.

Jika hanya digunakan untuk aktivitas ringan atau sekadar berbau apek setelah lama disimpan di lemari, pakaian sebenarnya tidak selalu perlu dicuci menggunakan air dan deterjen.

Mengurangi frekuensi pencucian dapat membantu menjaga serat kain tetap kuat sekaligus memperpanjang usia pakai pakaian. Sebaliknya, proses mencuci yang terlalu sering dapat mempercepat penurunan kualitas kain karena terus-menerus terpapar air, deterjen, dan gesekan selama pencucian.

Namun, jika pakaian terkena noda membandel, minyak, atau kotoran lainnya, pencucian tetap diperlukan menggunakan mode yang sesuai dengan jenis bahan agar hasilnya optimal.

Sebagai alternatif untuk menyegarkan pakaian tanpa pencucian konvensional, Modena menghadirkan teknologi DryClean Ozone pada lini Front Load Washer EcoMotion Inverter.

Teknologi ini memanfaatkan ozon untuk membantu mengoksidasi bakteri, virus, jamur, serta penyebab bau pada permukaan pakaian tanpa menggunakan air maupun deterjen. Dengan demikian, pakaian dapat kembali segar tanpa harus menjalani proses pencucian yang berpotensi mempercepat keausan serat kain.

"Teknologi ini dihadirkan Modena untuk mempermudah konsumen merawat kualitas pakaian dalam jangka panjang dengan lebih paktis di rumah," ujar Teddy Wijaya, Vice President Marketing Modena.

Selain DryClean Ozone, mesin cuci ini juga dilengkapi fitur AutoDose+ yang secara otomatis menyesuaikan takaran deterjen berdasarkan berat pakaian. Fitur tersebut membantu mencegah penggunaan deterjen berlebihan yang dapat meninggalkan residu pada serat kain, membuat pakaian terasa kasar, serta mempercepat warna menjadi kusam.

Teknologi DryClean Ozone tersedia pada Modena Front Load Washer EcoMotio Inverter WF 0840 VODG berkapasitas 8 kg dan WF 1040 VODG berkapasitas 10 kg. Kedua model menawarkan 16 program pencucian, motor BLDC Inverter, kecepatan putaran hingga 1.700 rpm, serta dipasarkan dengan harga promo mulai Rp5.712.000

Iklan Sponsor / Advertisement

Samsung Galaxy Unpacked Watch Party 2026: First Impression The New Galaxy Foldable & Galaxy Watch Series


Tinjauan Infrastruktur IT — Redaksi DevNetCUK

BAGIAN INI BUKAN ISI BERITA ASLI DARI DetikInet Teknologi  |  Opini subyektif editorial untuk praktisi IT

Berita Rahasia Pakaian Tetap Awet, Ternyata Tak Harus Selalu Dicuci Air yang dilaporkan oleh DetikInet Teknologi di sektor Teknologi & IT dapat menjadi momentum evaluasi untuk operasional IT di organisasi Anda.

Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Ingin mendalami topik sejenis melalui tutorial & lab hands-on? Kunjungi halaman Pusat Tutorial Jaringan & Infrastruktur IT, atau pelajari penawaran layanan profesional DevNetCUK di halaman Solusi Enterprise kami.

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →
Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Jadwal Semifinal GOTF Mobile Legends 2026: Onic Vs SRG
TEKNOLOGI & IT

Jadwal Semifinal GOTF Mobile Legends 2026: Onic Vs SRG

Babak semifinal turnamen Mobile Legends dalam acara Game of the Future (GOTF) 2026 digelar hari ini. Onic dan Bigetron by Vitality akan bermain.

Baca Selengkapnya →
Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!
INDUSTRI IT

Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!

Terdakwa perkara tudingan ijazah palsu Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa menyatakan hijrah dari urusan ijazah Jokowi. Sebenarnya dia sudah...

Baca Selengkapnya →
Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
INDUSTRI IT

Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,69% dalam sepekan hingga ditutup pada level Rp17.897 per dolar AS pada Jumat (7/8/2026).

Baca Selengkapnya →