5 mnt baca (862 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 12 August 2026, 23:20 WIB

RT Punya Lele di Selokan, Dananya dari Mana?

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
RT Punya Lele di Selokan, Dananya dari Mana?
RT Punya Lele di Selokan, Dananya dari Mana?

RT viral yang budidaya lele di selokan ternyata harus berinvestasi hingga ratusan juta guna mewujudkan lingkungan seperti yang sekarang. Dananya dari mana?

Iklan Sponsor / Advertisement

Jakarta — Belakangan ini kembali viral RT percontohan, RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur. Bahkan, RT ini berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia, dengan sepuluh negara berkunjung untuk melakukan studi banding mengenai kesuksesan mereka membangun lingkungan hijau. Penghargaan dari Tiongkok pun menghampiri, mengapresiasi langkah besar yang diambil warga di sana.

Di RT 08, terdapat ekosistem biopori yang tertata rapi, budidaya ikan lele dan gurame di selokan, hingga kandang ayam tanpa bau tak sedap. Bahkan, begitu masuk ke dalamnya gang RT saja, sudah ada CCTV dengan monitor besar yang terinstal.

"Ini siskamling modern kami," kata Taufiq Supriadi sang ketua RT kepada detikINET, Rabu (12/8/2026), saat kami berkunjung ke sana.

Kami kemudian mengangguk, melangkahkan kaki ke dalam gang sembari melihat lagi inovasi yang ada. Spontan, yang tercetus di otak kami adalah, untuk membangun lingkungan seperti ini, butuh modal berapa besar?

Taufiq buka-bukaan angkanya mencapai ratusan juta. Untuk satu program, contohnya instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), modal utamanya bisa mencapai Rp 177 juta.

Oleh karena itu, dia harus rajin-rajin membuat proposal kepada perusahaan sehingga mereka mau memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) mereka untuk membangun RT 08. Tak asal, ada banyak pertimbangan dan dasar di balik pengajuan bantuan dana untuk pembangunan RT 08 maupun sister village.

Salah satu yang sedang ia perjuangkan adalah mendirikan Eco EduFarm di lahan kosong yang ada di sekitar RT. Namun, Taufiq mengaku diperlukan dana hingga miliaran rupiah.

"Untuk area A ini bersihnya Rp 2,1 miliar dan yang area E Rp 2,2 miliar. Pak RT jadi Robin Hood, saya sih sudah bayar DP," terangnya blak-blakan.

Saat ditanya apakah pemerintah membantu program tersebut, Taufiq mengaku belum ada dana bantuan yang masuk. Akan tetapi, pemerintah telah mengerahkan pelatihan tenaga kerja terkait budidaya lele di lingkungan RT 08.

Transparasi pemasukan di RT 08

RT 08 punya aplikasi dan juga website untuk sarana informasi dan wadah transparansi. Aplikasinya bernama RTOnline.

Semua warga bisa memantau cashflow dari RT 08, termasuk sumber pemasukan hingga pengeluaran di RT mereka.

Di aplikasi RTOnline ataupun website https://rt08rw04malakajaya.com/, terdapat total penerimaan, total pengeluaran, saldo kas bulan ini, dana abadi, sampai total kas keseluruhan. Ada pula rincian donasi masuk dan penggunaannya.

"Di sini, warga bisa melihat transparan laporan keuangan kita, warganya ada berapa. Kemudian kita bantu validasi data bansos," kata Taufiq.

Selain itu, terdapat fitur lain yang menarik bagi warga. Misalnya, mereka dapat mengawasi CCTV yang ada di beberapa titik di RT mereka. Pak RT pun bisa dengan siaga memberikan pengumuman, yang disambungkan ke speaker di gang RT, ketika melihat hal yang mencurigakan.

"Kita ada CCTV di 16 titik, ada juga di handphone para warga bisa pantau. Ada speaker toa. Jadi kalau ada orang berbaju hitam mencurigakan, saya hidupin mikrofon, 'Ting-tong-ting-tong, Bapak yang berbaju hitam, tolong bergeser dari posisi Anda sekarang', bapaknya pergi. Pernah kejadian," katanya.

Sumbangsih Ilmu untuk Bangun Negara

Taufiq punya banyak gelar. Lengkapnya adalah Dr. Dr. Taufiq Supriadi, SE, SH, Ak, CA, MT, CSFA, eMBA, CertDA, GRCE, CIISA, CLA, CFA, CCMP, CPCC, CIPHS, C.Med, CWM. Beliau adalah lulusan magister Teknik Geodesi Geomatika di Institut Teknologi Bandung dengan IPK 3,57.

Dia juga menyandang gelar CPCC sebagai Certified Professional in Climate Change-CPPCCIBS dan CIPS itu Certified International Planetary Health Specialist.

Bahkan, ia meraih gelar Summa Cum Laude atau lulus dengan IPK sempurna di S3 Ilmu Hukum di Universitas Pelita Harapan dan Ilmu Akuntansi di Universitas Padjajaran.

Dimulai sejak mencanangkan diri menjadi ketua RT 08, Taufiq sudah hadir dengan program peduli lingkungan dan digitalisasi.

Salah satu hal yang dibangun pertama kali oleh Pak RT Taufiq ialah biopori, program utama dalam kategori tanggap banjir dan lingkungan yang ada di poster pencalonan dirinya. Perlahan tapi pasti, warga mulai merasakan manfaat dari pembangunan tersebut.

Iklan Sponsor / Advertisement

"Jadi ilmu geodesi saya, saya coba diaplikasikan di lingkungan. Ternyata sumur resapan dalam dan biopori itu efektif mengembalikan air ke dalam Bumi," aku Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Rukun Warga dan Rukun Tetangga Indonesia (RAPI) itu.

"Testimoni warga sebelah ini, usianya 84 tahun. Testimoni beliau begini, 'Pak RT air kamar mandi kami menjadi lebih bening'. Yang kedua mengatakan mesinnya sudah tidak pernah ngerong-rong lagi, padahal mesinnya masih pakai mesin yang lama," lanjut Taufiq.

Percaya akan peranan RT

Dengan nada optimis, Taufiq menyebut bahwa nasib Indonesia bisa berubah menjadi lebih baik, dimulai dari tingkat RT. Dia yakin, sebab RT 08 yang full beton dan padat penduduk pun berhasil bertransformasi menjadi lebih hijau. Bahkan, tak ada lagi sampah organik yang keluar dari RT mereka tanpa dimanfaatkan.

"Kemudian, bayangkan 30.511 RT se-DKI, 2,7 juta RT se-Indonesia. Kalau bergerak bersama, Indonesia tidak akan lagi sendiri," ujar Taufiq.

"Jadi Indonesia ini hanya butuh sistem dari atap. Masalahnya bukan di pusat, di kita. Kalau rumah kita atapnya bagus, dindingnya kokoh, tapi fondasinya rapuh? Bangunan nggak akan kuat lama. Nah, fondasi itu adalah kita, RT," tandasnya.

Video: Detik-detik Bendera Merah Putih Kembali Dibawa Kirab Kereta Kencana

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

RT Punya Lele di Selokan, Dananya dari Mana?. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Heboh Startup China Jadi Milik AS, Begini Nasibnya Sekarang
INDUSTRI IT

Heboh Startup China Jadi Milik AS, Begini Nasibnya Sekarang

Manus, startup AI asal China, akan menjadi perusahaan independen setelah akuisisi oleh Meta dibatalkan.

Baca Selengkapnya →
Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy S26 FE Terkuak, Ini Bocorannya
TEKNOLOGI & IT

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy S26 FE Terkuak, Ini Bocorannya

Samsung Galaxy S26 FE mungkin akan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan mengusung spesifikasi berikut ini.

Baca Selengkapnya →
Gerhana Matahari Total Buat Langit Spanyol Gelap Gulita
CYBER SECURITY

Gerhana Matahari Total Buat Langit Spanyol Gelap Gulita

Gerhana Matahari total menyapu utara Spanyol dan memukau jutaan penonton. Fase totalitas berlangsung singkat, menciptakan momen magis dan reflektif.

Baca Selengkapnya →