3 mnt baca (496 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 13 August 2026, 03:40 WIB

Satelit Pemantul Matahari Bikin Astronom Ketakutan

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Satelit Pemantul Matahari Bikin Astronom Ketakutan
Satelit Pemantul Matahari Bikin Astronom Ketakutan

Bulan lalu, Federal Communication Commission (FCC) Amerika Serikat menyetujui sebuah satelit baru eksperimental sekaligus kontroversial.

Iklan Sponsor / Advertisement

Jakarta — Bulan lalu, Federal Communication Commission (FCC) Amerika Serikat menyetujui sebuah satelit baru eksperimental sekaligus kontroversial. Satelit yang dikembangkan startup Reflect Orbital ini dirancang memantulkan sinar Matahari ke Bumi, menerangi titik-titik tertentu di malam hari bagi pelanggan berbayar.

Tujuannya adalah memungkinkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk terus menghasilkan listrik bahkan setelah malam tiba dan menyediakan penerangan di keadaan darurat. Gagasan tersebut mungkin terdengar mulia, tapi kelemahannya sangat besar.

Salah satunya adalah satelit yang begitu terang dapat merusak pengamatan luar angkasa dalam. Para astronom sangat terkejut dengan berita ini dan FCC menerima hampir 2.000 komentar publik yang mengkritik proposal tersebut.

Dan bukan hanya astronom profesional yang terdampak, astronom amatir yang tak sengaja menatap satelit cermin prototipe tersebut bisa dengan mudah mengalami kebutaan. Bahkan sekadar melihatnya melalui teleskop 12 inci, jenis yang umum digunakan penggemar astronomi, dapat mengakibatkan kerusakan mata permanen.

Risiko ini sebenarnya lama diketahui. Contohnya, menatap Znamya (prototipe satelit serupa asal Rusia) dapat menyebabkan kerusakan mata setara dengan menatap Matahari saat gerhana total, menurut penelitian tahun 2000 dari Royal Astronomical Society of Canada. Rusia pernah meluncurkan dua satelit cermin eksperimental Znamya tahun 1990-an, tapi kemudian membatalkan program tersebut.

Kritikus memperingatkan regulator akan risiko kerusakan mata tersebut. Namun, peringatan itu dianggap tidak relevan dan merupakan faktor terlalu kecil dibanding manfaat dari memberikan izin kepada perusahaan-perusahaan Amerika untuk menguji teknologi inovatif luar angkasa.

Seperti yang disoroti The Verge, para astronom bahkan tidak akan diberi peringatan mengenai kapan dan di mana satelit cermin tersebut akan melintas di langit malam, yang bisa mengakibatkan mereka menatapnya secara tidak sengaja.

Juru bicara Reflect Orbital, Christopher Buscombe, menyebut perusahaannya berdiskusi aktif dengan ilmuwan, astronom, peneliti lingkungan, dan pemangku kepentingan lainnya, mengenai rencana itu.

The Air Line Pilots Association (ALPA) juga menyuarakan kekhawatiran atas minimnya pendekatan Reflect Orbital terkait keselamatan lalu lintas udara. Satelit tersebut juga berpotensi mengganggu pola tidur dan ritme sirkadian spesies yang bermigrasi.

Iklan Sponsor / Advertisement

"Skala penempatan orbit yang diusulkan akan menyebabkan perubahan signifikan pada lingkungan cahaya malam alami dalam skala planet," ungkap para presiden dari beberapa asosiasi kronobiologi internasional dalam pernyataan bersama, dikutip detikINET dari Futurism.

Secara umum, satelit memang menjadi topik yang makin kontroversial. Jumlah wahana antariksa di orbit rendah Bumi melonjak selama dekade terakhir, banyak yang ditempatkan di ketinggian lebih rendah sehingga jauh lebih terang.

"Bintang-bintang di atas kita adalah bagian berharga dari warisan umat manusia. Menempatkan lebih dari sejuta satelit sangat terang akan benar-benar menghancurkan warisan ini dan meninggalkan luka permanen pada lanskap alam kita," cetus Wakil Direktur Eksekutif Royal Astronomical Society, Robert Massey.

Video: Dukung Pembangunan Berbasis Data, Lampung Luncurkan Satelit ke Luar Angkasa

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

Satelit Pemantul Matahari Bikin Astronom Ketakutan. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Amerika Berubah 180 Derajat, Akhirnya Menyerah Ikut Cara China
INDUSTRI IT

Amerika Berubah 180 Derajat, Akhirnya Menyerah Ikut Cara China

Meta dan Nvidia luncurkan model AI open-source gratis untuk pengembang, bersaing dengan model asal China. Simak selengkapnya!

Baca Selengkapnya →
Syarat Monetisasi Kreator YouTube Makin Berat, Cek Daftarnya
CYBER SECURITY

Syarat Monetisasi Kreator YouTube Makin Berat, Cek Daftarnya

YouTube mengubah aturan monetisasi dalam YouTube Partner Program (YPP), termasuk syarat baru untuk kreator dan pendapatan dari Shorts.

Baca Selengkapnya →
Kampung Go Green yang Mendunia, Lele di Selokan Jadi Sorotan
TEKNOLOGI & IT

Kampung Go Green yang Mendunia, Lele di Selokan Jadi Sorotan

detikINET berkunjung ke RT 08 Malaka Jaya, Jakarta, yang viral berkat inovasi Taufiq dalam pengelolaan lingkungan, salah satunya lewat budidaya lele di selokan.

Baca Selengkapnya →