3 mnt baca (504 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 08 August 2026, 10:00 WIB

Selama Ini Kita Keliru Memahami Evolusi Manusia?

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Selama Ini Kita Keliru Memahami Evolusi Manusia?
Selama Ini Kita Keliru Memahami Evolusi Manusia?

Studi baru mengungkap evolusi manusia ternyata tak berjalan lurus. Otak membesar dan wajah mengecil melalui proses yang jauh lebih kompleks.

Iklan Sponsor / Advertisement
Jakarta -

Evolusi manusia sering digambarkan sebagai perjalanan yang lurus: otak perlahan semakin besar, sementara wajah dan rahang semakin mengecil hingga muncul manusia modern. Namun studi terbaru menunjukkan prosesnya ternyata jauh lebih rumit.

Penelitian yang dipimpin Mark Hubbe dari University of Tennessee-Knoxville bersama Katerina Harvati dari Senckenberg Centre for Human Evolution and Palaeoenvironment (SHEP) di University of Tübingen menemukan perubahan fisik manusia tidak terjadi secara konsisten dan terus-menerus.

Studi berjudul Evolutionary drivers of encephalization and facial reduction in the genus Homo yang terbit di Nature Communications itu menganalisis 87 fosil tengkorak dari berbagai spesies genus Homo.

Sampelnya mencakup Homo habilis, Homo erectus, Homo heidelbergensis, Neanderthal, hingga manusia modern Homo sapiens.

Evolusi Manusia Tak Berjalan Lurus

Para peneliti menguji enam model evolusi untuk menjelaskan perubahan ukuran otak dan wajah manusia. Model tersebut mencakup seleksi alam, perubahan acak atau netral, seleksi stabilisasi, hingga punctuated equilibrium.

Konsep terakhir menggambarkan evolusi sebagai periode panjang dengan sedikit perubahan yang kemudian diselingi perubahan lebih cepat.

Hasil penelitian menunjukkan tren membesarnya tengkorak dan mengecilnya wajah memang terjadi. Namun perubahan tersebut tidak berlangsung secara bertahap dan konsisten dari satu spesies menuju spesies berikutnya.

"Meskipun analisis kami mengonfirmasi tren evolusi yang sudah dikenal mengenai pertumbuhan tengkorak dan pengurangan wajah, analisis tersebut menunjukkan bahwa perbedaan dalam genus kita dapat dijelaskan jauh lebih efektif oleh proses evolusi netral dan periode panjang stasis evolusi," kata Hubbe, dikutip dari SciTechDaily.

Budaya Ikut Mengubah Manusia

Penelitian ini juga menyoroti kemungkinan besarnya peran budaya dan teknologi. Penggunaan alat, pengolahan makanan, tempat berlindung, kerja sama, serta kemampuan memanfaatkan sumber daya baru membuat manusia tidak sepenuhnya bergantung pada perubahan fisik untuk bertahan hidup.

Teknologi pengolahan makanan, misalnya, dapat mengurangi tekanan terhadap struktur wajah dan rahang. Sementara akses terhadap sumber energi yang lebih besar membantu memenuhi kebutuhan otak yang semakin besar.

"Dalam banyak hal, budaya bertindak sebagai penyangga. Budaya memungkinkan kita untuk memanfaatkan habitat baru dan mengakses lebih banyak sumber daya," jelas Hubbe.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bukan Tangga Menuju Homo Sapiens

Temuan ini menunjukkan evolusi manusia tidak tepat dibayangkan sebagai sebuah tangga lurus, dengan setiap manusia purba menjadi tahapan menuju Homo sapiens.

Sebaliknya, perjalanan evolusi manusia merupakan kombinasi periode panjang dengan sedikit perubahan, proses acak, tekanan seleksi, batasan biologis, serta pengaruh lingkungan dan budaya.

"Daripada bertanya mengapa manusia terus berevolusi menuju otak yang lebih besar dan wajah yang lebih kecil, akan lebih masuk akal untuk menyelidiki dalam kondisi apa populasi manusia mampu melepaskan diri dari batasan yang ada dan mengembangkan sifat-sifat baru," kata Harvati.

Jadi, studi ini bukan membantah teori evolusi manusia, melainkan menggugat gambaran sederhana bahwa evolusi selalu berjalan lurus menuju manusia modern.


Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

Selama Ini Kita Keliru Memahami Evolusi Manusia?. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Amartha 10X Run 2026 Kembali Digelar, Bawa Konsep Lari dan Festival di GBK
TEKNOLOGI & IT

Amartha 10X Run 2026 Kembali Digelar, Bawa Konsep Lari dan Festival di GBK

Amartha 10X Run 2026 hadir di GBK Jakarta pada 6 September. Dengan tema We Go Beyond, menawarkan kategori 10K dan Half Marathon serta pengalaman festival.

Baca Selengkapnya →
Tanda Whatsapp Disadap dari Jauh dan Cara Hentikan
INDUSTRI IT

Tanda Whatsapp Disadap dari Jauh dan Cara Hentikan

Penyadapan WhatsApp semakin marak. Kenali tanda-tandanya dan cara melindungi akun Anda, termasuk verifikasi dua langkah dan laporan ke WhatsApp.

Baca Selengkapnya →
Pemerintah Godok Aturan Baru Industri Game, Bidik Pasar Global
TEKNOLOGI & IT

Pemerintah Godok Aturan Baru Industri Game, Bidik Pasar Global

Pemerintah menggodok revisi aturan industri game yang segera masuk harmonisasi. Targetnya memperkuat developer lokal hingga menembus pasar global.

Baca Selengkapnya →