3 mnt baca (598 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 05 August 2026, 02:57 WIB

Teknologi Pendidikan Belum Cukup, 1,9 Juta Lulusan SMA Gagal Kuliah

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Teknologi Pendidikan Belum Cukup, 1,9 Juta Lulusan SMA Gagal Kuliah
Teknologi Pendidikan Belum Cukup, 1,9 Juta Lulusan SMA Gagal Kuliah
Iklan Sponsor / Advertisement
Ringkasan editorial DevNetCUK: bagian inti berita bersumber dari DetikInet Teknologi, lalu dilengkapi dengan konteks teknis dan rekomendasi langkah tindak lanjut untuk praktisi infrastruktur IT.

BISA Project hadir untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi di Indonesia. Program ini mendampingi pelajar prasejahtera dengan beasiswa dan bimbingan belajar.

Konten asli dari DetikInet Teknologi


Jakarta -

Perkembangan teknologi pendidikan belum sepenuhnya mampu meningkatkan akses ke perguruan tinggi. Data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menunjukkan sekitar 1,9 juta lulusan sekolah menengah di Indonesia tidak melanjutkan kuliah setiap tahun, sehingga dibutuhkan pendampingan yang melengkapi pembelajaran digital.

Menjawab tantangan tersebut, BISA Project yang diinisiasi Salam Setara bersama Kitabisa mengembangkan model pendampingan yang memadukan beasiswa, pembelajaran digital, bimbingan belajar, mentoring, dan pengembangan karakter bagi pelajar dari keluarga prasejahtera.

Direktur Eksekutif Salam Setara Ahmad Mujahid mengatakan perluasan akses pendidikan tidak cukup hanya melalui bantuan biaya pendidikan.

"Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika masih ada anak muda yang gagal melanjutkan pendidikan karena keterbatasan akses, maka itu menjadi panggilan bagi kita semua untuk menghadirkan solusi. Melalui BISA Project, kami ingin memastikan semakin banyak generasi muda memiliki kesempatan yang setara untuk meraih pendidikan tinggi," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis.

Sejak diluncurkan pada 2024, program tersebut telah mendampingi 623 pelajar dari 26 provinsi. Dari jumlah tersebut, 540 peserta berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dengan 84 persen diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan separuhnya berhasil masuk ke 20 perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Webometrics.

Sementara pada Batch 3 tahun 2026, sebanyak 401 dari 495 peserta telah diterima di berbagai perguruan tinggi melalui beragam jalur seleksi.

Program ini tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tapi menyediakan bimbingan belajar, mentoring dalam kelompok kecil, konsultasi akademik, pengembangan karakter, hingga pembelajaran digital. Model ini dinilai membantu peserta siap menghadapi seleksi perguruan tinggi sekaligus beradaptasi dengan kehidupan kampus.

Pendampingan Jadi Faktor Penentu

Keberhasilan BISA Project menunjukkan bahwa pendampingan yang berkelanjutan dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang pelajar melanjutkan pendidikan tinggi, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Salah satu penerima manfaat, Uji Sandi, mengaku sempat pesimistis dapat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya mengikuti bimbingan belajar.

Melalui program tersebut, ia memperoleh pendampingan akademik hingga akhirnya diterima di Program Studi Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Kita memang tidak bisa memilih terlahir dari latar belakang seperti apa, tetapi kita selalu bisa memilih untuk berhenti atau terus melangkah," kata Sandi.

Perluas Akses untuk Masyarakat

Tahun ini, BISA Project juga memperluas jangkauan program melalui BISA Future Fest 2026, yang untuk pertama kalinya dibuka bagi masyarakat umum. Sebelumnya, berbagai sesi pengembangan diri hanya dapat diikuti peserta program.

Kegiatan yang berlangsung pada 24-27 Juli 2026 di Jakarta tersebut menghadirkan talkshow, workshop, dan sesi pengembangan diri bersama sejumlah tokoh, seperti Pandji Pragiwaksono, Andovi da Lopez, serta praktisi dan pegiat pendidikan.

Forum tersebut juga mempertemukan pemerintah, lembaga filantropi, dunia pendidikan, dan sektor swasta untuk membahas penguatan kolaborasi dalam memperluas akses pendidikan.

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Arif Jamali Muis, menegaskan bahwa peningkatan akses pendidikan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Iklan Sponsor / Advertisement

"Pendidikan adalah hak setiap warga negara, dan untuk mewujudkannya mutlak diperlukan kolaborasi dari banyak pihak," ungkapnya.

Video K-Talk: Kuliah di Korea Gak Cuma Pakai GKS atau LPDP, Caranya?


Tinjauan Infrastruktur IT — Redaksi DevNetCUK

BAGIAN INI BUKAN ISI BERITA ASLI DARI DetikInet Teknologi  |  Opini subyektif editorial untuk praktisi IT

Berita Teknologi Pendidikan Belum Cukup, 1,9 Juta Lulusan SMA Gagal Kuliah yang dilaporkan oleh DetikInet Teknologi di sektor Teknologi & IT dapat menjadi momentum evaluasi untuk operasional IT di organisasi Anda.

Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Ingin mendalami topik sejenis melalui tutorial & lab hands-on? Kunjungi halaman Pusat Tutorial Jaringan & Infrastruktur IT, atau pelajari penawaran layanan profesional DevNetCUK di halaman Solusi Enterprise kami.

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →
Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!
INDUSTRI IT

Dokter Tifa: Hijrah dari Urusan Ijazah Jokowi Bukan Mundur!

Terdakwa perkara tudingan ijazah palsu Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa menyatakan hijrah dari urusan ijazah Jokowi. Sebenarnya dia sudah...

Baca Selengkapnya →
Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
INDUSTRI IT

Rupiah Menguat 0,69% dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,69% dalam sepekan hingga ditutup pada level Rp17.897 per dolar AS pada Jumat (7/8/2026).

Baca Selengkapnya →
Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol
INDUSTRI IT

Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melaksanakan apel kebangsaan bertajuk Jaga Jakarta untuk Indonesia di Monas, Jakarta Pus...

Baca Selengkapnya →