Mengelola bisnis sering kali berarti mengerjakan banyak hal sekaligus. Mulai dari membuka dokumen, membalas pesan, menandatangani kontrak, mengolah data, sampai melakukan video call dengan klien.
MacBook memiliki sejumlah fitur yang bisa membantu pekerjaan tersebut terasa lebih praktis. Beberapa di antaranya bahkan dapat dipadukan dengan iPhone dan iPad untuk membuat alur kerja lebih seamless.
Berikut tujuh fitur MacBook yang bisa dimanfaatkan pemilik bisnis, lengkap dengan cara menggunakannya.
1. Focus dan Shortcuts
Fitur Focus bisa digunakan untuk mengurangi distraksi saat bekerja. Pengguna dapat membuat mode khusus untuk pekerjaan, lalu mengatur notifikasi dan aplikasi yang ingin diprioritaskan.
Fitur ini bisa dipadukan dengan Shortcuts. Misalnya, ketika mode Work diaktifkan, MacBook dapat menjalankan sejumlah aplikasi yang biasa digunakan sekaligus menyesuaikan volume perangkat.
Cara menggunakannya:
- Buka Control Center di MacBook.
- Pilih Focus, lalu aktifkan mode Work atau buat mode kerja sesuai kebutuhan.
- Buka aplikasi Shortcuts.
- Buat shortcut berisi aplikasi dan action yang ingin dijalankan ketika mulai bekerja.
- Pengguna juga bisa memanfaatkan tab Automation untuk menjalankan shortcut berdasarkan kondisi tertentu, misalnya ketika berada di lokasi atau tersambung ke jaringan tertentu.
- Aktifkan Stage Manager dari Control Center.
- Klik aplikasi yang ingin dijadikan fokus utama.
- Untuk membuat grup, tarik window aplikasi lain ke area tengah layar.
- Beberapa aplikasi tersebut kemudian dapat dibuka kembali secara bersamaan sebagai satu kelompok.
- Salin beberapa informasi yang dibutuhkan dari email, dokumen, atau aplikasi lainnya.
- Buka Spotlight.
- Akses riwayat clipboard yang tersedia.
- Pilih teks yang ingin digunakan kembali, lalu masukkan ke dokumen yang sedang dikerjakan.
- Buka aplikasi iPhone Mirroring di MacBook.
- Pilih iPhone yang terhubung dengan akun Apple yang sama.
- Setelah tersambung, tampilan iPhone akan muncul di layar Mac.
- Pengguna kemudian dapat mengakses aplikasi iPhone secara wireless melalui MacBook.
- Buka dokumen di Mac melalui Preview.
- Pilih opsi Continuity Markup.
- Tentukan iPad yang ingin digunakan.
- Dokumen akan muncul di iPad.
- Gunakan Apple Pencil untuk memberi highlight, anotasi, atau tanda tangan.
- Setelah selesai, perubahan langsung kembali ke dokumen yang terbuka di Mac.
- Buka aplikasi yang mendukung Continuity Camera di Mac, misalnya Keynote, Pages, Notes atau Finder.
- Klik kanan atau buka menu untuk memasukkan konten dari iPhone/iPad.
- Pilih Take Photo untuk mengambil gambar atau Scan Documents untuk memindai dokumen.
- Kamera iPhone akan otomatis terbuka.
- Ambil foto atau pindai dokumen yang diperlukan.
- Setelah selesai, hasilnya langsung muncul di Mac.
- Mulai video call menggunakan aplikasi yang mendukung kamera Mac.
- Buka pengaturan video atau kontrol kamera.
- Aktifkan Center Stage.
- Kamera akan menyesuaikan framing mengikuti posisi pengguna.
- Saat video call berlangsung, buka kontrol kamera.
- Pilih Desk View.
- Atur area meja yang ingin ditampilkan.
- Pengguna bisa menunjukkan sampel produk atau benda di atas meja sembari tetap tampil di layar.
Dengan begitu, rutinitas membuka aplikasi satu per satu setiap pagi bisa dipangkas menjadi beberapa langkah saja.
2. Stage Manager
Ketika banyak aplikasi dan window terbuka sekaligus, desktop bisa cepat terasa berantakan.
Stage Manager membantu mengatur window yang sedang digunakan. Aplikasi aktif ditempatkan di bagian tengah layar, sementara aplikasi lainnya tersusun di sisi layar.
Pengguna juga dapat mengelompokkan beberapa aplikasi dalam satu grup, misalnya PowerPoint dan Excel yang digunakan untuk satu proyek.
Cara menggunakannya:
Fitur ini berguna bagi pengguna yang sering berpindah antara dokumen, spreadsheet, aplikasi komunikasi, dan browser sepanjang hari.
3. Spotlight Clipboard
Aktivitas copy-paste juga bisa dibuat lebih praktis menggunakan Spotlight Clipboard.
Fitur ini memungkinkan pengguna mengakses kembali teks yang sebelumnya telah disalin. Jadi, pengguna tidak harus terus bolak-balik antara email, dokumen, dan presentasi untuk menyalin informasi satu per satu.
Cara menggunakannya:
Untuk pekerjaan yang membutuhkan banyak referensi, fitur ini dapat mengurangi aktivitas copy-paste berulang.
4. iPhone Mirroring
Pengguna MacBook dan iPhone dapat memanfaatkan iPhone Mirroring untuk mengakses ponsel langsung dari Mac.
Dengan fitur ini, pengguna tidak perlu mengambil iPhone setiap kali ingin membuka aplikasi atau mengecek sesuatu di ponsel.
Bahkan ketika iPhone berada di dalam tas, kantong, atau sedang di-charge di tempat lain, pengguna tetap dapat mengaksesnya dari MacBook.
Cara menggunakannya:
Fitur ini bisa membantu mengurangi perpindahan perhatian antara layar laptop dan ponsel saat bekerja.
5. Continuity Markup
Bagi pemilik bisnis yang sering berurusan dengan kontrak atau dokumen, Continuity Markup bisa menjadi fitur yang berguna.
Dokumen yang dibuka di Mac dapat langsung ditampilkan di iPad. Menggunakan Apple Pencil, pengguna bisa memberikan anotasi, menyorot klausul tertentu, hingga menandatangani dokumen.
Cara menggunakannya:
Dengan cara ini, pengguna tidak perlu mencetak kontrak atau memindahkan file secara manual hanya untuk memberikan tanda tangan.
6. Foto Produk dan Scan Dokumen Langsung dari iPhone ke Mac
Pemilik bisnis yang sering membuat materi promosi atau mengurus dokumen bisa memanfaatkan Continuity Camera.
Fitur ini memungkinkan kamera iPhone digunakan untuk mengambil foto produk atau memindai dokumen, kemudian hasilnya langsung muncul di Mac. Jadi pengguna tidak perlu memotret terlebih dahulu, membuka galeri, lalu mengirim file secara manual ke laptop.
Continuity Camera juga dapat digunakan untuk memindai invoice, kuitansi, kontrak, atau dokumen fisik lainnya.
Cara menggunakannya:
Untuk pemilik usaha, fitur ini bisa berguna saat ingin memasukkan foto produk ke presentasi, mendigitalisasi invoice, atau menyimpan dokumen tanpa harus memindahkan file secara manual.
7. Center Stage dan Desk View
Video conference menjadi bagian penting dalam aktivitas bisnis. MacBook memiliki sejumlah fitur kamera yang dapat membantu komunikasi dengan klien terasa lebih praktis.
Center Stage dapat menyesuaikan framing agar pengguna tetap berada di dalam frame. Fitur ini juga berguna ketika beberapa orang mengikuti panggilan dari tempat yang sama.
Sementara Desk View memungkinkan kamera memperlihatkan wajah pengguna sekaligus area meja.
Cara menggunakan Center Stage:
Cara menggunakan Desk View:
Fitur ini cukup berguna bagi pemilik usaha yang perlu menunjukkan produk secara langsung kepada klien tanpa memasang kamera tambahan.