3 mnt baca (481 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 10 August 2026, 13:01 WIB

AI Jadi Skill Baru, 50.000 Talenta Indonesia Digembleng Indosat

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
AI Jadi Skill Baru, 50.000 Talenta Indonesia Digembleng Indosat
AI Jadi Skill Baru, 50.000 Talenta Indonesia Digembleng Indosat

Indosat Ooredoo dan UiPath luncurkan program AI dan automation, menjangkau 50.000 peserta. Fokus pada keterampilan digital untuk tingkatkan produktivitas kerja.

Iklan Sponsor / Advertisement

Jakarta — Perkembangan Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara kerja sekaligus mendorong kebutuhan terhadap keterampilan baru. Salah satunya kemampuan memanfaatkan automation untuk menyederhanakan pekerjaan dan meningkatkan produktivitas.

Tren tersebut terlihat dari program Enablement AI dan Automation yang digelar Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama UiPath. Dalam enam bulan, program ini telah menjangkau lebih dari 50.000 peserta, atau separuh dari target 100.000 talenta Indonesia.

Capaian tersebut menunjukkan AI dan automation mulai menjadi keterampilan yang diminati di luar kalangan pekerja teknologi. Program ini dirancang untuk memperkenalkan penggunaan AI dan automation secara praktis, termasuk bagaimana teknologi dapat membantu menangani pekerjaan yang repetitif.

Amit Khandelwal, Regional Vice President and Managing Director, Southeast Asia di UiPath, mengatakan tingginya partisipasi menunjukkan meningkatnya kesadaran talenta Indonesia terhadap pentingnya keterampilan digital.

"Talenta Indonesia semakin aktif mencari peluang untuk mengembangkan keterampilan yang dapat meningkatkan produktivitas, mendorong efisiensi, serta memastikan mereka tetap relevan di masa depan dunia kerja," ujar Amit dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (10/8/2026).

Sementara itu, Director and Chief Strategy & Execution Officer Indosat Ooredoo Hutchison Honesti Basyir menilai automation akan menjadi fondasi penting dalam menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan AI.

"Di tengah pesatnya perkembangan AI dan Agentic Automation, keterampilan ini menjadi fondasi penting untuk memahami bagaimana manusia dan teknologi dapat bekerja berdampingan dalam menyederhanakan proses, meningkatkan produktivitas, dan menjawab tantangan yang semakin kompleks," kata Honesti.

Program ini mendapat respons besar dari kelompok usia muda. Sebanyak 75,6% peserta webinar berusia 21-30 tahun, disusul kelompok usia 15-20 tahun sebesar 21,8%.

Dari sisi latar belakang, mahasiswa mendominasi dengan 74,6%, kemudian pelajar 16,4%, fresh graduate 5,2%, serta karyawan atau profesional 3,5%.

Besarnya partisipasi kelompok tersebut menunjukkan keterampilan AI dan automation mulai dipandang sebagai bekal memasuki dunia kerja, bukan sekadar kemampuan tambahan.

Program Indosat dan UiPath juga menekankan bahwa belajar automation tidak harus dimulai dari kemampuan coding yang kompleks.

Iklan Sponsor / Advertisement

Peserta diperkenalkan pada cara mengenali pekerjaan repetitif yang berpotensi diotomatisasi, konsep dasar AI dan automation, Agentic AI, hingga peran citizen developer.

Peserta juga mendapat pengenalan UiPath Studio Web untuk membuat dan menguji robot automation.

Pembelajaran dilakukan melalui webinar dan Learning Management System (LMS). Peserta kemudian dapat menerapkan pengetahuan tersebut melalui hackathon untuk mengembangkan ide dan solusi berbasis AI dan automation.

Dengan capaian lebih dari 50.000 peserta, Indosat dan UiPath masih membidik 100.000 talenta Indonesia. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas keterampilan digital agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga mampu memanfaatkan AI dan automation untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

Video Pesan Wapres Gibran untuk Generasi Muda: Gunakan AI untuk Belajar

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

AI Jadi Skill Baru, 50.000 Talenta Indonesia Digembleng Indosat. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Kamu Susah Tidur Malam Ini, Wearable Canggih Ini Bikin Tidur Nyenyak
TEKNOLOGI & IT

Kamu Susah Tidur Malam Ini, Wearable Canggih Ini Bikin Tidur Nyenyak

Tim peneliti dari University of Texas di Austin berhasil mengembangkan sebuah soft patch (plester) inovatif yang mampu membantu penggunanya tidur lebih nyenyak.

Baca Selengkapnya →
iOS 26 Bisa Di-jailbreak, Buat Apa Sih?
TEKNOLOGI & IT

iOS 26 Bisa Di-jailbreak, Buat Apa Sih?

Tool jailbreak populer, Dopamine 3.0, akhirnya resmi dirilis dan membawa dukungan untuk iOS 26.0 serta iOS 26.0.1.

Baca Selengkapnya →
Waspada! Mungkin Ada Siluman AI di Perusahaan Anda
TEKNOLOGI & IT

Waspada! Mungkin Ada Siluman AI di Perusahaan Anda

Akamai merilis laporan keamanan State of the Internet (SOTI) terbaru bertajuk The Enterprise AI Usage Risk Report 2026.

Baca Selengkapnya →