3 mnt baca (568 kata)
| |
INDUSTRI IT 08 August 2026, 13:00 WIB

AS Mulai Gelisah, RI Sudah Duluan Bikin Aturan

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
AS Mulai Gelisah, RI Sudah Duluan Bikin Aturan
AS Mulai Gelisah, RI Sudah Duluan Bikin Aturan

Dukungan larangan penggunaan HP di sekolah meningkat di AS, dengan 77% warga setuju. Indonesia telah lebih dulu menerapkan pembatasan gawai untuk belajar.

Iklan Sponsor / Advertisement
Ilustrasi anak bermain HP. (Pexels)
Foto: KAROLINA GRABOWSKAKABOOMPICS

Jakarta, CNBC Indonesia — Penggunaan telepon seluler atau handphone (HP) di sekolah mulai menjadi perhatian serius di Amerika Serikat (AS). Mayoritas warga AS kini mendukung larangan penggunaan HP oleh siswa selama jam pelajaran.

Mengutip Mashable, Sabtu (8/6/2026), survei Pew Research Center menunjukkan 77% warga AS mendukung kebijakan yang melarang siswa sekolah menengah pertama dan atas menggunakan HP selama jam pelajaran. Hanya 18% yang menolak kebijakan tersebut, sementara 6% lainnya menyatakan tidak yakin.

Dukungan terhadap larangan penggunaan HP sepanjang hari sekolah atau bell-to-bell juga meningkat. Untuk pertama kalinya, lebih banyak warga AS yang mendukung dibandingkan yang menolak kebijakan tersebut.

Sebanyak 48% warga AS mendukung larangan HP sepanjang hari sekolah, sedangkan 43% menentangnya. Pada 2024, dukungan terhadap kebijakan tersebut baru mencapai 36%.

Survei tersebut menunjukkan dukungan terhadap pembatasan penggunaan HP meningkat di berbagai kelompok usia.

Di tengah meningkatnya dukungan tersebut, Indonesia sebenarnya telah lebih dulu menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan pada Juli 2026.

Aturan tersebut menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam mengatur penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Kebijakan ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif serta meminimalkan berbagai distraksi yang mengganggu proses pembelajaran.

Namun, kebijakan Indonesia tidak berupa larangan total terhadap penggunaan gawai.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pembatasan tersebut bukan pelarangan penggunaan HP maupun perangkat sejenis, melainkan pengaturan agar teknologi digital digunakan secara bijak dan untuk kepentingan edukatif.

Dalam aturan tersebut, penggunaan gawai tetap dapat dilakukan untuk mendukung proses pembelajaran sesuai arahan pendidik. Pembatasan juga diarahkan untuk meningkatkan konsentrasi belajar, memperkuat interaksi sosial antar-murid, serta melindungi peserta didik dari dampak negatif penggunaan gawai yang tidak tepat.

Sementara itu, dalam survei global McGraw Hill yang melibatkan 1.300 pendidik, mayoritas guru menyebut penggunaan layar secara berlebihan sebagai salah satu hambatan utama terhadap keberhasilan siswa. Hampir setengah responden juga mengatakan melihat penurunan fokus dan kesejahteraan emosional siswa dibandingkan lima tahun sebelumnya.

Di AS, perdebatan mengenai penggunaan HP di sekolah juga tidak hanya menyangkut proses belajar. Sejumlah orang tua, kelompok perlindungan anak, dan pembuat kebijakan mendorong sekolah membatasi penggunaan perangkat tersebut.

Iklan Sponsor / Advertisement

Meski demikian, pembatasan penggunaan teknologi tidak berarti seluruh pemanfaatan teknologi di sekolah harus dihentikan.

Dalam survei McGraw Hill, sebanyak 81% guru mengatakan mereka nyaman dengan penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh siswa apabila teknologi tersebut terintegrasi dengan materi atau kurikulum yang sudah ada. Dukungan terhadap penggunaan AI generatif umum seperti ChatGPT jauh lebih rendah.

Dengan demikian, perdebatan di AS dan kebijakan di Indonesia sama-sama menempatkan penggunaan teknologi di sekolah sebagai persoalan yang perlu diatur, meskipun pendekatan yang diterapkan berbeda.

AS saat ini menunjukkan peningkatan dukungan publik terhadap larangan HP di sekolah, sementara Indonesia telah menerbitkan pedoman nasional yang mengatur pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article Makin Banyak Negara Ikut Aturan RI, Dunia Sudah Berubah Drastis
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

AS Mulai Gelisah, RI Sudah Duluan Bikin Aturan. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Seberapa Panas Bumi di Masa Depan? Ini Prediksi Ilmuwan
INDUSTRI IT

Seberapa Panas Bumi di Masa Depan? Ini Prediksi Ilmuwan

Suhu bumi diperkirakan terus meningkat akibat pemanasan global. Rekor suhu ekstrem 2023 menunjukkan dampak nyata perubahan iklim yang harus diatasi.

Baca Selengkapnya →
Inovasi Web3 Rambah Industri Perfilman Lewat Token Show
TEKNOLOGI & IT

Inovasi Web3 Rambah Industri Perfilman Lewat Token Show

Pasca memperluas jangkauan operasionalnya di Indonesia pada akhir Juni lalu, Show Token kini mengambil langkah ekspansi strategis.

Baca Selengkapnya →
Industri Aplikasi dan Game RI Melonjak 18,22%, Investasi Digenjot
TEKNOLOGI & IT

Industri Aplikasi dan Game RI Melonjak 18,22%, Investasi Digenjot

Industri aplikasi dan game RI tumbuh 18,22%. Pemerintah genjot investasi, ekspor, dan pasar global untuk memperkuat industri game lokal.

Baca Selengkapnya →