Jakarta — Pasca memperluas jangkauan operasionalnya di Indonesia pada akhir Juni lalu, Show Token kini mengambil langkah ekspansi strategis. Ekosistem hiburan berbasis teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) ini mengumumkan listing di platform bursa aset kripto Indodax pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting bagi Show Token dalam memperkuat posisinya di pasar lokal. Pemilihan Indodax sebagai mitra ekspansi didasarkan pada rekam jejak platform tersebut sebagai salah satu bursa kripto tertua dan tepercaya di Indonesia. Beroperasi sejak 2014, mengantongi regulasi OJK, serta memiliki lebih dari 10 juta pengguna terdaftar, Indodax dianggap sebagai pintu masuk strategis untuk memperluas jangkauan utilitas aset digital ini.
Chief Executive Officer (CEO) Show Token, Akshay Melwani, mengungkapkan bahwa ekspansi ke bursa terkemuka seperti Indodax merupakan jawaban atas tingginya antusiasme komunitas di Tanah Air.
"Setelah listing di Mobee pada akhir Juni lalu, kami melihat permintaan dan dukungan yang luar biasa dari publik Indonesia. Bergabungnya Show Token di Indodax dalam waktu dekat adalah langkah alami kami untuk memberikan kenyamanan, kemudahan transaksi, serta fleksibilitas yang lebih besar bagi seluruh pengguna lokal," ujar Akshay, dalam keterangan yang diterima detikINET.
Kehadiran token ini di platform Indodax diharapkan tidak hanya meningkatkan visibilitas dan legitimasi di pasar, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam ekosistem hiburan masa depan.
Integrasi Web3 dan pendanaan film
Sebagai platform hiburan generasi baru, Show Token menawarkan nilai tambah melalui integrasi teknologi Web3 dengan industri perfilman. Ekosistem ini ditopang oleh beberapa pilar utama, meliputi Show Movies, Show AI & Marketplace, Show Kids, hingga Show Capital & Index.
Melalui platform tersebut, pemegang token tidak sekadar melakukan transaksi aset digital, tetapi juga memiliki ruang untuk secara kolektif mendukung pendanaan dan penggarapan berbagai karya sinema nasional berskala besar.
Sistem kolaborasi inovatif ini juga menjanjikan distribusi imbalan (reward) atas kesuksesan penayangan film. Penyaluran imbalan tersebut dilakukan secara otomatis dan transparan menggunakan sistem smart contract, yang akan dikirimkan dalam bentuk airdrop langsung ke dompet digital pengguna.
Akshay menambahkan bahwa momentum ini akan makin memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat inovasi ekonomi kreatif berbasis teknologi di kawasan Asia Tenggara.
"Kami tidak hanya ingin menghadirkan token kripto, tetapi membangun fondasi ekosistem yang berkelanjutan. Kehadiran kami di Indodax mendatang akan menjadi jembatan besar bagi masyarakat untuk ikut memiliki, memantau, dan merasakan langsung dampak dari pertumbuhan industri hiburan Tanah Air secara transparan," pungkasnya.