3 mnt baca (503 kata)
| |
CYBER SECURITY 11 August 2026, 08:45 WIB

Daftar Wilayah Indonesia 'Terpanggang' Agustus 2026, Ini Juaranya

Sumber Resmi: CNN Indonesia Tekno
DevNetCUK Tech Digest
Daftar Wilayah Indonesia 'Terpanggang' Agustus 2026, Ini Juaranya
Daftar Wilayah Indonesia 'Terpanggang' Agustus 2026, Ini Juaranya

Sejumlah wilayah Indonesia mengalami suhu maksimum di atas 35 derajat Celcius saat musim kemarau disertai fenomena El Nino.

Iklan Sponsor / Advertisement
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah wilayah Indonesia mencatat suhu maksimum di atas 35 derajat Celsius pada awal dasarian II Agustus 2026 di tengah meluasnya musim kemarau dan menguatnya fenomena El Nino.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 10 Agustus pukul 07.00 WIB hingga 11 Agustus pukul 07.00 WIB, suhu maksimum tertinggi tercatat di Stasiun Meteorologi (Stamet) Tebelian sebesar 37,4 derajat Celsius.

Posisi kedua ditempati Stasiun Geofisika (Stageof) Lampung Utara dengan suhu maksimum 36 derajat Celsius.

Sementara Stamet Sultan Iskandar Muda dan Stamet Tanjung Harapan sama-sama mencatat suhu maksimum 35,8 derajat Celsius.

Berikut daftar 10 stasiun dengan suhu maksimum tertinggi berdasarkan data BMKG:

  1. Stamet Tebelian (Sintang, Kalimantan Barat): 37,4°C
  2. Stageof Lampung Utara (Kotabumi, Lampung): 36,0°C
  3. Stamet Sultan Iskandar Muda (Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh): 35,8°C
  4. Stamet Tanjung Harapan (Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara): 35,8°C
  5. Stamet Pangsuma (Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat): 35,7°C
  6. Stamet Syamsudin Noor (Banjarbaru, Kalimantan Selatan): 35,6°C
  7. Staklim Aceh (Indrapuri, Aceh Besar, Aceh): 35,6°C
  8. Stamet Kalimarau (Berau, Kalimantan Timur): 35,5°C
  9. Stamet Maritim Pontianak (Pontianak, Kalimantan Barat): 35,4°C
  10. Stamet Nangapinoh (Nanga Pinoh, Melawi, Kalimantan Barat): 35,4°C
  11. Kemarau makin kering

    BMKG menyebut perkembangan kondisi iklim hingga akhir Juli menunjukkan atmosfer semakin mendukung kondisi kering di Indonesia.

    El Nino kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang cenderung positif menjadi dua faktor dominan yang berkontribusi terhadap berkurangnya suplai hujan.

    Sebanyak 73,8 persen wilayah Indonesia atau 516 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau.

    Kondisi kering juga tercermin dari curah hujan Dasarian III Juli. Sekitar 76,3 persen wilayah mengalami sifat hujan bawah normal.

    BMKG memperkirakan kondisi kering berlanjut pada awal Agustus sehingga meningkatkan potensi kekeringan meteorologis dan risiko kebakaran hutan dan lahan.

    Anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3.4 tercatat di atas +2 derajat Celsius, yang mengindikasikan El Nino berada pada kategori kuat.

    Iklan Sponsor / Advertisement

    Sementara indeks IOD berada pada +0,63. Kondisi tersebut mengindikasikan suplai uap air cenderung bergerak dari Indonesia bagian barat menuju pesisir timur Afrika.

    Kombinasi kedua fenomena itu membuat musim kemarau di Indonesia lebih kering dibandingkan kondisi normal.

    Pada Dasarian II Agustus, BMKG memprakirakan curah hujan kategori rendah atau kurang dari 50 milimeter per dasarian mendominasi sekitar 95,62 persen wilayah Indonesia.

    Hanya sekitar 4,38 persen wilayah yang diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah.

    Curah hujan rendah diprediksi terjadi di sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua.

    Meski kondisi kering mendominasi, BMKG menyebut hujan masih berpeluang turun secara lokal akibat sejumlah gangguan atmosfer.


Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNN Indonesia Tekno. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNN Indonesia Tekno →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNN Indonesia Tekno

Daftar Wilayah Indonesia 'Terpanggang' Agustus 2026, Ini Juaranya. — Dari sisi infrastruktur, kami menyarankan tim IT untuk segera memetakan aset kritis yang relevan dengan topik ini, memastikan patch level terkini, enable logging penuh pada perimeter security (firewall/SIEM), dan menjalankan uji runbook tanggap darurat (Incident Response tabletop) setidaknya satu kali per kuartal.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Akun WhatsApp Diblokir Mendadak Jadi Korban Judol, Begini Modusnya
INDUSTRI IT

Akun WhatsApp Diblokir Mendadak Jadi Korban Judol, Begini Modusnya

Pengguna WhatsApp melaporkan akun diblokir mendadak. Pakar keamanan siber mengungkap modus peretasan. Simak!

Baca Selengkapnya →
Shokz OpenDots 2 Masuk RI, TWS Open-Ear Dolby Audio, Harganya?
TEKNOLOGI & IT

Shokz OpenDots 2 Masuk RI, TWS Open-Ear Dolby Audio, Harganya?

Shokz meluncurkan OpenDots 2 di Indonesia, perangkat audio open-ear clip-on yang nyaman untuk aktivitas sehari-hari. Tersedia dalam berbagai warna, harganya?

Baca Selengkapnya →
Aplikasi KAI Access Down, Penumpang Tak Bisa Beli Tiket
CYBER SECURITY

Aplikasi KAI Access Down, Penumpang Tak Bisa Beli Tiket

Aplikasi KAI Access mengalami gangguan pada 11 Agustus, menghambat pembelian tiket dan pengecekan jadwal. KAI sedang menangani masalah ini.

Baca Selengkapnya →