Sejumlah wilayah Indonesia mencatat suhu maksimum di atas 35 derajat Celsius pada awal dasarian II Agustus 2026 di tengah meluasnya musim kemarau dan menguatnya fenomena El Nino.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 10 Agustus pukul 07.00 WIB hingga 11 Agustus pukul 07.00 WIB, suhu maksimum tertinggi tercatat di Stasiun Meteorologi (Stamet) Tebelian sebesar 37,4 derajat Celsius.
Posisi kedua ditempati Stasiun Geofisika (Stageof) Lampung Utara dengan suhu maksimum 36 derajat Celsius.
Sementara Stamet Sultan Iskandar Muda dan Stamet Tanjung Harapan sama-sama mencatat suhu maksimum 35,8 derajat Celsius.
|
Berikut daftar 10 stasiun dengan suhu maksimum tertinggi berdasarkan data BMKG:
Kemarau makin keringBMKG menyebut perkembangan kondisi iklim hingga akhir Juli menunjukkan atmosfer semakin mendukung kondisi kering di Indonesia. El Nino kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang cenderung positif menjadi dua faktor dominan yang berkontribusi terhadap berkurangnya suplai hujan. Sebanyak 73,8 persen wilayah Indonesia atau 516 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. Kondisi kering juga tercermin dari curah hujan Dasarian III Juli. Sekitar 76,3 persen wilayah mengalami sifat hujan bawah normal. BMKG memperkirakan kondisi kering berlanjut pada awal Agustus sehingga meningkatkan potensi kekeringan meteorologis dan risiko kebakaran hutan dan lahan. Anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3.4 tercatat di atas +2 derajat Celsius, yang mengindikasikan El Nino berada pada kategori kuat.
Iklan Sponsor / Advertisement
Sementara indeks IOD berada pada +0,63. Kondisi tersebut mengindikasikan suplai uap air cenderung bergerak dari Indonesia bagian barat menuju pesisir timur Afrika. Kombinasi kedua fenomena itu membuat musim kemarau di Indonesia lebih kering dibandingkan kondisi normal. Pada Dasarian II Agustus, BMKG memprakirakan curah hujan kategori rendah atau kurang dari 50 milimeter per dasarian mendominasi sekitar 95,62 persen wilayah Indonesia. Hanya sekitar 4,38 persen wilayah yang diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah. Curah hujan rendah diprediksi terjadi di sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua. Meski kondisi kering mendominasi, BMKG menyebut hujan masih berpeluang turun secara lokal akibat sejumlah gangguan atmosfer. |