3 mnt baca (473 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 10 August 2026, 08:31 WIB

Di Tempat Ini Hujan Bisa Hilang Puluhan Tahun, Sekali Turun Langsung Badai

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Di Tempat Ini Hujan Bisa Hilang Puluhan Tahun, Sekali Turun Langsung Badai
Di Tempat Ini Hujan Bisa Hilang Puluhan Tahun, Sekali Turun Langsung Badai

Bayangkan hidup di sebuah dunia yang tidak diguyur hujan selama puluhan tahun. Namun ketika hujan akhirnya turun, yang datang badai dahsyat.

Iklan Sponsor / Advertisement

Jakarta — Bayangkan hidup di sebuah dunia yang tidak diguyur hujan selama puluhan tahun. Namun ketika hujan akhirnya turun, yang datang bukan gerimis, melainkan badai dahsyat. Itulah yang diduga terjadi di Titan, satelit alami terbesar Saturnus.

Penelitian terbaru menunjukkan wilayah khatulistiwa Titan yang selama ini dikenal sangat kering ternyata masih mengalami hujan. Bedanya, hujan metana di sana bisa baru turun setelah puluhan tahun, lalu datang dalam bentuk hujan lebat yang terjadi di sekitar periode ekuinoks, saat Matahari melintasi garis khatulistiwa Titan.

Titan merupakan satu-satunya benda langit selain Bumi yang diketahui memiliki siklus cuaca lengkap. Bedanya, jika di Bumi air menguap, membentuk awan, lalu turun sebagai hujan, di Titan peran tersebut dimainkan oleh metana.

Dengan suhu permukaan sekitar minus 179 derajat Celsius, air membeku sekeras batu. Sebaliknya, metana dapat berada dalam bentuk cair sehingga membentuk awan, sungai, danau, hingga hujan.

Salah satu bukti hujan di Titan muncul pada September 2010 ketika wahana Cassini milik NASA mengamati wilayah khatulistiwa Titan berubah menjadi lebih gelap dalam beberapa hari. Para ilmuwan menafsirkan perubahan warna tersebut sebagai bekas hujan metana yang membasahi hamparan bukit pasir yang sebelumnya kering. Fenomena itu kemudian dikenal sebagai Arrow Storm.

Pengamatan tersebut mengubah pemahaman ilmuwan tentang iklim Titan. Selama ini, model iklim menunjukkan sebagian besar hujan terjadi di wilayah kutub, tempat danau serta lautan metana terkonsentrasi. Sementara daerah khatulistiwa hampir selalu kering sehingga hujan hanya muncul sesekali dalam interval yang sangat panjang.

Ilmuwan atmosfer Tetsuya Tokano menjelaskan bahwa hujan di wilayah khatulistiwa kemungkinan besar berkaitan dengan perubahan musim di Titan.

"Curah hujan di wilayah khatulistiwa kemungkinan besar terjadi di sekitar periode ekuinoks," kata Tokano seperti dikutip dari SpaceDaily, Senin (10/8/2026).

Ia menambahkan bahwa sabuk hujan di Titan tidak menetap di satu tempat. "Sabuk hujan, meski muncul secara berkala, bergerak dari kutub selatan ke kutub utara. Artinya, setiap wilayah di Titan berpeluang mengalami hujan selama satu tahun Titan," imbuhnya.

Iklan Sponsor / Advertisement

Satu tahun di Titan setara dengan sekitar 29,5 tahun di Bumi, sehingga perubahan musim berlangsung sangat lambat. Akibatnya, sebagian wilayah dapat menunggu puluhan tahun sebelum kembali diguyur hujan.

Meski jarang, badai metana yang terjadi diperkirakan cukup kuat untuk membentuk bentang alam Titan, termasuk lembah sungai dan pola erosi yang terlihat dari hasil pengamatan wahana Cassini. Temuan ini membantu ilmuwan memahami bagaimana lanskap satelit Saturnus tersebut terus berubah meski hujan turun sangat jarang.

Video Misi Artemis II: Jelajah Terjauh, Kini Pulang ke Bumi

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

Di Tempat Ini Hujan Bisa Hilang Puluhan Tahun, Sekali Turun Langsung Badai. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Karyawan Biasa Dipenjara Gara-Gara Kasih Tahu Soal Ini ke China
INDUSTRI IT

Karyawan Biasa Dipenjara Gara-Gara Kasih Tahu Soal Ini ke China

Mantan karyawan SK Hynix dijatuhi hukuman 18 bulan penjara karena membocorkan informasi teknologi chip ke perusahaan China. Simak!

Baca Selengkapnya →
Invasi Piton di Amerika Kian Mengerikan, 28 Ribu Ular Disingkirkan
TEKNOLOGI & IT

Invasi Piton di Amerika Kian Mengerikan, 28 Ribu Ular Disingkirkan

Pemenang Python Challenge 2026 diumumkan oleh FWC (Florida Fish and Wildlife Conservation Commission).

Baca Selengkapnya →
Rakyat Ngamuk, Ramai-Ramai Tolak Proyek Data Center Raksasa
INDUSTRI IT

Rakyat Ngamuk, Ramai-Ramai Tolak Proyek Data Center Raksasa

Lebih dari 500 yurisdiksi di AS menolak pembangunan data center karena kekhawatiran penggunaan sumber daya. Simak selengkapnya!

Baca Selengkapnya →