3 mnt baca (485 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 05 August 2026, 04:45 WIB

Game Pesaing GTA Batal Dibikin, Pengembangnya Kena PHK

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Game Pesaing GTA Batal Dibikin, Pengembangnya Kena PHK
Game Pesaing GTA Batal Dibikin, Pengembangnya Kena PHK
Iklan Sponsor / Advertisement
Ringkasan editorial DevNetCUK: bagian inti berita bersumber dari DetikInet Teknologi, lalu dilengkapi dengan konteks teknis dan rekomendasi langkah tindak lanjut untuk praktisi infrastruktur IT.

Tencent dikabarkan telah membatalkan proyek Last Sentinel, game open-world cyberpunk ambisius yang digadang-gadang bakal menjadi pesaing game Grand Theft Auto.

Konten asli dari DetikInet Teknologi


Jakarta -

Tencent dikabarkan telah membatalkan proyek Last Sentinel, game open-world cyberpunk ambisius yang digadang-gadang bakal menjadi pesaing game Grand Theft Auto (GTA). Game yang telah dikembangkan oleh studio Lightspeed LA selama lebih dari enam tahun ini kabarnya telah menelan dana investasi hingga lebih dari USD 300 juta.

Meski pihak Tencent sempat membantah rumor pembatalan tersebut, laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa proyek ini pada dasarnya sudah dihentikan. Sekitar 80 developer terpaksa terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) pada pekan ini.

Pihak Lightspeed LA mengonfirmasi adanya perampingan tersebut dengan alasan pergeseran arah kreatif dan pengembangan setelah melalui proses evaluasi internal serta play-testing.

Masalah pengembangan dan respons negatif

Kabar penghentian proyek Last Sentinel sebenarnya tidak sepenuhnya mengejutkan industri game. Meski sempat memikat perhatian lewat penayangan video teaser di ajang The Game Awards 2023, Lightspeed LA tak kunjung memamerkan cuplikan gameplay ke publik hingga enam tahun masa pengembangan. Selain itu, sesi pengujian internal pada awal 2026 dilaporkan memicu respons yang mayoritas negatif.

Sejumlah sumber internal mengungkapkan bahwa proyek ini diterpa berbagai masalah sejak awal, mulai dari gaya kepemimpinan di studio yang dinilai memicu polarisasi hingga keterbatasan jumlah tim. Dengan anggota yang hanya berjumlah beberapa ratus orang, tim dianggap terlalu kecil untuk membangun game berskala raksasa yang mampu menandingi kelas GTA.

Pengalihan tim dan nasib studio

Meskipun Last Sentinel dikabarkan batal, studio Lightspeed LA yang berbasis di Los Angeles tetap beroperasi. Sisa staf yang bertahan akan dialihkan ke proyek open-world baru yang belum diumumkan, di bawah pimpinan creative director Todd Papy. Sebagian kode dan elemen permainan dari Last Sentinel juga rencananya akan dimanfaatkan kembali untuk proyek baru ini serta judul game Tencent lainnya.

Sebagai informasi, Lightspeed LA didirikan pada 2020 di bawah naungan LightSpeed Studios dan dipimpin oleh Steve Martin, mantan petinggi Rockstar San Diego. Studio ini menjadi salah satu dari sekian banyak eksperimen Tencent untuk menembus pasar game AAA di Barat.

Kegagalan ini menambah panjang daftar studio naungan Tencent di Amerika Utara yang bermasalah, setelah penutupan TiMi Montreal pada awal tahun ini dan dibubarkannya Team Kaiju pada 2023 lalu, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Rabu (5/8/2026).

Tencent Cloud Bahas Peluang AI dan Cloud dalam Mendorong Transformasi Bisnis


Tinjauan Infrastruktur IT — Redaksi DevNetCUK

BAGIAN INI BUKAN ISI BERITA ASLI DARI DetikInet Teknologi  |  Opini subyektif editorial untuk praktisi IT

Iklan Sponsor / Advertisement

Berita Game Pesaing GTA Batal Dibikin, Pengembangnya Kena PHK yang dilaporkan oleh DetikInet Teknologi di sektor Teknologi & IT dapat menjadi momentum evaluasi untuk operasional IT di organisasi Anda.

Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Ingin mendalami topik sejenis melalui tutorial & lab hands-on? Kunjungi halaman Pusat Tutorial Jaringan & Infrastruktur IT, atau pelajari penawaran layanan profesional DevNetCUK di halaman Solusi Enterprise kami.

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →
Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Meta Didenda Rp 10,12 Triliun, Instagram & Facebook Dipaksa Batasi Remaja
TEKNOLOGI & IT

Meta Didenda Rp 10,12 Triliun, Instagram & Facebook Dipaksa Batasi Remaja

Meta didenda Rp 10,12 triliun dan diperintahkan membatasi penggunaan Instagram dan Facebook oleh remaja di New Mexico.

Baca Selengkapnya →
Tampilan Tangguh BAIC BJ40 Plus Kenakan Ban Bridgestone Dueler A/T002
INDUSTRI IT

Tampilan Tangguh BAIC BJ40 Plus Kenakan Ban Bridgestone Dueler A/T002

Bridgestone Indonesia berkolaborasi dengan JDI. Mereka menyematkan ban Bridgestone Dueler A/T002 pada BAIC BJ40 Plus di ajang GIIAS 2026, ICE BSD, Tangerang.

Baca Selengkapnya →
Palestina Puji Pakta Mekkah sebagai Langkah Menuju Keamanan Kolektif Dunia Islam
INDUSTRI IT

Palestina Puji Pakta Mekkah sebagai Langkah Menuju Keamanan Kolektif Dunia Islam

Kepresidenan Palestina menyambut baik penandatanganan pakta pertahanan antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Palestina menggambarkannya sebagai langkah strategis penting untuk me...

Baca Selengkapnya →