4 mnt baca (680 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 11 August 2026, 08:16 WIB

Gerhana Matahari Total 12 Agustus, Begini Cara Aman Melihatnya

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Gerhana Matahari Total 12 Agustus, Begini Cara Aman Melihatnya
Gerhana Matahari Total 12 Agustus, Begini Cara Aman Melihatnya

Diperlukan pelindung mata khusus selama fase parsial, baik sebelum maupun setelah totalitas. Kacamata hitam biasa tidak dapat menggantikan kacamata gerhana.

Iklan Sponsor / Advertisement
Jakarta -

Gerhana Matahari Total akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Fenomena astronomi ini menjadi salah satu peristiwa langit yang menarik perhatian karena Bulan akan menutupi seluruh permukaan terang Matahari dari sudut pandang pengamat di jalur totalitas.

Namun, tidak semua wilayah Bumi bisa menyaksikan Gerhana Matahari Total tersebut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena ini tidak dapat diamati secara langsung dari Indonesia karena jalur gerhana tidak melewati wilayah Tanah Air. Selain itu, proses gerhana berlangsung ketika sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam kondisi malam hari.

Gerhana akan melintasi sejumlah wilayah di belahan Bumi utara, termasuk Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, serta Spanyol bagian utara. NASA juga memasukkan Gerhana Matahari Total 12 Agustus sebagai salah satu fenomena langit utama yang dapat diamati pada Agustus 2026.

Bagaimana Gerhana Matahari Terjadi

Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi. Ketiganya berada pada posisi yang cukup sejajar sehingga bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi.

Pada Gerhana Matahari Total, pengamat yang berada di jalur bayangan inti atau umbra Bulan akan melihat seluruh piringan Matahari tertutup.

Ketika totalitas terjadi, bagian luar atmosfer Matahari yang disebut korona dapat terlihat. Inilah salah satu daya tarik utama gerhana total karena korona biasanya tidak terlihat dengan mata telanjang akibat kalah terang dari permukaan Matahari. Namun, pemandangan tersebut hanya dapat disaksikan dari wilayah yang berada di jalur totalitas.

Dilarang Lihat dengan Mata Telanjang

Hal paling penting saat mengamati gerhana adalah keselamatan mata. Gerhana Matahari tidak membuat sinar Matahari menjadi aman untuk dilihat secara langsung.

Ketika sebagian piringan Matahari masih terlihat, cahaya yang masuk ke mata tetap dapat menyebabkan kerusakan retina. Karena itu, pengamat harus menggunakan kacamata khusus untuk melihat Matahari atau solar viewer yang memang dirancang untuk pengamatan Matahari.

Dikutip dari CNN, Selasa (11/8/2026) NASA menyarankan penggunaan pelindung mata khusus selama fase parsial, baik sebelum maupun setelah totalitas. Kacamata hitam biasa tidak dapat menggantikan kacamata gerhana.

Selain itu, jangan menggunakan kamera, teropong, atau teleskop untuk melihat Matahari secara langsung tanpa filter surya yang sesuai. Perangkat optik dapat memusatkan cahaya Matahari dan meningkatkan risiko kerusakan mata.

Ada satu momen ketika pengamat di jalur totalitas dapat melihat Matahari tanpa pelindung mata, yakni saat totalitas benar-benar berlangsung. Pada fase ini, Bulan telah sepenuhnya menutupi bagian terang Matahari. NASA menjelaskan bahwa pengamatan langsung tanpa pelindung hanya aman selama periode singkat ketika seluruh permukaan terang Matahari tertutup.

Namun, pengamat harus segera kembali menggunakan kacamata gerhana sebelum totalitas berakhir dan bagian terang Matahari mulai terlihat kembali. Jadi, jangan melepas kacamata terlalu cepat dan jangan terlambat memakainya kembali. Jika tidak memiliki pelindung mata khusus, pengamatan dapat dilakukan dengan metode tidak langsung.

Salah satunya menggunakan pinhole projector atau proyektor lubang jarum. Metode ini tidak mengharuskan seseorang menatap Matahari secara langsung. Cahaya Matahari diproyeksikan melalui lubang kecil ke permukaan lain sehingga bentuk Matahari yang sedang mengalami gerhana dapat diamati.

Iklan Sponsor / Advertisement

Metode proyeksi juga dapat menjadi alternatif bagi orang yang ingin mengamati gerhana tanpa menggunakan perangkat optik secara langsung.

Bagi masyarakat Indonesia, persoalannya bukan hanya soal penggunaan pelindung mata. Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 memang tidak dapat disaksikan secara langsung dari wilayah Indonesia.

BMKG memastikan jalur gerhana tidak melintasi Indonesia dan fenomena tersebut berlangsung ketika sebagian besar wilayah Tanah Air berada dalam kondisi malam. Dengan demikian, masyarakat Indonesia tidak perlu mencari lokasi pengamatan di dalam negeri untuk melihat fase totalitas gerhana kali ini.

Fenomena tersebut tetap dapat diikuti melalui siaran langsung dari lembaga astronomi, observatorium, atau media yang menyiarkan pengamatan dari wilayah jalur totalitas, salah satunya di channel YouTube NASA.

[Gambas:Youtube]

Bagi masyarakat yang berkesempatan berada di lokasi pengamatan, keselamatan mata tetap menjadi prioritas. Gerhana memang menghadirkan pemandangan langit yang langka, tetapi mengamatinya tanpa perlindungan yang tepat dapat membahayakan penglihatan.


Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

Gerhana Matahari Total 12 Agustus, Begini Cara Aman Melihatnya. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Akun WhatsApp Diblokir Mendadak Jadi Korban Judol, Begini Modusnya
INDUSTRI IT

Akun WhatsApp Diblokir Mendadak Jadi Korban Judol, Begini Modusnya

Pengguna WhatsApp melaporkan akun diblokir mendadak. Pakar keamanan siber mengungkap modus peretasan. Simak!

Baca Selengkapnya →
Shokz OpenDots 2 Masuk RI, TWS Open-Ear Dolby Audio, Harganya?
TEKNOLOGI & IT

Shokz OpenDots 2 Masuk RI, TWS Open-Ear Dolby Audio, Harganya?

Shokz meluncurkan OpenDots 2 di Indonesia, perangkat audio open-ear clip-on yang nyaman untuk aktivitas sehari-hari. Tersedia dalam berbagai warna, harganya?

Baca Selengkapnya →
Aplikasi KAI Access Down, Penumpang Tak Bisa Beli Tiket
CYBER SECURITY

Aplikasi KAI Access Down, Penumpang Tak Bisa Beli Tiket

Aplikasi KAI Access mengalami gangguan pada 11 Agustus, menghambat pembelian tiket dan pengecekan jadwal. KAI sedang menangani masalah ini.

Baca Selengkapnya →