Jakarta — Bukan rahasia lagi bahwa pembuat konsol gaming tidak menghasilkan banyak uang dari perangkat mereka. Namun yang lebih menyedihkan ketika menjual konsol bukan saja tidak mendapat untung, tetapi malah merugi. Begitulah yang dialami oleh Microsoft saat ini.
Dilaporkan bahwa setiap kali Xbox Series X atau Xbox Series S terjual, perusahaan boncos sebesar USD 150 atau sekitar Rp 2,7 juta. Angka tersebut berlaku untuk saat ini, setelah mereka melakukan kenaikan harga, dengan Series X termurah di pasaran seharga USD 599,99.
Melambungnya harga konsol Xbox berlaku untuk versi disk maupun digital Series X. Mereka pun memutuskan menaikkan harganya sebesar USD 150.
Tingginya harga jual Xbox dikarenakan meningkatnya harga RAM, akar masalah di balik semua ini yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Menurut Windows Central, dilansir Senin (10/8/2026) Xbox akan terus merugi setiap kali menjual perangkat gamingnya.
Kabar ini datang bersamaan dengan pendapatan divisi gaming Microsoft tersebut yang mengalami penurunan. Pemasukan untuk konten dan layanan Xbox pada kuartal keempat perusahaan anjlok 10%, diikuti oleh penurunan sebesar 13% pada konsol Xbox. Sementara itu, biaya operasional meningkat 8%.
"Pendapatan Xbox menurun sebesar USD 1,7 miliar atau 7%, didorong oleh penurunan konten dan layanan Xbox serta perangkat keras Xbox," lapor Microsoft untuk keseluruhan tahun fiskal.
Sebenarnya pertumbuhan Game Pass bisa dibilang mampu mengimbangi penurunan tahunan tersebut. Namun sayangnya, penjualan perangkat keras sangat tidak membantu, karena harus turun sebesar 29%.
Angka-angka tersebut memicu pemangkasan besar-besaran di Xbox, termasuk sekitar 1.600 orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih terjadi selama 12 bulan ke depan.