3 mnt baca (569 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 06 August 2026, 05:00 WIB

HP Ala BlackBerry Bangkit Kembali, Ini Alasannya

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
HP Ala BlackBerry Bangkit Kembali, Ini Alasannya
HP Ala BlackBerry Bangkit Kembali, Ini Alasannya
Iklan Sponsor / Advertisement
Ringkasan editorial DevNetCUK: bagian inti berita bersumber dari DetikInet Teknologi, lalu dilengkapi dengan konteks teknis dan rekomendasi langkah tindak lanjut untuk praktisi infrastruktur IT.

Kala Apple meluncurkan iPhone tahun 2007, keyboard fisik cepat kalah pamor dari layar sentuh dan menghilang dari pasar.

Konten asli dari DetikInet Teknologi


Jakarta -

Kala Apple meluncurkan iPhone tahun 2007, keyboard fisik cepat kalah pamor dari layar sentuh dan menghilang dari pasar. Kini gelombang startup baru, termasuk Clicks Technology di Inggris dan perusahaan China, Unihertz, membawa fitur ini kembali dan menciptakan ceruk pasar HP dengan tombol fisik.

Peralihan dari tombol fisik dulunya terasa seperti sebuah akhir permanen. Blackberry yang lama dikenal dengan ponsel keyboard-nya, berhenti memproduksi hardware tahun 2016 dan menutup layanan software 2022.

Namun dikutip detikINET dari CNBC, para penggemar tetap setia. Subreddit r/Blackberry memiliki 25.000 anggota yang saling berbagi kiat dan bernostalgia tentang perangkat itu.

Bagi sebagian pengguna, ini bukan sekadar nostalgia. Salah satu pendiri sekaligus Chief Marketing Officer Clicks Technology, Jeff Gadway, mengatakan 45% basis pelanggannya belum pernah menggunakan HP keyboard fisik.

"Mereka melihatnya bukan ajang nostalgia, melainkan sebagai cara yang sama sekali baru dan lebih terencana untuk menggunakan ponsel," ungkapnya.

Mengurangi Screen Time

Bagi Chonnie Alfonso yang kerap menampilkan gadget retro di YouTube-nya, beralih ke perangkat ber-keyboard yang memunculkan sedikit hambatan, yang mendorongnya berpikir ulang tentang seberapa sering ia menggunakan ponsel. Itu menjadi caranya mengurangi waktu di HP.

Doomscrolling (menggulir media sosial terus-menerus) kurang asyik dilakukan di HP bergaya BlackBerry. Maka, beralih ke perangkat ber-keyboard membantunya tidak terlalu lama di media sosial dan bisa lebih mengontrol waktunya.

Gadway dari Clicks Technology mengatakan gadgetnya menekankan pada fitur pesan dan fungsi inti, untuk menjaga pengguna fokus pada tugas mereka alih-alih terhanyut membuka aplikasi lain. "Ini tentang menjadikan waktu yang Anda habiskan dengan ponsel menjadi lebih berharga," ujarnya.

Fitur Lama

Selain perilaku pengguna, perangkat ini juga menghidupkan kembali fitur yang sebagian besar sudah hilang. Clicks menawarkan keyboard dalam berbagai bahasa, penutup belakang yang dapat diganti, memori yang dapat diperluas, serta jack headphone fisik 3,5 mm.

Bagi Wei Lun Ng, antusias audio berusia 23 tahun, ponsel yang mendukung headphone berkabel lebih praktis. "Saya rasa suaranya tidak sering terputus, karena ketika baterai Anda lemah, headphone berkabel lebih nyaman dan praktis," tuturnya. Headphone kabel juga tidak mudah terselip dan hilang. Selain itu, harganya lebih murah.

Keyboard fisik juga menarik pengguna yang punya kebutuhan aksesibilitas. Gadway mengatakan beberapa orang yang mengalami gangguan penglihatan atau masalah kontrol motorik merasa lebih mudah mengetik dengan tombol fisik. Mereka yang sering salah ketik juga mungkin merasa keyboard fisik lebih berguna.

Ceruk pasarnya pun makin ramai. Beberapa perusahaan termasuk Zinwa Technologies dan iKKO merilis ponsel dengan keyboard buatan mereka sendiri, menyusul jejak Clicks dan Unihertz.

Minat terhadap ponsel ber-keyboard fisik tampaknya tetap kuat. Meski begitu, segmen ini menghadapi berbagai tantangan. Meningkatnya permintaan akan infrastruktur AI telah membebani pasokan memori, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga komponen.

Iklan Sponsor / Advertisement

Samsung Galaxy Unpacked Watch Party 2026: First Impression The New Galaxy Foldable & Galaxy Watch Series


Tinjauan Infrastruktur IT — Redaksi DevNetCUK

BAGIAN INI BUKAN ISI BERITA ASLI DARI DetikInet Teknologi  |  Opini subyektif editorial untuk praktisi IT

Berita HP Ala BlackBerry Bangkit Kembali, Ini Alasannya yang dilaporkan oleh DetikInet Teknologi di sektor Teknologi & IT dapat menjadi momentum evaluasi untuk operasional IT di organisasi Anda.

Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Ingin mendalami topik sejenis melalui tutorial & lab hands-on? Kunjungi halaman Pusat Tutorial Jaringan & Infrastruktur IT, atau pelajari penawaran layanan profesional DevNetCUK di halaman Solusi Enterprise kami.

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →
Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Meta Didenda Rp 10,12 Triliun, Instagram & Facebook Dipaksa Batasi Remaja
TEKNOLOGI & IT

Meta Didenda Rp 10,12 Triliun, Instagram & Facebook Dipaksa Batasi Remaja

Meta didenda Rp 10,12 triliun dan diperintahkan membatasi penggunaan Instagram dan Facebook oleh remaja di New Mexico.

Baca Selengkapnya →
Tampilan Tangguh BAIC BJ40 Plus Kenakan Ban Bridgestone Dueler A/T002
INDUSTRI IT

Tampilan Tangguh BAIC BJ40 Plus Kenakan Ban Bridgestone Dueler A/T002

Bridgestone Indonesia berkolaborasi dengan JDI. Mereka menyematkan ban Bridgestone Dueler A/T002 pada BAIC BJ40 Plus di ajang GIIAS 2026, ICE BSD, Tangerang.

Baca Selengkapnya →
Palestina Puji Pakta Mekkah sebagai Langkah Menuju Keamanan Kolektif Dunia Islam
INDUSTRI IT

Palestina Puji Pakta Mekkah sebagai Langkah Menuju Keamanan Kolektif Dunia Islam

Kepresidenan Palestina menyambut baik penandatanganan pakta pertahanan antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Palestina menggambarkannya sebagai langkah strategis penting untuk me...

Baca Selengkapnya →