3 mnt baca (528 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 12 August 2026, 11:44 WIB

Hujan Meteor Perseid 13 Agustus 2026 di Indonesia, Jam Berapa Bisa Dilihat?

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Hujan Meteor Perseid 13 Agustus 2026 di Indonesia, Jam Berapa Bisa Dilihat?
Hujan Meteor Perseid 13 Agustus 2026 di Indonesia, Jam Berapa Bisa Dilihat?

Hujan meteor Perseid mencapai puncaknya pada 13 Agustus 2026. Bagi masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan fenomena ini, catat waktu pengamatan terbaik.

Iklan Sponsor / Advertisement

Jakarta — Hujan meteor Perseid mencapai puncaknya pada 13 Agustus 2026. Bagi masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan fenomena ini, waktu pengamatan terbaik adalah sejak tengah malam.

Berdasarkan informasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pengamatan Perseid dari Indonesia dapat dilakukan sekitar pukul 00.00 hingga 04.00 WIB pada 13 Agustus 2026. Waktu tersebut menjadi kesempatan terbaik karena langit semakin gelap dan posisi rasi Perseus semakin mendukung pengamatan.

Tahun ini, kondisi langit juga sangat menguntungkan. Puncak Perseid bertepatan dengan fase Bulan Baru, sehingga cahaya Bulan hampir tidak mengganggu pengamatan.

Jam Berapa Hujan Meteor Perseid Muncul?

Pengamatan dari wilayah Indonesia dapat dimulai setelah tengah malam dan dilanjutkan hingga menjelang Matahari terbit sesuai dengan waktu setempat (00.00-04.00 WIB, 01.00-05.00 WITA, 02.00-06.00 WIT).

BRIN menyebut pada kondisi langit yang ideal, pengamat dapat melihat sekitar 1-2 meteor per menit saat puncak Perseid. Namun, jumlah meteor yang terlihat tidak akan selalu sebanyak itu. Polusi cahaya, awan, kondisi atmosfer, lokasi pengamatan, dan luas pandangan ke langit dapat memengaruhi hasil pengamatan. Waktu terbaik juga bergantung pada kondisi langit dan kapan Matahari mulai terbit di masing-masing wilayah.

Untuk diketahui, meteor-meteor Perseid sudah aktif sebelum puncak dan masih dapat terlihat selama kondisi langit gelap. Karena itu, malam 12 Agustus hingga dini hari 13 Agustus menjadi waktu yang paling ideal untuk pengamatan.

Asal Hujan Meteor Perseid

Hujan meteor Perseid bukan terjadi karena batu-batu besar tiba-tiba jatuh dari luar angkasa. Fenomena ini muncul ketika Bumi melewati jalur debu yang ditinggalkan Komet 109P/Swift-Tuttle.

Saat partikel-partikel kecil tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sangat tinggi, mereka berinteraksi dengan atmosfer dan menghasilkan kilatan cahaya yang terlihat sebagai meteor. Karena Bumi kembali melewati jalur material komet tersebut setiap tahun, Perseid menjadi hujan meteor tahunan yang muncul pada periode yang relatif sama.

"Setiap tahun, Bumi berpapasan dengan sisa debu komet sehingga terjadi fenomena hujan meteor yang memiliki arah dan waktu kemunculan yang tetap setiap tahun. Hujan meteor Perseid tergolong hujan meteor yang kuat sehingga menarik minat para penggemar astronomi," kata Prof Thomas Djamaluddin, Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, dikutip dari unggahan di akun Instagram BRIN.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bisa Dilihat Mata Telanjang

Untuk mengamati Perseid, masyarakat tidak membutuhkan teleskop ataupun binokular. BRIN justru menyarankan pengamatan dengan mata telanjang karena meteor dapat melintas di berbagai bagian langit.

Teleskop atau binokular memiliki bidang pandang lebih sempit sehingga justru bisa membuat pengamat kehilangan meteor yang muncul di luar bidang pandang. Hal yang lebih penting adalah mencari lokasi dengan polusi cahaya seminimal mungkin.

Jauh dari lampu kota akan membuat meteor yang redup lebih mudah terlihat. Sebelum mulai mengamati, beri waktu sekitar 20-30 menit agar mata beradaptasi dengan kondisi gelap. BRIN juga menyarankan pengamat memastikan pandangan ke arah timur laut terbuka dan tidak terhalang gedung atau pepohonan.

Video: Cuaca Jadi Kendala Paling Sering Ditemui dalam Pengamatan Astronomi

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

Hujan Meteor Perseid 13 Agustus 2026 di Indonesia, Jam Berapa Bisa Dilihat?. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Google Berubah Total, Tombol Search Lenyap Diganti Fitur Baru
INDUSTRI IT

Google Berubah Total, Tombol Search Lenyap Diganti Fitur Baru

Google mengubah tampilan halaman utamanya, menghapus tombol "Telusuri" dan menggantinya dengan tombol AI baru.

Baca Selengkapnya →
Bikin 3D Semudah Canva, Assemblr Buatan RI Tembus 1 Juta Pengguna Sedunia
TEKNOLOGI & IT

Bikin 3D Semudah Canva, Assemblr Buatan RI Tembus 1 Juta Pengguna Sedunia

Assemblr, aplikasi 3D buatan Indonesia yang bikin konten semudah Canva, kini tembus 1 juta pengguna dunia dan digunakan guru di daerah 3T.

Baca Selengkapnya →
Daftar Roster Seluruh Tim di MPL ID S18, RRQ Punya Jungler Baru
TEKNOLOGI & IT

Daftar Roster Seluruh Tim di MPL ID S18, RRQ Punya Jungler Baru

Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL ID) S18 akan dilaksanakan pada 14 Agustus 2026. Berikut roster setiap tim yang akan tampil.

Baca Selengkapnya →