3 mnt baca (503 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 08 August 2026, 15:15 WIB

IGRS Ditargetkan Aktif Lagi Tahun Ini, Komdigi Evaluasi Besar-besaran

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
IGRS Ditargetkan Aktif Lagi Tahun Ini, Komdigi Evaluasi Besar-besaran
IGRS Ditargetkan Aktif Lagi Tahun Ini, Komdigi Evaluasi Besar-besaran

Komdigi menargetkan IGRS aktif lagi tahun ini setelah evaluasi menyeluruh terhadap sistem, kebijakan, proses, dan tata kelola rating game.

Iklan Sponsor / Advertisement

Jakarta — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan Indonesia Game Rating System (IGRS) dapat kembali diaktifkan pada 2026. Namun, hingga kini pemerintah belum menetapkan tanggal pasti reaktivasi karena proses evaluasi masih berlangsung secara menyeluruh.

Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Gim Komdigi Tita Ayuditya Surya mengatakan evaluasi IGRS tidak hanya dilakukan terhadap sistem teknis, tetapi juga mencakup aspek kebijakan.

"Karena evaluasinya menyeluruh ya. Nggak cuma di sisi sistem aja, tapi di sisi kebijakan juga. Jadi, persis timeline buat reaktivasinya kita belum bisa sampaikan, tapi di tahun ini," ujar Tita ditemui usai acara Hari Game Indonesia di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Ketika ditanya apakah IGRS dipastikan aktif kembali pada tahun ini, Tita menyebut hal tersebut menjadi target pemerintah.

"Targetnya demikian," katanya.

Evaluasi Libatkan Industri hingga Orang Tua

Menurut Tita, proses evaluasi IGRS sejak awal turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga industri game, asosiasi, komunitas, hingga perwakilan orang tua.

Evaluasi juga dilakukan secara lintas kementerian dan lembaga.

"Dari awal melibatkan industri, melibatkan asosiasi, komunitas juga, kemudian ini juga lintas kementerian," ungkapnya.

Tita menyebut beberapa pihak yang ikut dilibatkan antara lain Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) serta Kementerian Ekonomi Kreatif.

Pelibatan banyak pihak dilakukan karena IGRS memiliki fungsi penting dalam memberikan klasifikasi usia terhadap game yang beredar di Indonesia. Sistem tersebut menjadi salah satu acuan bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk mengetahui kesesuaian suatu game berdasarkan kelompok usia.

Seperti diketahui, pada April 2026, Komdigi memutuskan menunda sementara proses rating melalui IGRS. Keputusan tersebut diambil bersamaan dengan investigasi terhadap sistem IGRS yang kala itu menjadi sorotan karena dinilai tidak tepat dalam memberikan klasifikasi terhadap suatu game.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana saat itu mengatakan penundaan dilakukan untuk memperkuat sistem rating game nasional.

"Penundaan ini bersifat sementara. Langkah ini kami ambil untuk memastikan bahwa ke depan sistem IGRS dapat berjalan lebih kuat, lebih kredibel, dan dapat dipercaya oleh seluruh pemangku kepentingan," ujar Sonny kala itu.

Iklan Sponsor / Advertisement

Sonny tidak mengungkap berapa lama investigasi internal maupun eksternal tersebut akan berlangsung. Namun, Komdigi berjanji memberikan perkembangan proses evaluasi kepada publik secara berkala.

Penghentian sementara IGRS dilakukan berdasarkan arahan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.

Meski proses rating dihentikan sementara, Komdigi menegaskan game yang sudah beroperasi di Indonesia tetap dapat dimainkan.

"Tetap bisa main. Jadi, perlu di-highlight, nggak ada yang diblokir dari game-game. Dari awal pun nggak ada yang diblokir karena pemblokiran itu mekanismenya berbeda," kata Sonny.

Komdigi kala itu juga menegaskan investigasi tidak hanya berfokus pada persoalan teknis. Evaluasi dilakukan terhadap sistem, proses, hingga tata kelola IGRS.

Video: Apa Itu IGRS Komdigi yang Jadi Sorotan Gamers?

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

IGRS Ditargetkan Aktif Lagi Tahun Ini, Komdigi Evaluasi Besar-besaran. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Samsung Galaxy Z Flip8, Stylish dengan AI Lebih Cerdas
TEKNOLOGI & IT

Samsung Galaxy Z Flip8, Stylish dengan AI Lebih Cerdas

Samsung Galaxy Z Flip8 bergaya clamshell terbaru hadir untuk pengguna yang menginginkan smartphone stylish dengan pengalaman AI yang lebih cerdas dan intuitif.

Baca Selengkapnya →
Pre-order GTA VI Cetak Rekor, Cuan Take-Two Tembus Rp24,7 T
CYBER SECURITY

Pre-order GTA VI Cetak Rekor, Cuan Take-Two Tembus Rp24,7 T

Geliat pemesanan awal atau pre-order Grand Theft Auto VI (GTA VI) langsung mencatatkan rekor fantastis.

Baca Selengkapnya →
Modernisasi Workflow Pakai AI Bisa Genjot Laba Jutaan Dolar
TEKNOLOGI & IT

Modernisasi Workflow Pakai AI Bisa Genjot Laba Jutaan Dolar

Zebra Technologies berkolaborasi dengan Oxford Economics merilis riset global terbaru yang menyoroti dampak masif dari digitalisasi pekerja garda terdepan.

Baca Selengkapnya →