Jakarta — Zebra Technologies berkolaborasi dengan Oxford Economics merilis riset global terbaru yang menyoroti dampak masif dari digitalisasi pekerja garda terdepan. Studi ini mengungkapkan bahwa modernisasi workflow melalui pemanfaatan AI, otomatisasi, dan data tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga menyumbang profitabilitas yang signifikan bagi perusahaan di sektor manufaktur, transportasi dan logistik (T&L), serta retail.
Berdasarkan riset yang melibatkan 1.000 pimpinan senior dari berbagai negara tersebut, terungkap bahwa membekali pekerja frontline dengan teknologi cerdas adalah kunci untuk memacu pertumbuhan bisnis di era digital.
Potensi lonjakan laba jutaan dolar
Studi ini membedah potensi keuntungan finansial secara spesifik dari berbagai lini operasional. Di sektor manufaktur, organisasi yang berhasil mengoptimalkan workflow manajemen rantai pasok dan inventaris mereka dilaporkan mencatat potensi kenaikan laba hingga USD 6,6 juta.
Optimalisasi di area lain juga menunjukkan angka yang mengesankan. Modernisasi workflow maintenance mampu menghasilkan peningkatan laba hingga USD 6,2 juta, sementara pengembangan lini produksi menyumbang nilai tambah sebesar USD 3,5 juta. Sebanyak 56% perusahaan manufaktur bahkan secara gamblang melaporkan lonjakan produktivitas setelah memodernisasi lini produksinya.
Tren positif ini juga dirasakan oleh sektor lain. Di industri retail, modernisasi sistem point of sale membuka potensi peningkatan laba hingga USD 4 juta. Sementara di sektor T&L, peningkatan workflow shipping and loading berpotensi menghasilkan kenaikan laba sebesar USD 2,8 juta. Di sektor ini pula, 54% responden menyatakan adanya peningkatan kecepatan operasional berkat sistem picking and packing yang lebih modern.
Akselerasi adopsi AI di lapangan
Adopsi kecerdasan buatan kini bukan lagi sekadar teori, melainkan kebutuhan operasional. Di sektor manufaktur, 50% pemimpin perusahaan menempatkan AI sebagai prioritas utama untuk mengembangkan lini produksi. Ketertarikan yang sama terlihat di sektor T&L, di mana minat terhadap AI untuk workflow shipping and loading naik tajam hingga tiga kali lipat.
Chief Technology Officer Zebra Technologies, Tom Bianculli, menjelaskan bahwa integrasi kecerdasan langsung ke dalam workflow sehari-hari mampu mengubah insight menjadi tindakan yang terukur.
Menurutnya, operasional cerdas memberikan dampak nyata dengan menyederhanakan kompleksitas, meningkatkan produktivitas para pekerja di frontline, serta memperkuat engagement mereka terhadap perusahaan.
Relevansi dengan transformasi di Indonesia
Temuan berskala global ini dinilai sangat sejalan dengan transformasi yang tengah berlangsung di sektor logistik dan manufaktur Tanah Air. Country Manager Indonesia Zebra Technologies, Eric Ananda, mengutip riset PwC yang menunjukkan bahwa 96% pengguna generative AI harian di Indonesia telah merasakan peningkatan produktivitas.
Eric menekankan bahwa tantangan utama di Indonesia saat ini bukan lagi sekadar akses terhadap teknologi, melainkan bagaimana memastikan tim frontline dibekali dengan data yang terpercaya, visibilitas real-time, serta otomatisasi yang saling terhubung.
Modernisasi workflow yang krusial ini dinilai tidak hanya efektif untuk mengurai bottleneck atau kebuntuan dalam rantai distribusi, melainkan juga secara langsung menciptakan nilai bisnis dan daya saing yang terukur di lapangan.
"Studi ini menegaskan bahwa modernisasi workflow yang krusial tersebut tidak hanya mengurai bottleneck dalam keandalan distribusi, melainkan juga secara langsung menciptakan nilai bisnis yang terukur di lapangan," tutup Eric, dalam keterangan yang diterima detikINET.