3 mnt baca (459 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 13 August 2026, 09:31 WIB

Indosat Ungkap Jalur Komersialisasi Riset AI di UGM

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Indosat Ungkap Jalur Komersialisasi Riset AI di UGM
Indosat Ungkap Jalur Komersialisasi Riset AI di UGM

Indosat Ooredoo Hutchison bersama NVIDIA dan Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi membuka UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC).

Iklan Sponsor / Advertisement

Yogyakarta — Indosat Ooredoo Hutchison bersama NVIDIA dan Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi membuka UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC). Lantas, bagaimana hasil riset dari fasilitas tersebut nantinya bisa dimanfaatkan secara komersial?

CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, menjelaskan NVAITC pada dasarnya tidak dibentuk sebagai pusat komersialisasi. Fokus utama pusat tersebut adalah pengembangan riset, inovasi, dan talenta AI.

"Yang kita lakukan hari ini tidak terkait dengan komersialisasi. Kami dari Indosat punya tempat lain seperti GPU-as-a-Service dan lain sebagainya," kata Vikram saat ditemui di UGM, Sleman, Kamis (13/8/2026).

Meski demikian, hasil riset yang lahir dari NVAITC tetap memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk atau layanan yang memberikan manfaat lebih luas.

Vikram mengatakan Indosat memiliki jalur komersial tersendiri untuk mengembangkan layanan berbasis AI. Salah satunya melalui GPU-as-a-Service dan Token-as-a-Service.

"Manfaat komersial dari investasi ini akan diukur melalui produk-produk lain. Kami memiliki GPU-as-a-Service, Token-as-a-Service," ujarnya.

Menurut Vikram, layanan tersebut nantinya tidak hanya ditujukan bagi perusahaan di Indonesia. Indosat juga membidik pasar regional hingga global. "Kami tidak hanya akan memberikannya kepada perusahaan Indonesia, tetapi juga regional dan global," katanya.

Sementara itu, keberhasilan NVAITC lebih diarahkan pada seberapa besar riset dan inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Vikram mencontohkan salah satu riset UGM terkait tuberkulosis melalui teknologi eNose-TB. Teknologi tersebut dinilai memiliki potensi untuk membantu proses skrining penyakit dengan biaya yang lebih terjangkau.

"Ini bisa menyelamatkan nyawa dan dapat dilakukan dengan biaya yang lebih rendah. Jadi saya meminta bagaimana kita bisa mengembangkan ini dalam skala yang lebih besar," tutur Vikram.

Ia menegaskan pengembangan AI di Indonesia tidak boleh berhenti pada kepentingan bisnis. Menurutnya, investasi AI juga harus diarahkan untuk membangun talenta dan memastikan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi.

Iklan Sponsor / Advertisement

"Kalau Indonesia ingin maju sebagai negara, kita harus berinvestasi pada talenta. Dan kerja sama ini adalah tentang hal tersebut," jelasnya.

Indosat juga menargetkan pengembangan dua juta talenta yang siap menghadapi era AI melalui kolaborasi dengan UGM dan universitas lainnya.

Di sisi lain, aplikasi yang lahir dari riset di NVAITC ditargetkan dapat digunakan dalam skala besar. Vikram menyebut ukuran keberhasilannya bukan sekadar berapa banyak riset yang dihasilkan, tetapi seberapa banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat.

"Kami ingin melihat satu juta, dua juta, bahkan tiga juta orang menggunakan aplikasi yang dibangun di sini," pungkasnya.

Video Pesan Wapres Gibran untuk Generasi Muda: Gunakan AI untuk Belajar

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

Indosat Ungkap Jalur Komersialisasi Riset AI di UGM. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Pre-Order Galaxy Z Fold8 Cetak Rekor di RI, Model Ini Paling Laku
INDUSTRI IT

Pre-Order Galaxy Z Fold8 Cetak Rekor di RI, Model Ini Paling Laku

Samsung mencetak rekor pre-order tertinggi untuk Galaxy Z Fold8 di Asia Tenggara. Simak selengkapnya!

Baca Selengkapnya →
Menkomdigi: Indonesia Terbuka Kolaborasi AI, Tapi Pegang Kendali
TEKNOLOGI & IT

Menkomdigi: Indonesia Terbuka Kolaborasi AI, Tapi Pegang Kendali

Komdigi menegaskan Indonesia terbuka terhadap kolaborasi AI. Namun, Indonesia menjaga kendali, khususnya terkait data, keamanan, dan tata kelola AI.

Baca Selengkapnya →
750.000 Akun Medsos Diblokir Total, Perintah Langsung Pemerintah
INDUSTRI IT

750.000 Akun Medsos Diblokir Total, Perintah Langsung Pemerintah

Meta Platforms memblokir lebih dari 750.000 akun pengguna di Australia di bawah 16 tahun untuk patuhi regulasi baru. Simak!

Baca Selengkapnya →