Jakarta — Presiden Prabowo Subianto berjanji akan menyalurkan layar pintar interaktif (IFP) di setiap sekolah yang ada di Indonesia. Hal ini dia sampaikan dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPD DPR RI 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (14/8/2026).
Tahun lalu, pemerintah menyebut telah membagikan satu layar pintar interaktif ke setiap sekolah. Tahun ini, Prabowo menegaskan akan membagikan tambahan tiga layar per sekolah.
"Artinya, setiap sekolah akan memiliki 4 ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar interaktif," ujar Prabowo.
Dengan layar pintar tersebut, ia berharap guru-guru di berbagai penjuru Tanah Air memiliki akses ke kurikulum dan konten di semua bidang. Tak jadi halangan pula bagi guru-guru untuk mengakses kurikulum luar negeri.
Tak ketinggalan, pemerintah turut membangun studio-studio terpusat. Dengan demikian, guru-guru terbaik dapat menyiarkan materi-materi pelajaran dari jarak jauh ke ribuan sekolah melalui layar-layar pintar.
Program digitalisasi pembelajaran di SoloGuru mengajar siswanya dengan pembelajaran menggunakan interactive flat panel (IFP) di SD Negeri Kepatihan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (13/11/2025). Sebanyak 91 SD negeri dan 47 SD swasta di Solo mulai menikmati manfaat perangkat layar sentuh interaktif IFP dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui program digitalisasi pembelajaran. ANTARAFOTO/Maulana Surya Foto: ANTARA FOTO/Maulana Surya |
"Pelajaran apa pun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk untuk bahasa asing. Mutlak harus kita kuasai," imbuh Prabowo.
Presiden Prabowo menuturkan pentingnya akses pendidikan layak bagi seluruh anak di Indonesia. Dia mengklaim pemerintah telah menggenjot program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah.
Hingga tahun ini, Prabowo mengatakan 71.744 sekolah sudah direnovasi. Angka tersebut meningkat dari 16.167 sekolah pada tahun lalu. Pemerintah kemudian menargetkan perbaikan 100.000 sekolah selesai pada 2029, termasuk SD, SMP, SMA, SMK, hingga pesantren.
Program digitalisasi pembelajaran di SoloGuru mengajar siswanya dengan pembelajaran menggunakan interactive flat panel (IFP) di SD Negeri Kepatihan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (13/11/2025). Sebanyak 91 SD negeri dan 47 SD swasta di Solo mulai menikmati manfaat perangkat layar sentuh interaktif IFP dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui program digitalisasi pembelajaran. ANTARAFOTO/Maulana Surya Foto: ANTARA FOTO/Maulana Surya